Waspada Child Grooming, Modus Pelecehan Seksual pada Anak
JAKARTA, iNews.id - Isu pelecehan terhadap anak sangat marak terjadi di tengah masyarakat. Hal ini tentu menjadi perhatian serius, terutama bagi para orang tua.
Salah satu modus pelecehan seksual pada anak yakni child grooming. Itu merupakan modus pelaku pelecehan dengan cara mendekati hingga memanipulasi anak-anak.
Bahkan, tak jarang pelaku grooming memaksa anak-anak untuk melakukan tindakan seksual.
Tindakan ini tentu menimbulkan dampak buruk bagi mental korban. Mereka akan merasa trauma berkelanjutan, depresi, cemas, emosional, dan masalah mental lainnya.
Deretan Sekolah Anak Artis Berharga Fantastis, Punya Ragam Fasilitas Mewah Ini
Bacaleg DPR RI Dapil Kalimantan Barat I Partai Perindo, Erma Suryani Ranik, SH, MH turut menyoroti masalah ini. Dia mengatakan, fenomena child grooming ini memang sangat mengkhawatirkan.
Apalagi, banyak orang yang tidak paham bahwa usia di bawah 18 tahun masih disebut anak-anak. "Mereka masih dilindungi oleh undang-undang perlindungan anak. Kalau sampai terlibat pelecehan seksual, pelaku harus dihukum," kata Erma seperti dikutip dari Podcast Aksi Nyata bertajuk 'Child Grooming, Modus Baru Pelecehan Seksual Terhadap Anak', Jumat (6/10/2023).
Profil dan Biodata Kiesha Alvaro, Artis Muda yang Ikuti Jejak Pasha Ungu sang Ayah
Erma mengakui perkembangan media sosial juga berpengaruh pada gaya hidup anak-anak. Mereka tidak sungkan untuk tampil live di media sosial hingga mengundang pelaku kejahatan untuk bertindak buruk.
Sebab itu, Erma mengimbau kepada para orang tua untuk terus mengawasi anak-anaknya saat bermain media sosial. Selain itu juga orang tua memberikan edukasi kepada anak-anak tentang kekerasan dan pelecehan seksual.
5 Artis Lebih Pilih Tinggal di Yogyakarta, dari Rio Febrian hingga Zaskia Adya Mecca
"Menurut saya, orang tua harus lebih banyak mendidik anak-anak untuk mengingatkan tentang bahaya anak terpapar media sosial. Terus juga mesti punya kesadaran khusus, waspada harus tetap," ujar dia.
Editor: Siska Permata Sari