Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kenapa Subclade K Disebut Super Flu? Ini Penjelasan Ahli
Advertisement . Scroll to see content

Terungkap! Ini Alasan Super Flu Subclade K Lebih Banyak Menyerang Perempuan

Jumat, 02 Januari 2026 - 11:40:00 WIB
Terungkap! Ini Alasan Super Flu Subclade K Lebih Banyak Menyerang Perempuan
Perempuan Indonesia lebih banyak mengalami infeksi Super Flu Subclade K. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Infeksi Super Flu Subclade K dipastikan sudah menyebar di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga akhir Desember 2025 total ada 62 kasus. 

Super Flu Subclade K pertama kali teridentifikasi di Amerika Serikat di Agustus 2025. Lalu, kini telah dilaporkan lebih dari 80 negara di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. 

Menurut Kemenkes, dari 62 kasus di seluruh Indonesia, sebanyak 40 kasus diidap perempuan. Kenapa begitu? 

Ahli Epidemiologi Griffith University Australia dr Dicky Budiman menjelaskan, terkait dengan data kenapa lebih banyak perempuan yang terinfesi Super Flu Subclade K, itu karena kelompok perempuan lebih sering dan mudah berobat. 

"Karena perempuan cenderung lebih sering dan mudah berobat, sehingga lebih mudah terdeteksi," kata dr Dicky Budiman saat dihubungi iNews.id, Jumat (2/1/2026). 

Dia menegaskan, "Subclade K merupakan jenis infeksi yang tidak memiliki gender sensitif. Artinya, ini hanya karena perempuan lebih sering dan mudah berobat. Dengan begitu data tercatat di fasilitas kesehatan." 

Sebagai informasi, temuan kasus Super Flu Subclade K di Indonesia itu mengacu pada hasil surveilans yang terdeteksi sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. 

Secara rinci, berikut temuan kasus Super Flu Subclade K di Indonesia:

- Jawa Timur: 23 kasus
- Kalimantan Selatan: 18 kasus
- Jawa Barat: 10 kasus
- Sumatera Selatan: 5 kasus
- Sumatera Utara: 3 kasus
- Jawa Tengah: 1 kasus
- Sulawesi Utara: 1 kasus
- Daerah Istimewa Yogyakarta: 1 kasus

Dari 62 kasus yang terdeteksi, mayoritas pasien adalah perempuan yakni sebanyak 64,5 persen atau 40 kasus. Sementara, berdasarkan kelompok usia, rinciannya sebagai berikut:

- Usia 1-10 tahun (35,5%)
- Usia 11-20 tahun (19,4%)
- Usia 21-30 tahun (21%)
- Di atas 60 tahun (8,1%)

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta mendapatkan vaksinasi influenza tahunan, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit penyerta. 

Vaksin influenza tetap efektif dalam mencegah sakit berat, rawat inap, dan kematian.

Masyarakat juga diimbau untuk tetap berada di rumah saat mengalami gejala flu, menggunakan masker, menerapkan etika batuk, serta segera mengakses fasilitas pelayanan kesehatan apabila gejala memburuk atau tidak membaik dalam lebih dari tiga hari.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut