Adrian Yunan Masih Terima Royalti dari Efek Rumah Kaca: Pencatatannya Paling Rapi
JAKARTA, iNews.id - Mantan pemain bass Efek Rumah Kaca (ERK), Adrian Yunan, masih menerima royalti dari karya-karya yang pernah diciptakan bersama band tersebut. Meski sudah tidak lagi aktif sebagai personel ERK, hak ekonomi dari lagu-lagu yang masih banyak didengarkan tetap mengalir kepadanya.
Adrian mengungkapkan pembagian royalti di internal Efek Rumah Kaca berjalan secara transparan. Dia bahkan memuji pencatatan administrasi yang dilakukan rekan-rekannya, terutama vokalis sekaligus gitaris ERK, Cholil Mahmud.
"Royaltinya masih berasa, justru dari Efek Rumah Kaca. Sebenarnya ada LMK (Lembaga Manajemen Kolektif), tapi pencatatan yang masih rapi justru dari Efek Rumah Kaca, dari teman-teman, dari Cholil," ujar Adrian Yunan saat berbincang di Kios Ojo Keos, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Menurut Adrian, royalti tersebut berasal dari sejumlah lagu Efek Rumah Kaca yang hingga kini masih sering diputar dan didengarkan. Beberapa di antaranya merupakan lagu dari album pertama ERK.
katanya.
Selain dari platform digital, Adrian juga masih memperoleh hak ekonomi melalui performing right atau hak pertunjukan ketika lagu-lagu tersebut dibawakan Efek Rumah Kaca di atas panggung.
"Ada (royalti panggung), performing right. Memang tidak terlalu besar, tapi alhamdulillah. Selama Efek Rumah Kaca masih berjalan, performing right-nya masih terasa. Digital juga terpengaruh karena Efek Rumah Kaca masih konser," ujar Adrian.
Bagi Adrian, keberlangsungan royalti tersebut menjadi hal penting untuk kehidupannya sebagai musisi. Dia juga mengapresiasi keterbukaan dan ketelitian rekan-rekannya dalam mencatat serta membagikan hak ekonomi dari karya yang pernah mereka buat bersama.
Hubungan baik itu tetap terjaga meski Adrian sudah tidak lagi menjadi bagian aktif dari Efek Rumah Kaca. Dia sebelumnya memutuskan hengkang dari band tersebut karena kondisi kesehatan yang dialaminya.
Royalti dari karya-karya lama pun menjadi salah satu bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam perjalanan Efek Rumah Kaca. Terlebih, sejumlah lagu yang dia ikut tulis masih memiliki pendengar hingga saat ini.
Editor: Dani M Dahwilani