Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Jumlah Penderita Diabetes di Indonesia Jutaan Orang, Ahli Kesehatan: Butuh Penanganan Khusus
Advertisement . Scroll to see content

Waspada, Ini 4 Bahaya Tersembunyi dari Diabetes

Rabu, 11 April 2018 - 18:37:00 WIB
Waspada, Ini 4 Bahaya Tersembunyi dari Diabetes
Diabetes bisa menyebabkan depresi. (Foto: YouTube)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Diabetes merupakan salah satu penyakit tak menular. Meski begitu, diabetes dapat merembet ke penyakit-penyakit berbahaya lainnya, seperti gangguan ginjal, depresi, hingga kardiovaskular.

Tak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia, diabetes tipe 1, diabetes tipe 2, hingga diabetes melitus, juga bisa menyerang kaum muda. Disebabkan oleh kadar gula darah yang meningkat secara kronis, diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada tubuh Anda.

Namun, kabar baiknya adalah mengelola diabetes dan menjaga gula darah Anda tetap terkontrol, ternyata dapat membantu mencegah atau menunda komplikasi serius. Mulai dari kerusakan saraf atau neuropati, seperti neuropati perifer yang ditandai dengan mati rasa, kesemutan, dan nyeri di tangan dan kaki, gagal ginjal atau nefropati, dan masalah penglihatan.

Selain itu, ternyata ada beberapa bahaya lain yang tersembunyi dari penyakit diabetes. Apa saja? Yuk, simak selengkapnya seperti dirangkum iNews.id dari Verywell Health, Rabu (11/4/2018).

Komplikasi pada Kulit

Mempunyai penyakit diabetes membuat Anda lebih rentan terkena berbagai penyakit, salah satunya penyakit kulit. Mulai dari infeksi jamur, infeksi bakteri, kulit gatal, hingga penyakit kulit serius seperti kulit yang lepuh, aterosklerosis, digital sclerosis, dan eruptive xanthomatosis.

Komplikasi Jantung

Salah satu komplikasi yang kompleks dan berbahaya bagi mereka yang memiliki diabetes adalah komplikasi jantung atau gangguan pada kardiovaskular. Jika Anda menderita diabetes, risiko Anda terkena penyakit jantung, terutama penyakit jantung koroner (PJK) dua kali lebih banyak dari populasi lainnya. Tekanan darah tinggi dan peningkatan risiko stroke juga merupakan komplikasi diabetes.

Alasannya, kadar gula darah yang tinggi sangat berkorelasi dengan disfungsi endotel, suatu kondisi di mana lapisan endotel atau lapisan dalam pembuluh darah tidak berfungsi normal. Selain itu, plak yang terbentuk dalam pembuluh darah orang yang diabetes selama proses aterosklerosis mungkin berbeda dari plak yang terlihat pada orang yang tidak menderita diabetes.

Plak pada penderita diabetes cenderung mengandung lebih banyak lipid daripada biasanya dan lebih banyak makrofag (sel inflamasi). Perbedaan inilah yang tampaknya membuat plak pada penderita diabetes lebih rentan pecah dan hal ini memicu adanya sindrom koroner akut.

Komplikasi pada Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer terjadi ketika aliran darah di kaki Anda terhambat karena penumpukan deposit lemak di arteri. Artinya, penyakit ini meningkatkan risiko serangan jantung atau stroke.
Selain diabetes, faktor risiko utama untuk penyakit arteri perifer yakni berusia di atas 50 tahun, merokok, kurang gerak, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, obesitas, riwayat penyakit jantung, stroke, atau pernah mengalami serangan jantung.

Diabetes dan Depresi

Tak hanya penyakit pada fisik saja yang disebabkan oleh diabetes, tetapi juga mental penderita. Penelitian menemukan bahwa memiliki diabetes dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap depresi. Namun, penelitian lain menunjukkan, depresi dapat menyebabkan diabetes tipe 2.

Meskipun diabetes tampak menjadi penyakit tak menular yang berbahaya, namun banyak cara untuk mencegah daripada mengobati. Caranya dengan menjaga kadar gula darah Anda, menjaga pola hidup sehat, olahraga rutin, dan hindari konsumsi makanan tak sehat.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut