Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Covid-19 Naik Lagi, Partai Perindo: Tetap Tenang, tapi Jangan Lengah!
Advertisement . Scroll to see content

Waspada Risiko Gejala Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Lakukan 4 Hal Ini untuk Pencegahan 

Minggu, 24 Juli 2022 - 14:12:00 WIB
Waspada Risiko Gejala Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5, Lakukan 4 Hal Ini untuk Pencegahan 
Ilustrasi pasien terkena Omicron. (Foto: istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Indonesia saat ini tengah kembali menghadapi lonjakan kasus Covid-19. Hal ini disinyalir karena munculnya subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 yang diyakini menular lebih cepat.

Menurut pakar kesehatan, subvarian BA.4 dan BA.5 ini memiliki gejala yang relatif ringan. Lantas apa saja gejala dua subvarian Omicron tersebut?

Melansir dari Times of India, Minggu (24/7/2022), gejala yang dirasakan saat terpapar subvarian Omicron itu di antaranya demam tinggi, batuk, hidung tersumbat, pilek, dan kelelahan. Gejala tersebut biasanya berlangsung lebih dari 2-3 hari.

“Gejalanya dimulai dengan demam, tenggorokan sakit atau gatal, nyeri tubuh, kelelahan, diikuti oleh batuk dan iritasi tenggorokan,” kata Satish Koul, Direktur Penyakit Dalam Fortis Memorial Research Institute, seperti dikutip dari Times of India, Minggu.

Meski gejalanya relatif ringan, tetapi masyarakat diimbau untuk tetap tidak lengah. Sebab, subvarian Omicron ini juga lebih cepat menular, sehingga menyebabkan lonjakan kasus di sejumlah negara di dunia.

Data baru dari para peneliti di Beth Israel Deaconess Medical Center, dari Harvard Medical School mengungkap, subvarian ini dengan mudah lolos dari respons kekebalan. Baik itu kekebalan dari antibodi usai terinfeksi Covid sebelumnya, maupun bagi yang telah divaksinasi dan bahkan bagi yang telah mendapat suntikan booster.

Oleh karena itu, penting melakukan 4 cara berikut ini untuk mencegah terkena subvarian Omicron:

1. Tes Covid-19

Orang dengan gejala yang disebutkan tadi perlu melakukan tes diri mereka sendiri dengan menganggapnya sebagai tanggung jawab. Ini dapat membantu melacak varian baru dan mengambil tindakan yang diperlukan untuk menghentikan penyebarannya.

2. Menjaga kebersihan

Mencuci tangan dan menggunakan handsanitizer telah membantu mengendalikan penyebaran infeksi secara luas. Seseorang harus selalu menghindari menyentuh wajah atau memakan apapun dengan tangan tanpa membersihkannya dengan benar. Saat berada di tempat umum, Anda perlu sering mencuci tangan untuk menghindari virus.

3. Mengenakan masker

Beberapa penelitian telah membuktikan efektivitas masker dalam membatasi penularan COVID. Ketika vaksinasi adalah masa depan, masker berfungsi sebagai perlindungan paling efektif terhadap COVID yang menyebabkan virus corona.

4. Vaksinasi dan booster

Sejauh ini, vaksinasi adalah perawatan medis paling efektif yang tersedia untuk melawan infeksi COVID. Vaksinasi telah efektif dalam mengendalikan penyebaran infeksi dan tingkat keparahan yang disebabkan oleh infeksi.

Editor: Elvira Anna

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut