Staf Rumah Sakit Norma Zahara Hina Pasien BPJS Miskin Harta dan Akal, Auto Viral!
JAKARTA, iNews.id - Nama Norma Zahara mendadak ramai di media sosial gegara terciduk ikut menghina pasien BPJS Kesehatan, Yurizal Tri Chaerawan, yang mengeluh sulit mendapat kamar rawat inap di rumah sakit. Norma tak segan-segan menyebut Yurizal manusia miskin harta dan akal.
Pernyataan bernuansa hinaan itu disampaikan Norma Zahara yang diduga bekerja sebagai staf admin di RSUD dr Soekardjo, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, di Threads, di kolom komentar unggahan Yurizal. Seperti apa pernyataan sadis Normal untuk pasien BPJS itu?
"Yuriz, orang miskin harta, miskin ilmu, miskin akal, tapi pengen diistimewakan, 8 jam itu sangat sangat wajar apalagi KAT lo itu RS rujukan nasional," kata Norma, dikutip Rabu (5/8/2026).
Norma melanjutkan, "Mungkin sekelas RSHS Bandung atau RSCM Jakarta kan? Boleh gue bilang sesuatu? Lo gob*** banyak bacot."
Pernyataan Norma ini viral di tengah ramainya komentar sadis para nakes dan dokter yang menyerang Yurizal. Yurizal sendiri diketahui telah meninggal dunia pada 31 Juli 2026. Kabar ini semakin membuat netizen geram dengan para perundung di media sosial.
Selain Norma, sejumlah komentar lain dari akun milik tenaga kesehatan juga ikut menjadi sorotan. Di antaranya komentar berbunyi "Bacot nih pasien", "Kalau full mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai?", hingga "Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong."
Komentar-komentar tersebut dinilai bertentangan dengan etika profesi tenaga kesehatan yang seharusnya mengedepankan empati terhadap pasien.
Polemik ini memicu diskusi luas mengenai etika dokter dan tenaga kesehatan dalam menggunakan media sosial. Banyak pihak menilai profesi kesehatan tetap dituntut menjaga empati dan profesionalisme, termasuk saat memberikan tanggapan di ruang digital.
Hingga kini, belum ada pernyataan resmi yang menyebut meninggalnya Yurizal disebabkan oleh lamanya menunggu ruang rawat inap. Fakta yang telah terkonfirmasi adalah Yurizal sempat mengeluhkan antrean kamar rumah sakit melalui media sosial sebelum akhirnya meninggal dunia pada 31 Juli 2026.
Editor: Muhammad Sukardi