Big 3 KDI 2018 Lolos Semua, Begini Reaksi Abi, Delima & Mus Brother
JAKARTA, iNews.id - Malam Big 3 Kontes Dangdut Indonesia (KDI) 2018 berlangsung seru semalam. Ketiga kontestan tampil luar biasa dan membuat juri, serta penonton terpukau.
Hasil poling pun sangat ketat. Abi, Delima, dan Mus Brother hanya selisih satu poin. Hingga di ujung acara, penentuan siapa yang harus terjemput atau lanjut ke babak berikutnya. Bagusnya penampilan membuat juri memutuskan bahwa semalam tak ada yang terjemput dan semuanya lolos ke babak berikutnya.
"Mengucap syukur kepada Allah SWT diberi tanggung jawab besar, serta semangat optimistis ke babak selanjutnya. Enggak menyangka, kita awalnya merasa tidak yakin. Kita kan 1.600 orang lebih, kita tuh masih pesimistis banget. Cuma alhamdulillah sampai tiga besar. Padahal kita sampai 10 besar sudah senang, tapi ini sudah masuk tiga besar di luar ekspktasi kita," ujar Mus Brother sambil bersyukur saat berkunjung ke Redaksi iNews.id, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (18/9/2018).
Sama halnya dengan Mus Brother, Abi juga mengucapkan syukur bisa lolos dan tampil kembali minggu depan. Dia mengaku deg-degan, khawatir dirinya atau Mus Brother dan Delima yang terjemput semalam.
"Bersyukur, bangga. Apalagi tadi malam deg-degan, takut ada yang pulang," ujarnya.
Semalam ketiga peserta mendapat tiga ujian yang harus dilewati. Namun, mereka mampu menjawab ujian tersebut dan memberikan penampilan yang maksimal. Bahkan, para juri seakan kaget dengan aksi panggung energik, serta olah vokal yang prima meski harus menari saat bernyanyi.
Bagi Delima, lolos hingga babak Big 3 semalam, menjadi hal yang luar biasa. Sama seperti peserta lainnya, mereka tak berekspetasi bisa sampai tiga besar dan menuju grand final.
"Awalnya mikir kalau masuk ke Jakarta sudah alhamdulillah. Tapi enggak tahunya masuk 25 besar, itu enggak nyangka. Habis itu lolos 10 besar saja, aku pikir enggak mungkin, bisa pulang saja. Enggak tahunya bisa sampai sini dan masuk tiga besar. Saya paling kecil dan cewek sendiri," ujarnya.
Editor: Adhityo Fajar