Warning! 400 Ribu Anak Muda Indonesia Sakit Diabetes
JAKARTA, iNews.id – Diabetes tidak lagi identik dengan penyakit yang menyerang lansia. Kini, penyakit kronis tersebut semakin banyak ditemukan pada usia produktif, bahkan di bawah 45 tahun.
Data terbaru BPJS Kesehatan mengungkapkan, sekitar 400 ribu peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) berusia di bawah 45 tahun telah terdiagnosis diabetes melitus. Angka tersebut berasal dari total 285 juta peserta JKN.
Direktur BPJS Kesehatan, Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito mengatakan meningkatnya jumlah penderita diabetes di usia muda menjadi perhatian serius. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pencegahan melalui penerapan pola hidup sehat.

Ya, pola hidup sehat menjadi salah satu kunci agar tubuh tetap bugar dan terhindar dari penyakit. Langkah preventif atau pencegahan ini penting dipromosikan ke masyarakat, sehingga kasus diabetes pada anak muda tidak bertambah banyak.
Upaya preventif yang dilakukan BPJS Kesehatan salah satunya adalah menggelar acara Fun Run yang diharapkan dapat meningkatkan minat olahraga pada generasi muda.
"Kegiatan ini utamanya adalah promotif preventif untuk mencegah hipertensi dan diabetes pada usia muda, membantu program pemerintah, membantu program Kemenkes untuk promotif preventif karena biaya kesehatan akan rendah kalau kita mencegah penyakit," kata Prihati saat menghadiri kegiatan Fun Run Health di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (28/6/2026).
Diabetes melitus merupakan penyakit yang terjadi ketika kadar gula darah terlalu tinggi akibat tubuh tidak menghasilkan insulin yang cukup atau tidak dapat menggunakan insulin secara efektif.
Dalam beberapa tahun terakhir, kasus diabetes pada usia muda terus meningkat. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti pola makan tinggi gula dan lemak, kurangnya aktivitas fisik, obesitas, hingga kebiasaan begadang yang dapat mengganggu metabolisme tubuh.
Selain itu, faktor keturunan juga dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami diabetes, terutama jika disertai gaya hidup yang tidak sehat.
Untuk menekan risiko diabetes, masyarakat dianjurkan mulai menerapkan gaya hidup sehat sejak usia muda. Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
Prihati menegaskan bahwa pencegahan jauh lebih efektif dibandingkan mengobati penyakit yang sudah berkembang.
Pesan serupa juga disampaikan Duta Kehormatan BPJS Kesehatan, Raffi Ahmad. Ia mengajak generasi muda untuk tidak menunda memulai gaya hidup sehat karena penyakit kronis kini semakin banyak menyerang usia produktif.
"Hidup sehat itu jangan dimulai dari besok, besok, besok. Dimulai dari saat ini juga. Apalagi untuk anak-anak muda terutama, karena sehat itu mahal, sehat itu penting. Jadi dari usia dini, dari anak-anak muda untuk generasi muda, makanan sehat penting, hidup pola sehat penting, tidur cukup penting," tutur Raffi Ahmad.
Editor: Muhammad Sukardi