Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Campak Lebih Agresif daripada Covid-19? Ini Faktanya!
Advertisement . Scroll to see content

Waspada, Ini Perbedaan Tuberkulosis dan Virus Corona

Selasa, 24 Maret 2020 - 13:38:00 WIB
Waspada, Ini Perbedaan Tuberkulosis dan Virus Corona
Biasakan konsumsi makanan sehat agar bebas dari penyakit. (Foto: AFP)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Tanggal 24 Maret diperingati sebagai Hari Tuberkulosis Sedunia. Ini untuk membangun kesadaran umum tentang wabah Tuberkulosis serta usaha-usaha untuk mengurangi penyebaran wabah tersebut.

“Tanggal 24 Maret 1882 merupakan tanggal di mana Dr Robert Koch, seorang ilmuwan mengumumkan bahwa dia telah menemukan penyebab dari penyakit Tuberkulosis, yakni Mycobacterium tuberculosis,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan dr Wiendra Waworuntu, MKes dalam konferensi pers Hari Tuberkulosis Sedunia di Jakarta, Selasa (24/3/2020).

Tahun ini, Hari Tuberkulosis Sedunia bersamaan dengan penyebaran pandemi virus corona baru (Covid-19). Sama halnya dengan virus corona, tuberkulosis juga terjadi di hampir seluruh dunia.

“Persamaan antara tuberkulosis (TBC) dengan Covid-19 adalah penularannya yang melalui percikan ludah dan bisa berasal dari orang yang tak mempunyai gejala,” kata dr Wiendra.

Baik TBC dan virus korona juga sama-sama mempengaruhi saluran pernapasan, terutama paru-paru. Namun, ada perbedaan antara TBC dan virus corona. Berikut perbedaannya seperti dirangkum iNews.id, Selasa (24/3/2020).

Statistik

Secara angka, TBC dan virus corona memiliki perbedaan yang cukup signifikan. Beban TBC di seluruh dunia mencapai 10 juta/tahun, sementara beban virus corona hanya 179.836 per 16 Maret. Namun, angka tersebut bisa berubah, mengingat kecepatan penularan virus corona.

Proses masuk ke dalam tubuh

Bakteri penyebab TB masuk dalam tubuh melalui saluran pernapasan. Berbeda dengan virus corona yang masuk ke dalam tubuh melalui kontak pada permukaan, terutama pada mata, hidung, dan mulut.

Durasi penyebaran

TBC merupakan epidemi yang bergerak lambat, dan data di-update per trimester atau triwulan. Berbeda dengan virus corona yang telah menjadi pandemi dengan penyebaran cepat sehingga membutuhkan data harian.

Gejala

Kebanyakan orang yang terinfeksi dengan bakteri yang menyebabkan tuberkulosis tidak memiliki gejala. Tetapi ketika gejala terjadi, biasanya berupa batuk yang kadang-kadang ada bercak darah, penurunan berat badan, berkeringat di malam hari, dan demam.

Sementara virus corona baru juga bisa muncul tanpa gejala. Tetapi jika muncul berupa demam, batuk kering, dan sesak napas.

Editor: Tuty Ocktaviany

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut