Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Benarkah Vape Lebih Aman daripada Rokok Konvensional? Begini Faktanya
Advertisement . Scroll to see content

Vape Ancam Jutaan Anak Indonesia, BPOM: Jangan Anggap Rokok Elektronik Lebih Aman

Selasa, 02 Juni 2026 - 17:45:00 WIB
Vape Ancam Jutaan Anak Indonesia, BPOM: Jangan Anggap Rokok Elektronik Lebih Aman
BPOM mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap vape sebagai produk yang aman karena tetap mengandung zat adiktif yang berisiko menimbulkan ketergantungan. (Foto: Ilustrasi/AI))
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id – Penggunaan rokok elektronik atau vape di kalangan anak dan remaja kembali menjadi perhatian serius. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mencatat sebanyak 7,4 persen anak dan remaja berusia 10-18 tahun di Indonesia merupakan perokok aktif, atau setara dengan lebih dari 5 juta anak.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, mengaku khawatir dengan kondisi tersebut. Dia mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap vape sebagai produk yang aman karena tetap mengandung zat adiktif yang berisiko menimbulkan ketergantungan sejak usia muda.

Menurut Taruna, tren penggunaan rokok elektronik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Salah satu penyebabnya adalah anggapan bahwa vape lebih aman dibandingkan rokok konvensional.

Padahal, hingga saat ini belum terdapat bukti ilmiah yang konklusif yang menunjukkan bahwa vape benar-benar lebih aman bagi kesehatan. Karena itu, masyarakat diminta lebih waspada terhadap berbagai risiko yang ditimbulkan dari penggunaan rokok elektronik.

BPOM menegaskan bahwa vape tetap mengandung nikotin sebagai zat adiktif utama. Selain nikotin, produk tersebut juga dapat mengandung berbagai zat toksik dan karsinogenik yang berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan serta menyebabkan ketergantungan pada penggunanya.

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut