Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Diam-Diam Gerogoti Tubuh, 3 Penyakit Ini Bisa Bikin Stroke hingga Gagal Ginjal
Advertisement . Scroll to see content

Setiap Menit Berharga! MRI 3 Tesla Berbasis AI Dukung Diagnosis Stroke Lebih Cepat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:05:00 WIB
Setiap Menit Berharga! MRI 3 Tesla Berbasis AI Dukung Diagnosis Stroke Lebih Cepat
Ilustrasi MRI untuk diagnosis stroke. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.idStroke merupakan kondisi kegawatdaruratan medis yang tidak bisa menunggu. Ketika gejala muncul, setiap menit menjadi sangat berharga karena semakin cepat kondisi pasien dikenali dan ditangani, semakin cepat pula dokter dapat menentukan langkah medis yang sesuai.

Dalam penanganan stroke, pemeriksaan pencitraan otak menjadi salah satu bagian penting untuk membantu dokter memahami kondisi pasien. Pemeriksaan tersebut dapat membantu membedakan jenis stroke, melihat area otak yang terdampak, serta menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan berikutnya.

Salah satu teknologi yang kini mendukung proses tersebut adalah Magnetic Resonance Imaging (MRI) 3 Tesla berbasis Artificial Intelligence (AI).

Teknologi MRI 3 Tesla mampu menghasilkan gambaran jaringan otak dengan tingkat detail yang lebih tinggi. Dengan kualitas pencitraan tersebut, dokter dapat memperoleh informasi yang lebih komprehensif mengenai kondisi jaringan otak, termasuk perubahan yang berkaitan dengan gangguan aliran darah.

Sementara itu, dukungan AI dapat membantu mengoptimalkan kualitas gambar dan efisiensi pemeriksaan. Teknologi ini menjadi bagian dari sistem pendukung bagi dokter untuk mendapatkan hasil pencitraan yang lebih optimal dalam situasi yang membutuhkan keputusan medis secara cepat.

Namun, teknologi tersebut bukan berarti menggantikan peran dokter.

"Pada kasus stroke, ketepatan dan kecepatan diagnosis sangat penting. MRI 3 Tesla dapat memberikan gambaran otak yang lebih detail, sehingga membantu kami melihat area yang terdampak dengan lebih jelas," kata Dokter Spesialis Radiologi Bethsaida Hospital Gading Serpong dr Thio Ananda Steven, Sp.Rad, Jumat (21/8/2026).

"Dengan dukungan teknologi AI, kualitas pencitraan dapat semakin optimal untuk menunjang keputusan klinis dokter,” tambahnya.

Mengapa Diagnosis Stroke Harus Cepat?

Stroke terjadi ketika aliran darah ke bagian otak terganggu, baik akibat sumbatan maupun perdarahan. Kondisi tersebut dapat menyebabkan jaringan otak mengalami kerusakan sehingga membutuhkan penanganan segera.

Karena itu, pasien dengan gejala stroke perlu segera mendapatkan evaluasi medis. Pemeriksaan pencitraan seperti CT Scan maupun MRI dapat digunakan sesuai kondisi dan indikasi medis pasien.

Dalam praktiknya, dokter tidak hanya melihat hasil pencitraan. Diagnosis dan keputusan terapi dilakukan dengan mempertimbangkan gejala yang dialami pasien, pemeriksaan fisik, riwayat kesehatan, serta hasil pemeriksaan penunjang.

Pada pasien tertentu, MRI dapat memberikan informasi tambahan mengenai jaringan otak secara lebih detail. MRI 3 Tesla memiliki kekuatan medan magnet yang lebih tinggi dibandingkan MRI dengan medan magnet lebih rendah sehingga dapat menghasilkan pencitraan dengan resolusi yang lebih baik pada pemeriksaan tertentu.

Informasi tersebut dapat membantu dokter memahami kondisi otak secara lebih menyeluruh.

Tidak Semua Pasien Stroke Membutuhkan Penanganan yang Sama

Stroke bukan kondisi yang seragam. Ada pasien yang mengalami stroke akibat sumbatan pembuluh darah, sementara pasien lainnya mengalami perdarahan otak.

Perbedaan tersebut membuat penanganan setiap pasien harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Pada kondisi tertentu, pasien dapat menjalani terapi medis dan pemantauan ketat. Namun, apabila ditemukan perdarahan, pembengkakan otak, atau peningkatan tekanan di dalam kepala, pasien dapat membutuhkan evaluasi lebih lanjut oleh dokter spesialis bedah saraf.

"Dalam kasus stroke, setiap pasien memiliki kondisi klinis yang berbeda," ujar Dokter Spesialis Bedah Saraf Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Muhammad Ichsan Fachrudin Firdaus, Sp.BS, FIS.

Dokter Ichsan melanjutkan, "Ada pasien yang cukup ditangani dengan terapi medis dan observasi ketat, namun ada juga yang membutuhkan evaluasi bedah saraf, terutama bila terdapat perdarahan, pembengkakan otak, atau peningkatan tekanan di dalam kepala."

"Karena itu, penanganan stroke harus dilakukan secara komprehensif, cepat, dan tepat berdasarkan kondisi pasien serta hasil pemeriksaan penunjang," lanjutnya.

Kecepatan pemeriksaan juga sangat bergantung pada kesiapan sistem layanan di rumah sakit. Pasien stroke membutuhkan koordinasi berbagai tim medis agar proses evaluasi hingga penanganan dapat berlangsung tanpa hambatan yang tidak perlu.

"Penanganan stroke akut membutuhkan kolaborasi cepat antara tim Emergency, radiologi, dokter spesialis saraf, serta tim penunjang lainnya," ungkap dr. Margareth Aryani Santoso, MARS, Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong.

"Dan layanan emergency terintegrasi dengan fasilitas radiologi modern, termasuk MRI 3 Tesla berbasis AI dapat membantu menghasilkan gambaran otak lebih jelas dan detail,” tambahnya.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut