Soal Kontroversi Anak Imunisasi, Ini Kata Dokter Spesialis
JAKARTA, iNews.id - Imunisasi atau vaksin adalah salah satu program pencegahan penyakit-penyakit tertentu dan pelindung tubuh dari virus dan bakteri. Jenis-jenis imunisasi yang kita kenal, di antaranya polio, hepatitis, dan MR (perpaduan campak dan rubella).
Meski berfungsi sangat penting bagi masyarakat, terutama anak-anak, masih ada pihak yang meragukan keamanan vaksin jika diberikan pada anak. Gelombang penolakan vaksin antivaksin juga pernah menjadi fenomena di Indonesia, beberapa waktu lalu.
Menanggapi fenomena tersebut, apa kata pakar di bidang medis? Dokter Spesialis Anak Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), MSi menekankan, jika vaksin atau imunisasi itu penting dan aman.
"Jawabannya sederhana. Pertama, seluruh negara mengikuti imunisasi rutin dari bayi sampai dewasa. Seluruh dunia mengakui vaksin bermanfaat. Kedua, vaksin itu aman," tutur Dr. Soedjatmiko sebagai Guru Besar Fakultas Kesehatan Universitas Indonesia (FKUI) ketika ditemui di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018).
Dia menganggap jika vaksin itu berbahaya, tidak mungkin semua negara menerapkan vaksinasi pada masyarakatnya. Namun, terkait masalah halal dan haramnya imunisasi, dr. Soedjatmiko menyerahkan pada Majelis Ulama Indonesia (MUI).
"Kalau haram yang berhak menentukan majelis ulama," kata dia.
Hal yang sama juga dikemukakan Direktur Kesehatan Keluarga Kementerian Kesehatan RI dr. Eni Gustina, MPH yang mengaku geregetan dengan orang-orang antivaksin.
"Tahu enggak, di pertemuan negara-negara Islam (OKI) kemarin itu, mereka mengambil vaksin ke kita. Buat apa sih ribut vaksin, semua negara Islam saja divaksinasi. (Imunisasi/vaksinasi) sudah punya fatwa MUI cuma belum ada labelnya. Masih proses," kata dr. Eni Gustina.
Imunisasi atau vaksin sendiri merupakan program mencegah penyakit yang dimulai sejak anak dalam kandungan. Dimulai dari imunisasi ibu hamil dengan imunisasi TT. Kemudian anak usia dua tahun mendapatkan imunisasi polio, Hepatitis B, BCG, DPT, Rotavirus, Pneumokokus influenza, MR, tifoid, Hepatitis A, JE, Dengue, dan HPV.
Selanjutnya ketika anak berusia tiga sampai 12 tahun, imunisasi mencakup MR, influenza, JE, Dengue, HPV, dan imunisasi tambahan seperti ORI Td jika ada wabah seperti difteri dan lain-lain.
Editor: Tuty Ocktaviany