Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Ungkap Perkembangan Kanker yang Dideritanya, Raja Charles III Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini
Advertisement . Scroll to see content

Sulit Dideteksi Dini, Kenali Gejala Kanker pada Anak

Selasa, 16 Oktober 2018 - 17:44:00 WIB
Sulit Dideteksi Dini, Kenali Gejala Kanker pada Anak
Cek kesehatan anak. (Foto: Pediatrics)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kita semua tahu, kanker merupakan pertumbuhan sel tak terkendali yang terus bertumbuh dalam tubuh yang jika dibiarkan bisa membahayakan nyawa. Kanker juga kita ketahui merupakan salah satu penyakit tak menular mematikan seperti halnya penyakit jantung.

Namun di antara banyaknya jenis kanker, ada yang menyerang anak-anak berusia di bawah 18 tahun. Termasuk juga anak yang masih dalam kandungan. Menurut Sistem Registrasi Kanker di Indonesia (SriKanDI) tahun 2005-2007, perkiraan angka kejadian kanker anak (0-17 tahun) sebesar sembilan per 100.000 anak.

Dokter Spesialis Anak Dr Mururul Aisyi dari RS Kanker Dharmais mengatakan, kanker pada anak berbeda dengan kanker orang dewasa. 

"Berbeda dengan kanker pada orang dewasa, kanker pada anak sulit dideteksi secara dini. Jadi yang bisa dilakukan adalah kenali gejala kanker pada anak," kata Dr Mururul dalam acara Media Briefing Kanker Anak di Gedung Kementerian Kesehatan RI, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (16/10/2018).

Dia menjelaskan, ada enam jenis kanker yang sering menyerang anak-anak. Di antaranya leukimia, retinoblastoma, osteosarkoma, neuroblastoma, limfoma maligna, dan karsinoma nasofaring. Kali ini iNews.id merangkum tiga kanker anak yang paling banyak diderita di Indonesia, berdasarkan keterangan Dr Mururul Aisyi, SpA(K).

Leukimia

Dr Mururul mengungkapkan, leukimia atau kanker darah merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh anak-anak di Indonesia, yakni sekitar 2,8 per 100.000 (SriKanDI). Secara fisik, kata dia, gejala mudah dikenali dengan 3 P (Pucat, Panas, dan Pendarahan).

Namun ada pula gejala lainnya jika sudah menyebar seperti pembesaran hati, limpa, kelenjar di leher, gusi, dan ke testis pada anak laki-laki. Jika kanker ini menyebar ke tulang, maka yang tampak adalah anak tak mau berdiri atau jalannya tampak pincang.

Retinoblastoma

Setelah leukemia, ada retinoblastoma atau tumor ganas pada mata yang sering dijumpai pada anak di bawah lima tahun. Kasus retinoblastoma sendiri mencapai 2,4 per 100.000 yang gejalanya meliputi manik mata berwarna putih, mata kucing, juling, kemerahan, pembesaran bola mata, dan peradangan jaringan bola mata.

Osteosarkoma atau Kanker pada Tulang

Di urutan ketiga ada osteosarkoma atau kanker tulang yang biasanya terjadi pada anak usia 10-15 tahun. Kasus ini, kata Dr Mururul, cenderung lebih banyak menimpa anak laki-laki. Di Indonesia, angka penderita osteosarkoma mencapai 0,97 per 100.000 yang gejalanya meliputi nyeri tulang di malam hari, terjadi pembengkakan di tungkai dan lengan, demam, cepat lelah, dan penurunan berat badan.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut