Vaksin Nusantara Diklaim 100 Persen Aman, Ini Kata Dokter Relawan

Leonardus Selwyn · Senin, 20 September 2021 - 09:15:00 WIB
Vaksin Nusantara Diklaim 100 Persen Aman, Ini Kata Dokter Relawan
Seorang ahli meneliti vaksin nusantara. (Foto: dok iNews.id)

JAKARTA, iNews.id – Belum lama ini beredar informasi yang menyatakan bahwa vaksin nusantara diklaim 100 persen aman dan ampuh dalam melawan Covid-19. Alhasil masyarakat menjadi bingung memilih vaksin Nusantara atau vaksin impor.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i memastikan bahwa kabar tersebut adalah hoaks atau tidak benar. Sebab, hingga saat ini belum ada satupun hasil penelitian yang sudah dipublikasikan mengenai vaksin nusantara.

"Belum ada satupun hasil penelitian yang sudah direview dan dipublikasi mengenai keamanan, efektivitas, dan penggunaan vaksin nusantara," kata dr Fajri yang diunggah dalam Instagramnya, dilansur Senin (20/9/2021).

Lebih lanjut, dr Fajri mengatakan bahwa dalam uji klinis, vaksin nusantara masih sangat terbatas. Teknologi yang digunakan oleh vaksin nusantara ini dipelopori oleh pabrik bioteknologi Amerika Serikat yaitu Aivita. Perusahaan tersebut selama ini mengembangkan teknologi sel dendritik untuk kanker.

Meskipun demikian, hipotesis mengenai sel dendritik ini berpotensial sebagai strategi terapi pada infeksi Covid-19. Terkait dengan hasil uji klinis vaksin Nusantara, menyebut bahwa hasil uji klinis fase pertama di Jawa selama Desember 2020 didapatkan 70 persen dari 28 partisipan mengalami efek samping seperti hipernatremia, peningkatan ureum, dan kolesterol. Selain itu ditemukan pula adanya masalah di praktik laboratorium dan data yang tidak konsisten sehingga Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tidak menyetujui dilanjutkannya uji klinik fase 2.

Dr Fajri mengatakan, suatu vaksin dapat dinyatakan ampuh dan aman hanya setelah lolos dari uji klinis fase 3. Sementara vaksin Nusantara belum lolos tahapan tersebut. Selain itu, suatu vaksin tidak dapat dinyatakan ampuh dan aman hanya karena teori, dugaan, hipotesis maupun testimoni dari pihak-pihak tertentu.

Editor : Elvira Anna

Bagikan Artikel: