Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 4 Makanan Sebabkan Kesemutan, Ini Harus Dihindari
Advertisement . Scroll to see content

Tangan Sering Kesemutan Malam Hari? Waspada Gangguan Saraf!

Selasa, 06 Oktober 2026 - 18:04:00 WIB
Tangan Sering Kesemutan Malam Hari? Waspada Gangguan Saraf!
Ilustrasi tangan kesemutan. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tangan sering kesemutan, kebas, atau terasa seperti ditusuk-tusuk saat malam hari jangan selalu dianggap sebagai akibat salah posisi tidur. Jika keluhan tersebut muncul berulang hingga membuat terbangun dari tidur, kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan pada saraf.

Kesemutan pada tangan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi. Dua di antaranya adalah Carpal Tunnel Syndrome (CTS) atau gangguan saraf di pergelangan tangan dan gangguan saraf yang berasal dari leher atau radikulopati servikal.

Meski sama-sama menimbulkan kesemutan dan kebas, kedua kondisi tersebut terjadi pada lokasi saraf yang berbeda. Karena itu, pola keluhan menjadi salah satu petunjuk penting untuk mengetahui sumber masalah.

Dokter Spesialis Neurologi Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Puspasari, Sp.N, FIOM, FEEG, FPSG, F.Neurosomnologi, FEMG, KHS, mengatakan bahwa CTS umumnya menyebabkan kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis.

"Keluhan CTS biasanya berupa kesemutan atau kebas pada ibu jari, telunjuk, jari tengah, dan sebagian jari manis. Keluhan ini sering lebih terasa pada malam hari dan bahkan dapat membuat pasien terbangun dari tidur," jelas dr Puspasari dalam keterangan resminya, Selasa (6/10/2026).

Pada kondisi yang lebih lanjut, CTS dapat membuat tangan terasa lemah, mudah menjatuhkan benda, hingga kesulitan melakukan gerakan yang membutuhkan ketelitian. Sebagian orang juga merasakan keluhan berkurang setelah mengibaskan atau menggoyangkan tangan.

Kesemutan Bisa Berasal dari Saraf Leher

Kesemutan pada tangan ternyata tidak selalu disebabkan masalah di pergelangan tangan. Gangguan juga bisa terjadi pada saraf yang keluar dari tulang belakang di area leher.

Kondisi tersebut dikenal sebagai radikulopati servikal, yakni ketika saraf di leher mengalami iritasi atau tekanan. Penyebabnya dapat berkaitan dengan perubahan pada tulang belakang, penyempitan jalur saraf, maupun gangguan pada bantalan tulang atau diskus.

"Jika sumber gangguan berasal dari leher, keluhan dapat berupa nyeri yang berawal dari leher kemudian menjalar ke bahu, lengan, hingga jari-jari tangan. Kesemutan atau kebas juga dapat muncul pada area tertentu sesuai dengan saraf yang mengalami gangguan," ujar dr. Puspasari.

Menariknya, gangguan saraf yang berasal dari leher tidak selalu disertai nyeri leher yang berat. Pada sebagian orang, keluhan yang paling terasa justru berupa kesemutan atau kebas pada tangan.

Gangguan saraf dari leher juga dapat menyebabkan kelemahan pada kelompok otot tertentu. Karena itu, lokasi dan pola kesemutan perlu diperhatikan, meski keduanya belum cukup untuk memastikan diagnosis.

Bagaimana Mengetahui Penyebab Tangan Kesemutan?

Untuk mengetahui sumber kesemutan, dokter akan mengevaluasi pola keluhan, kondisi saraf, kekuatan otot, refleks, serta bagian tangan atau lengan yang mengalami gangguan rasa.

Pada kondisi tertentu, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan Electromyography/Nerve Conduction Study (EMG/NCS).

"NCS membantu menilai bagaimana sinyal listrik berjalan melalui saraf, sedangkan EMG membantu mengevaluasi aktivitas listrik pada otot. Pemeriksaan ini dapat memberikan informasi mengenai lokasi dan tingkat gangguan saraf," jelas dr. Puspasari.

Pemeriksaan EMG/NCS dapat membantu dokter membedakan apakah gangguan lebih mengarah pada saraf di pergelangan tangan seperti pada CTS, saraf yang berasal dari leher, gangguan saraf tepi lainnya, atau kombinasi beberapa kondisi.

Mengapa MRI dan EMG/NCS Bisa Sama-Sama Dibutuhkan?

Sebagian orang mungkin bertanya, jika sudah menjalani MRI, mengapa masih membutuhkan EMG/NCS?

Keduanya memiliki fungsi berbeda. MRI melihat struktur tubuh, sedangkan EMG/NCS menilai fungsi saraf dan otot.

Karena itu, temuan pada MRI perlu dikaitkan dengan keluhan dan pemeriksaan klinis. Adanya perubahan pada hasil MRI belum tentu menjadi penyebab utama dari keluhan yang dirasakan pasien.

"Pada kondisi tertentu, pemeriksaan klinis, MRI, dan EMG/NCS dapat saling melengkapi. Tujuannya bukan hanya menemukan kelainan, tetapi memahami apakah kelainan tersebut sesuai dengan keluhan pasien," tambah dr. Puspasari.

Kesemutan sesekali setelah tangan tertindih saat tidur memang dapat membaik setelah posisi tubuh diubah. Namun, keluhan yang muncul berulang sebaiknya tidak diabaikan.

Terlebih jika kesemutan semakin sering, membuat seseorang terbangun pada malam hari, tidak kunjung membaik, disertai nyeri yang menjalar atau kelemahan tangan, maupun mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Kesemutan pada tangan pada dasarnya merupakan gejala bukan diagnosis. Mengetahui lokasi dan penyebab gangguan saraf menjadi langkah penting agar penanganan dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

"Setiap keluhan memiliki penyebab dan kebutuhan penanganan yang dapat berbeda pada setiap pasien. Melalui Neuroscience Center, kami mengintegrasikan kompetensi dokter, pemeriksaan diagnostik, serta fasilitas penunjang untuk membantu mendapatkan gambaran kondisi pasien secara lebih menyeluruh," tambah Direktur Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Margareth Aryani Santoso.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut