Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Program CKG Diperluas, Kemenkes Mulai Penanganan Medis Gratis Tahun Ini
Advertisement . Scroll to see content

Setelah Sinovac, Efektivitas Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm Dikaji 

Rabu, 12 Mei 2021 - 21:02:00 WIB
Setelah Sinovac, Efektivitas Vaksin AstraZeneca dan Sinopharm Dikaji 
Vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Setelah vaksin Sinovac, mendatang Litbangkes Kementerian Kesehatan akan mengkaji efektivitas AstraZeneca dan Sinopharm. 
 
Hal ini diungkapkan langsung oleh Pandji Dewantara selaku ketua tim peneliti Litbangkes. Pandji menuturkan, penelitian dengan metode kajian cepat seperti yang dilakukan terhadap vaksin Sinovac juga dilakukan untuk jenis vaksin lainnya, terutama yang akan digunakan untuk vaksinasi bagi masyarakat umum.  
 
“Nanti kita ada beberapa penelitian yang berlangsung dalam kaitannya untuk mengukur efektivitas jenis-jenis vaksin lainnya seperti AstraZeneca dan Sinopharm. Saat ini dalam proses untuk melakukan studi dalam beberapa jenis vaksin lain,” ujar Pandji, dalam gelaran konferensi pers  daring “Efektivitas Vaksin Sinovac terhadap Tenaga Kesehatan” Rabu (12/5/2021). 
 
Selain akan meninjau efektivitas vaksin AstraZeneca dan Sinopharm, Pandji menambahkan pada sepanjang 2021 ini, ada beberapa topik penelitian terkait vaksinasi yang sedang dikerjakan oleh Litbangkes. Mulai dari kajian tengan durasi proteksi vaksin hingga menyangkut soal manajemen pelaksanaaan program vaksinasi itu sendiri.  
 
“Tahun ini ada beberapa topik penelitian, misalnya soal durasi proteksi seberapa lama vaksin bisa berikan perlindungan. Lalu tipe antibodi dalam kelompok individu yang belum dan yang sudah divaksin. Selain itu juga terkait dengan manajemen vaksinasi, soal logistik, distribusi vaksin dan faktor apa saja yang jadi tantangan di lapangan,” pungkas Pandji.  
 


Untuk diketahui, hari ini Kemenkes  melalaui Litbangkes telah merilis data hasil dari studi kajian cepat terkait efektivitas vaksin Sinovac terhadap tenaga kesehatan.  
 
Dari data kajian cepat yang dilakukan Litbangkes tersebut, menunjukkan hasil yang positif bahwa vaksinasi Sinovac dosis lengkap (dua dosis) efektif dalam mencegah kesakitan hingga 94 persen terkena Covid-19 bergejala pada hari ke-28 hingga 63 hari setelah dosis kedua. 
 
Kedua, efektif juga dalam mencegah hingga 96 persen perawatan di rumah sakit akibat infeksi Covid-19 pada hari ke-28 setelah dosis kedua dan efektif dalam mencegah sampai 98 persen kematian karena Covid-19 pada hari ke-28 hingga 63 hari setelah dosis kedua.
 

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut