Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Video Peserta Berebut Vaksin Pfizer di Pusat Perbelanjaan Cilandak
Advertisement . Scroll to see content

Varian Delta Sebabkan Kekuatan Vaksin Pfizer dan Moderna Turun hingga 66 Persen

Rabu, 25 Agustus 2021 - 18:07:00 WIB
Varian Delta Sebabkan Kekuatan Vaksin Pfizer dan Moderna Turun hingga 66 Persen
Vaksin Pfizer dan Moderna turun efektivitasnya jadi 66 persen. (Foto: Reuters)
Advertisement . Scroll to see content

AMERIKA SERIKAT, iNews.id - Efektivitas vaksin platform mRNA seperti Pfizer dan Moderna turun dari 91 persen menjadi 66 persen usai serangan varian Delta menyerbu banyak negara di dunia. Angka tersebut didapat dari hasil studi terhadap petugas kesehatan Amerika Serikat. 

Laporan tersebut membuat Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) melakukan pemeriksaan dunia nyata kedua vaksin yang sudah dipakai di banyak negara, termasuk di Indonesia. Salah satunya memantau gejala yang timbul pasca vaksinasi dengan harapan mendapat data perkiraan kemanjuran terhadap infeksi simptomatik dan asimptomatik. 

Dengan melihat tingkat infeksi di antara orang yang divaksin dan tidak, jumlah waktu mereka pun dilacak, efektivitas vaksin diperkirakan mencapai 91 persen pada 14 Desember 2020 hingga 10 April 2021. 

Namun, selama berminggu-minggu menjelang 14 Agustus ketika varian Delta menyerang AS dan langsung mendominasi kasus, efektivitas vaksin turun hingga 66 persen. 

"Peneliti memperingati bahwa kemampuan vaksin untuk memberi perlindungan berkurang dari waktu ke waktu, dan perkiraan 66 persen ini didasarkan pada periode studi yang relatif singkat dengan sedikit infeksi," tulis laporan AFP, Rabu (25/8/2021). 

Temuan sementara ini menunjukkan pengurangan cukup berarti dalam efektivitas vaksin Covid-19 mencegah infeksi, tapi vaksin masih dianggap sangat baik untuk diterima karena angka penambahan kasus baru semakin minim. 

"Sejumlah penelitian kini telah menyimpulkan bahwa kemanjuran vaksin memang telah menurun terhadap varian Delta, meski angka penuruannya berbeda antarstudi," menurut laporan tersebut. 

Salah satu manfaat besar yang dihasilkan vaksin Covid-19 yakni kasus penyakit parah terus menurun dan CDC mencatat 90 persen masyarakat yang sudah divaksin mengaku terlindungi dari paparan virus corona. 

Studi CDC lain yang dilakukan di Los Angeles, dirilis pada Selasa lalu yang dilakukan sejak 1 Mei hingga 25 Juli, menunjukkan orang yang tidak divaksin 29,2 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit dengan penyakit Covid-19, daripada yang divaksinasi. 

Varian Delta mendominasi kasus Covid-19 di banyak negara di dunia. Menurut makalah terbaru yang diterbitkan di jurnal Virological, jumlah virus yang ditemukan pada tes pertama pasien dengan varian Delta sebanyak 1.000 kali lebih tinggi daripada pasien dengan varian awal Covid-19.

Editor: Dyah Ayu Pamela

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut