Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : IDAI Larang Keras Bayi Diberikan Telur Mentah, Bisa Bahayakan Nyawa!
Advertisement . Scroll to see content

Telur Mentah Tidak Terbukti Bisa Turunkan Demam pada Bayi, Jangan Pernah Dicoba!

Senin, 12 Oktober 2026 - 13:28:00 WIB
Telur Mentah Tidak Terbukti Bisa Turunkan Demam pada Bayi, Jangan Pernah Dicoba!
Ilustrasi demam pada anak. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Memberikan telur mentah kepada bayi untuk menurunkan demam bukanlah cara yang tepat dan justru dapat membahayakan kesehatannya. Orang tua dan pengasuh perlu memahami bahwa demam pada bayi harus ditangani berdasarkan penyebabnya, bukan dengan memberikan bahan makanan yang belum terbukti bermanfaat sebagai pengobatan.

Peringatan ini menjadi perhatian setelah kasus bayi Alena berusia 28 hari yang meninggal dunia menyita perhatian publik. Alena sebelumnya dikabarkan mengalami demam dan diduga diberikan telur mentah oleh neneknya. Dia kemudian menjalani perawatan intensif di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, sebelum dinyatakan meninggal dunia pada Minggu (11/10/2026).

Meski demikian, belum ada keterangan medis yang memastikan bahwa pemberian telur mentah menjadi penyebab langsung kematian Alena. Kasus tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak mencoba pengobatan rumahan yang berisiko pada bayi, terutama yang baru lahir.

Ketua Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A, Subsp Kardio(K), melalui pernyataan resmi IDAI mengingatkan bahwa telur mentah atau setengah matang tidak dianjurkan untuk diberikan kepada bayi dan anak karena berisiko menimbulkan infeksi.

Telur Mentah Berisiko Menyebabkan Infeksi

IDAI menjelaskan, telur mentah atau setengah matang dapat mengandung bakteri Salmonella. Bakteri ini dapat menyebabkan salmonelosis, yaitu infeksi yang menyerang saluran pencernaan.

Gejalanya dapat berupa diare, demam, nyeri perut, muntah, hingga dehidrasi. Pada bayi dan anak kecil, infeksi dapat berkembang lebih berat dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Risiko tersebut menjadi alasan orang tua tidak boleh sembarangan memberikan telur mentah kepada bayi, sekalipun tujuannya untuk membantu meredakan demam.

Telur mentah juga bukan pengganti obat maupun pemeriksaan medis. Tidak ada dasar dalam anjuran IDAI untuk menggunakan telur mentah sebagai cara menurunkan suhu tubuh bayi.

Ketika bayi mengalami demam, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak dan mencari pertolongan medis sesuai tingkat urgensinya. Terlebih, bayi yang masih berusia sangat muda memiliki risiko lebih tinggi mengalami komplikasi akibat infeksi.

Telur Boleh Diberikan, tetapi Harus Dimasak Matang

IDAI tidak melarang telur sebagai makanan bagi bayi yang sudah siap menerima makanan pendamping ASI (MPASI). Telur matang justru merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Namun, telur baru boleh diperkenalkan ketika bayi telah mencapai usia dan kesiapan untuk menerima MPASI. Secara umum, MPASI dimulai saat bayi berusia enam bulan.

Saat disajikan, telur harus dimasak hingga bagian putih dan kuningnya matang sempurna. Pengolahan yang tepat membantu mengurangi risiko infeksi akibat bakteri yang mungkin terdapat pada telur.

Sebaliknya, bayi yang belum berusia enam bulan dianjurkan mendapatkan ASI eksklusif. Jika ASI tidak memungkinkan diberikan atau terdapat indikasi medis tertentu, penggunaan susu formula bayi perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.

Orang tua juga perlu menjaga kebersihan tangan dan peralatan makan serta menghindari telur yang retak atau rusak.

Kasus Alena menjadi pengingat bahwa niat membantu bayi yang sedang sakit harus disertai pemahaman kesehatan yang benar. Jangan memberikan telur mentah untuk menurunkan demam. Jika bayi mengalami demam, segera konsultasikan kondisinya kepada tenaga medis, terutama apabila usianya masih di bawah tiga bulan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut