Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kemenkes Konfirmasi Dokter Andito Mohammad Wibisono Meninggal Dunia akibat Campak
Advertisement . Scroll to see content

Virus Campak Bisa Menyerang Orang Dewasa, Ini Gejala Khasnya!

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:29:00 WIB
Virus Campak Bisa Menyerang Orang Dewasa, Ini Gejala Khasnya!
Ilustrasi orang dewasa terinfeksi virus campak. (Foto: Ilustrasi AI)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Kematian dokter muda bernama dr Andito Mohammad Wibisono akibat campak menjadi alarm bagi semua orang. Virus campak bisa menular ke orang dewasa, tidak hanya anak-anak.

Ya, jika Anda berpendapat bahwa penyakit campak adalah penyakit anak-anak, faktanya tidak demikian. Dokter Andito meninggal akibat campak dengan komplikasi pneumonia.

Menurut Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kementerian Kesehatan Aji Muhawarman, orang dewasa bisa terinfeksi campak salah satunya karena belum vaksin atau belum terinfeksi campak sebelumnya. Karenanya, vaksin campak pada orang dewasa pun diperlukan untuk mencegah penyakit.

"Orang dewasa yang belum pernah vaksin atau belum pernah terinfeksi campak memiliki risiko tinggi mengalami komplikasi serius dan berakibat fatal," ujar Aji dalam keterangan tertulis yang diterima iNews.id, Minggu (29/3/2026).

Menjadi pertanyaan sekarang, apa gejala khas campak yang perlu diwaspadai? Simak pembahasan selengkapnya hanya di artikel ini.

Gejala Campak pada Orang Dewasa

Secara umum, gejala campak pada anak-anak dan orang dewasa tidak ada perbedaan. Sebab, virus penyebab penyakitnya sama. Hanya saja, ada beberapa gejala khas yang bisa diwaspadai, antara lain:

- Demam tinggi secara tiba-tiba, badan lemas, sakit kepala, nafsu makan menurun, batuk kering, dan pilek

- Muncul bintik putih kecil keabu-abuan dengan lingkaran merah di dalam mulut, beberapa hari sebelum ruam kulit muncul

- Ruam datar (makulopapular) muncul 3-4 hari setelah demam, dimulai dari garis rambut di belakang telinga, lalu menyebar ke leher, badan, tangan, dan kaki

- Mata berair, merah, dan sangat sensitif terhadap cahaya

- Pada beberapa kasus disertai diare atau muntah

"Campak pada orang dewasa umumnya lebih parah dibandingkan campak pada anak-anak, karena disertai komplikasi seperti pneumonia dan ruam yang bertahan lama sekitar 5-7 hari atau lebih," ujar laporan Mayo Clinic.

Menjadi catatan penting bahwa Anda disarankan segera ke rumah sakit jika demam sangat tinggi seperti di atas 39 derajat celcius, dan tidak turun dengan obat.

"Segera ke dokter jika demam disertai sesak napas, linglung, kejang, atau ruam tidak menyebar tetapi kondisi tubuh memburuk," tambah laporan kesehatan tersebut. 

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut