40 Alat Musik Tradisional Indonesia dari Berbagai Daerah, dari Angklung hingga Kolintang
JAKARTA, iNews.id - Alat musik tradisional Indonesia dari berbagai daerah merupakan salah satu bentuk warisan budaya yang harus dilestarikan secara turun temurun.
Alat musik tradisional biasa kita temukan di berbagai penampilan kesenian dari suatu daerah. Adapun kesenian ini dapat berupa tari-tarian, lagu, hingga instrumen alat musik.
Sebagai warga negara Indonesia, sudah sepatutnya kita untuk mengenal keragaman budaya negeri ini, termasuk alat musik tradisional yang berasal dari berbagai daerah.
Inilah ulasan mengenai alat musik tradisional Indonesia dari berbagai daerah dirangkum berbagai sumber, Kamis (26/10/2023).
Pengertian Alat Musik Tradisional
Seperti disebutkan di awal, alat musik tradisional merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun.
Menurut Ketut Wisnawa (2020) pada bukunya yang berjudul Seni Musik Tradisi Nusantara, jenis-jenis sumber bunyi alat musik tradisional dibedakan menjadi empat, yakni:
- Aerophone merupakan kelompok atau jenis alat musik yang bunyinya bersumber dari udara
- Membranophone adalah kelompok atau jenis alat musik yang bunyinya berasal dari kulit, membran, plastik, dan selaput
- Chordophone yakni alat musik yang bersumber bunyi dari senar atau tali
- Idiophone yaitu alat musik yang bunyinya bersumber dari alat musik itu sendiri
1. Sarune Kale (Nanggroe Aceh Darussalam)
Sarune Kale adalah alat musik tradisional yang berasal dari Nanggroe Aceh Darussalam. Cara memainkan alat musik jenis aerofon ini yakni ditiup layaknya sebuah seruling.
2. Saluang (Sumatera Barat)
Saluang merupakan alat musik tradisional khas Sumatera Barat. Ala musik aerofon ini bentuknya hampir menyerupai seruling. Lalu, alat musik yang memiliki nama lain Pupuik Batang Padi ini memainkanya dengan cara ditiup.
3. Aramba (Sumatera Utara)
Aramba adalah salah satu alat musik tradisional dari Pulau Nias, Sumatera Utara. Alat musik jenis idiofon ini merupakan alat musik tradisional yang bunyinya berasal dari alatnya itu sendiri.
4. Serangko (Jambi)
Serangko yakni alat musik tradisional yang jadi ciri khas Jambi. Alat musik yang terbuat dari tanduk kerbau ini juga dapat dijadikan sebagai alat memberikan peringatan bencana alam kepada warga sekitar.
5. Gedang Panjang (Kepulauan Riau)
Gendang Panjang dikenal sebagai alat musik tradisional Kepualuan Riau. Alat musik berbentuk silider ini memainkannya dengan cara ditepuk.
6. Gendang Melayu (Bangka Belitung)
Bangka Belitung memiliki alat musik tradisional daerah yang dinamakan Gendang Melayu. Alat musik satu ini dinamakan tersebut lantaran provinsi itu masih kental akan budaya dari Melayu.
7. Akordeon (Sumatera Selatan)
Akordeon merupakan alat musik tradisional Indonesia yang tercipta dari peleburan budaya luar. Alat musik yang bentuknya seperti piano ini dimainkan dengan cara menggendong dan meniupnya.
8. Doll (Bengkulu)
Doll dikenal sebagai alat musik tradisional khas Bengkulu. Cara memainkan alat musik berbentuk drum kecil ini yaitu memukul permukaannya menggunakan sepasang stik kecil.
9. Bende (Lampung)
Bende adalah alat musik tradisional berbentuk seperti gong yang berasal dari daerah Lampung. Berbagai pentas seni biasanya diiringi oleh alat musik satu ini, salah satunya pada Tari Sigeh Penguten.
10. Doli-doli (Sumatera Utara)
Selain Aramba, Sumatera Utara memiliki satu alat musik tradisional lainnya, yakni Doli-doli. Alat musik yang terbuat dari kayu dan disusun sejajar ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan alat pemukul kayu.
11. Tehyan (DKI Jakarta)
Tehyan adalah alat musik tradisional khas daerah DKI Jakarta. Adapun cara memainkan alat musik yang mirip seperti biola ini yakni digesek.
12. Pantun Bambu (Banten)
Pantun Bambu merupakan alat musik tradisional dari Banten. Alat musik yang terbuat dari bahan dasar bambu berdiameter rata-rata 10 cm, panjang 80 cm, beruas dua dengan lubang di tengah dan berlidah disayat dengan tiga buah senari ni dimainkan dengan cara dipukul atau diketuk
13. Angklung (Jawa Barat)
Angklung termasuk alat musik tradisional yang telah dikenal luas masyarakat Indonesia dan dunia. Alat musik yang terbuat dari bambu ini dimainkan dengan cara digoyangkan menggunakan tangan.
14. Gamelan (Jawa Tengah)
Gamelan adalah alat musik tradisional Jawa Tengah. Alat musik yang terbuat dari kuningan atau batu ini kerap ditemui di berbagai pentas kesenian, seperti pementasan wayang.
15. Gendang (Yogyakarta)
Gendang merupakan alat musik tradisional khas Yogyakarta yang cukup populer di masyarakat. Alat musik yang terbuat dari kayu dan terdapat lapisan lunak kulit ini cara memainkannya menggunakan telapak tangan.
16. Bonang (Jawa Timur)
Bonang adalah alat musik tradisional Jawa Timur. Alat musik yang mirip seperti gamelan ini biasa dijumpai di pertunjukan seni wayang kulit, wayang golek, dan wayang orang.
17. Sasando (NTT)
Di NTT terdapat salah satu alat musik tradisional yakni Sasando. Cara memainkan alat musik yang berbuat dari daun lontar melengkung ini dimainkan dengan cara dipetik.
18. Serunai (NTB)
Serunai merupakan alat musik tradisional aerofon khas NTB yang dimainkan degan cara ditiup. Serunai biasa dimainkan setelah acara panen padi atau begabah yang menjadi ciri khas Sumbawa.
19. Cengceng (Bali)
Cengceng adalah alat musik tradisional yang berasal dari Bali. Alat musik yang bentuknya menyerupai topi kecil berumbai ini dimainkan dengan cara menepuk dua logam secara bersamaan.
20. Panting (Kalimantan Selatan)
Beralih ke Kalimantan, di daftar ini ada alat musik tradisional dari Kalimantan Selatan, yakni Panting. Alat musik yang mirip dengan gitar ini dimainkan dengan cara dipetik.
Selain itu, orang yang memainkan alat musik Panting adalah masyarakat Banjar.
21. Japen (Kalimantan Tengah)
Japen adalah alat musik tradisional Kalimantan Tengah yang bentuknya menyerupai kecapi, gitar, atau mandolin. Alat musik chordphone ini dimainkan dengan melibatkan gerakan tangan dan koordinasi motorik yang baik.
22. Tuma (Kalimantan Barat)
Salah satu alat musik tradisional khas Kalimantan Barat adalah Tuma. Alat musik yang bentuknya mirip seperti gendang ini dimainkan dengan cara ditepuk menggunakan telapak tangan.
23. Sampe (Kalimantan Timur)
Sampe merupakan alat musik tradisional khas Kalimantan Timur. Alat musik yang terbuat dari kayu dan bentuknya mirip dengan gitar ini dimainkan dengan cara dipetik.
24. Jatung Utang (Kalimantan Utara)
Jatung Utang adalah salah satu alat musik tradisional Suku Dayak Kenyah di Kalimantan Utara. Biasanya alat musik yang dibuat dari bahan dasar kayu ini digunakan sebagai alat pengiring upacara adat dan tari suku Dayak.
25. Kecapi Mandar (Sulawesi Barat)
Kecapi Mandar merupakan alat musik tradisional petik khas Sulawesi Barat. Alat musik ini memiliki bentuk seperti kecapi ini dimainkan dengan cara dipetik.
26. Ladolado (Sulawesi Tenggara)
Ladolado adalah alat musik tradisional dari Sulawesi Tenggara. Fungsi alat musik yang dimainkan dengan cara digesek ini yakni digunakan untuk mengiringi upacara adat, seperti posuo dan buton.
27. Keso (Sulawesi Selatan)
Keso merupakan alat musik tradisional dari daerah Sulawesi Selatan. Alat musik yang bentuknya mirip Rebab ini suaranya bersumber dari dua dawai. Dawai tersebut terbuat dari balu'bu' (Bahasa Toraja) yakni benang-benang kasar berwarna hitam yang melekat pada pohon Enau.
28. Ganda (Gorontalo)
Di Gorontalo terdapat alat musik tradisional bernama Ganda. Alat musik yang bentuknya mirip seperti gendang ini cara memainkannya yakni ditepuk lapisan lunaknya menggunakan tangan.
29. Talindi (Sulawesi Tengah)
Talindi adalah alat musik tradisional asal Sulawesi Tengah. Alat musik yang terbuat dari kayu, tempurung kelapa, dan senar ini mengeluarkan suara saat senarnya dipetik.
30. Kolintang (Sulawesi Utara)
Kolintang merupakan alat musik tradisional asal Sulawesi Utara yang terbuat dari papan kayu. Adapun cara menggunakan alat musik satu ini yakni dipukul. Tiap lempengan akan mengeluarkan bunyi khas.
31. Fu (Maluku Utara)
Fu adalah alat musik tradisional asal Maluku Utara. Alat musik ini terbilang unik, sebab terbuat dari kulit kerang. Suara yang dihasilkan bersumber dari lubang yang ditiup.
32. Arababu (Maluku)
Arababu merupakan alat musik gesek yang berasal dari Maluku. Alat musik yang memiliki satu senar ini memiliki bentuk yang panjang.
33. Tifa (Papua)
Papua terdapat salah satu alat musik tradisional bernama Tifa. Adapun cara memainkannya yakni dipukul permukaannya menggunakan telapak tangan.
34. Guoto (Papua Barat)
Papua Barat memiliki alat musik tradisional bernama Guota. Alat musik yang memainkannya dengan cara dipetik ini terbuat dari kulit lembu dan kayu.
35. Atowo (Papua)
Papua memiliki satu alat musik tradisional lainnya, yakni Atowo. Alat musik yang bentuknya miripi dengan darbuka dari Arab ini dimainkannya dengan cara dipukul.
36. Caklemong (Bengkulu)
Alat musik tradisional daerah selanjutnya adalah Caklemong. Cara memainkan alat musik yang berasal dari Bengkulu ini membutuhkan pemukul kecil yang terbuat dari kayu.
37. Genggong (Bali)
Bali memiliki satu alat musik tradisional lainnya, yaitu Genggong. Alat musik yang terbuat dari bambu ini dimainkan dengan cara meletakkannya di mulut untuk ditiup dan disangga.
38. Burdah (Sumatera Selatan)
Burdah adalah alat musik tradisional khas Sumatera Selatan. Alat musik yang memiliki nama lain Gendang Oku ini dimainkan dengan cara dipukul.
39. Rebab (Jawa Barat)
Rebab merupakan salah satu alat musik gesek tradisional yang berasal dari Jawa Barat. Alat musik yang dimainkannya dengan cara digesek ini digunakan sebagai pengiring musik pada pertunjukan seni, seperti tarian jaipong dan wayang golek.
40. Gendang (Jawa Barat)
Gendang adalah salah satu alat musik tradisional yang terdapat pada musik gamelan. Alat musik yang terbuat dari kulit dan kayu ini dimainkan dengan cara memukulnya menggunakan tangan.
Nah, itulah alat musik tradisional Indonesia dari berbagai daerah. Semoga informasi ini bermanfaat bagi kamu ya!
Editor: Johnny Johan Sompotan