Terungkap! Ini Alasan Super Flu Subclade K Lebih Banyak Menyerang Perempuan
JAKARTA, iNews.id - Infeksi Super Flu Subclade K dipastikan sudah menyebar di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga akhir Desember 2025 total ada 62 kasus.
Super Flu Subclade K pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat di Agustus 2025. Lalu, kini telah dilaporkan lebih dari 80 negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Menurut Kemenkes, dari 62 kasus di seluruh Indonesia, sebanyak 40 kasus diidap perempuan. Kenapa begitu?
Ahli Epidemiologi Griffith University Australia dr Dicky Budiman menjelaskan, terkait dengan data kenapa lebih banyak perempuan yang terinfesi Super Flu Subclade K, itu karena kelompok perempuan lebih sering dan mudah berobat.
"Karena perempuan cenderung lebih sering dan mudah berobat, sehingga lebih mudah terdeteksi," kata dr Dicky Budiman saat dihubungi iNews.id, Jumat (2/1/2026).
Dia menegaskan, "Subclade K merupakan jenis infeksi yang tidak memiliki gender sensitif. Artinya, ini hanya karena perempuan lebih sering dan mudah berobat. Dengan begitu data tercatat di fasilitas kesehatan."
Sebagai informasi, temuan kasus Super Flu Subclade K di Indonesia itu mengacu pada hasil surveilans yang terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.