Solusi Mendapatkan Edukasi Kehamilan bagi Perkembangan Ibu dan Bayi

Vien Dimyati ยท Sabtu, 06 April 2019 - 09:47 WIB
Solusi Mendapatkan Edukasi Kehamilan bagi Perkembangan Ibu dan Bayi

Edukasi untuk ibu hamil (Foto: Greatest9)

JAKARTA, iNews.id - Mengacu data Profil kesehatan Indonesia pada 2017, diperkirakan ada sekitar 5,3 juta ibu hamil di Indonesia. Namun, hanya terdapat 6.387 dokter spesialis kandungan yang menangani dan 60%-nya berada di Pulau Jawa.

Sementara itu, dari data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2017, pada 2015 terdapat 305 angka kematian ibu (AKI) dalam 100.000 kehamilan dan 23 angka kematian bayi (AKB) untuk setiap 1.000 kelahiran.

AKI dan AKB tinggi terjadi karena berbagai kendala. Mulai dari akses yang terbatas terhadap informasi kesehatan, dan keterjangkauan tenaga ahli kesehatan yang membantu proses kehamilan. Tak hanya itu, alat medis yang tak memadai juga menjadi faktor menyebabkan kasus AKI dan AKB menjadi tinggi di Indonesia.

Padahal, 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan fase emas yang dapat membentuk generasi yang lebih baik dan berkualitas. 1.000 HPK diawali sejak anak dalam kandungan hingga berusia dua tahun, sehingga sangat penting bagi ibu hamil untuk mempersiapkan diri sebelum kehamilan, menjaga diri selama masa kehamilan dan proses persalinan yang baik.

Untuk itu dibutuhkan solusi bagi ibu hamil mendapatkan edukasi terkait kehamilan. Sehati TeleCTG bisa menjadi salah satu solusi. Ini merupakan inovasi kesehatan berbasis teknologi. Tujuannya, untuk mewujudkan pemerataan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil di berbagai daerah Indonesia.

Anda Waluyo Sapardan, Co Founder dan Chief Operating Officer Sehati TeleCTG menjelaskan, Sehati TeleCTG diinspirasi oleh pengalaman, pemikiran serta perjalanan hidupnya dengan sang suami. “Menjalankan peran sebagai seorang ibu di usia yang relatif muda dan lahir dari seorang dokter kandungan senior, membuat saya memiliki obsesi untuk membangun manusia yang berkualitas," kata Anda Waluyo, melalui keterangan tertulisnya di Jakarta Sabtu (6/4/2019).

Menurutnya, aplikasi Sehati Kehamilanku sekarang lebih familiar disebut Aplikasi Ibu Sehati. Ini merupakan aplikasi pintar yang menjadi pendamping setia para ibu hamil pada masa kehamilannya. Kepanjangan dari Sehati adalah Self Empowerment, Helpful, Adaptive dan Informative.

"Bersumber dari dokter, para ahli di bidangnya serta menggandeng komunitas bidan terbaik. Dari aplikasi ini, ibu hamil akan mendapatkan tips kehamilan mingguan, membuat jadwal kunjungan ke dokter dan laboratorium, serta mencatat data kesehatan dan non-kesehatan di jurnal elektronik," ujar Anda.

Dia juga menjelaskan, aplikasi ini memiliki ekosistem mandiri yang dilakukan secara simultan melalui aplikasi Bidan Sehati. Aplikasi yang diperuntukkan bagi Bidan membantu menjalankan tugasnya melalui input data yang mudah, layaknya buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) yang sudah terdigitalisasi, sehingga meringankan tugas administrasi Bidan.

Berbagai fitur dalam aplikasi Bidan Sehati memudahkan upaya pencegahan kesakitan dan kematian ibu dan bayi melalui deteksi dini faktor risiko tinggi pada ibu hamil dan akses ke alat medis TeleCTG. Alat medis ini memungkinkan Bidan untuk memantau kesejahteraan janin dan berkonsultasi jarak jauh dengan dokter spesialis di Consultation Center.


Editor : Vien Dimyati