Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Orang Teriak saat Takut? Ternyata Begini Penjelasannya
Advertisement . Scroll to see content

Tangan Gemetar saat Hadapi Konflik Bukan Berarti Pengecut, Ini Penjelasan Medis

Senin, 12 Oktober 2026 - 06:17:00 WIB
Tangan Gemetar saat Hadapi Konflik Bukan Berarti Pengecut, Ini Penjelasan Medis
Tangan gemetar saat menghadapi konflik, adu argumen, atau situasi yang menegangkan kerap membuat seseorang merasa takut atau dianggap tidak berani. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tangan gemetar saat menghadapi konflik, adu argumen, atau situasi yang menegangkan kerap membuat seseorang merasa takut atau dianggap tidak berani. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi respons alami tubuh ketika mendeteksi adanya ancaman.

Dokter sekaligus influencer kesehatan, dr Adam Prabata, menjelaskan bahwa tangan gemetar dalam situasi konflik berkaitan dengan aktivasi sistem saraf tubuh yang mempersiapkan diri menghadapi ancaman.

Penjelasan tersebut disampaikan Adam melalui utas di akun Threads miliknya. Dia juga merujuk pada dua penelitian ilmiah berjudul Low plasma concentrations of adrenaline and physiological tremor in man serta Evidence for a direct peripheral effect of adrenaline on physiological tremor in man.

“Tangan lo gemetar saat ada konflik itu bukan tanda pengecut, tapi karena tubuh lo lagi mengaktifkan mode bertahan hidup karena merasa ada ancaman,” tulis dr Adam, dikutip Minggu (11/10/2026).

Menurut dia, ketika seseorang menghadapi konflik, misalnya adu argumen atau permasalahan lainnya, tubuh secara otomatis dapat mengaktifkan sistem saraf simpatis. Respons ini kemudian memicu pelepasan hormon adrenalin ke dalam aliran darah.

Adrenalin berperan mempersiapkan tubuh untuk menghadapi situasi yang dianggap mengancam. Efeknya dapat berupa peningkatan detak jantung, perubahan kesiagaan tubuh, hingga munculnya getaran pada tangan.

“Adrenalin akan membuat beberapa efek di tubuh seperti detak jantung jadi cepat, hingga tangan jadi gemetar. Adrenalin juga menyiapkan energi di tubuh untuk lari atau adu fisik,” kata dia.

Getaran tersebut berkaitan dengan perubahan aktivitas otot dan respons fisiologis tubuh ketika berada dalam kondisi siaga. Karena itu, tangan gemetar saat menghadapi konflik tidak serta-merta menunjukkan seseorang pengecut atau tidak mampu mengendalikan diri.

“Jadi tangan gemetar itu BUKAN tanda takut atau pengecut, TAPI memang mekanisme tubuh untuk mempertahankan kondisi siaga pada kondisi ada konflik,” kata dr Adam.

Meski demikian, tangan gemetar tidak selalu disebabkan oleh respons stres atau adrenalin. Jika kondisi tersebut sering terjadi tanpa pemicu yang jelas, berlangsung terus-menerus, atau disertai gejala lain, pemeriksaan medis diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.

Editor: Dani M Dahwilani

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut