Haru, Rizky Febian Kenang Mendiang Ibunda di Panggung WMM Fest 2022
JAKARTA, iNews.id - Rizky Febian menjadi salah satu penyanyi yang tampil di gelaran Wirausaha Muda Mandiri (WMM) Fest 2022 hari kedua, pada Sabtu (10/12/2022). Acara ini digelar di Plaza Barat Senayan, Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta.
Di pergerakan itu, anak sulung komedian Sule itu berkesempatan menjadi penampil kedua setelah Goodnight Electric. Saat naik ke atas panggung, Rizky Febian tampil percaya diri dengan mengenakan setelan busana cokelat yang dikombinasikan dengan outer bernuansa hijau.
Tanpa basa-basi, kekasih penyanyi Mahalini tersebut langsung menggeber panggung dengan lagu hits-nya, 'Cukup Tau'. Setelah puas menyanyikan lagu tersebut, penyanyi yang akrab disapa Iky itu melanjutkan penampilannya lewat lagu Cuek.
"Selamat sore semuanya! Lagu selanjutnya mau nyindir buat orang-orang yang enggak pernah peka sama pasangannya," kata Rizky Febian dari atas panggung dan langsung menyanyikan single-nya itu.
Saat menyanyikan lagu itu, Rizky Febian tampak begitu atraktif dengan bergerak di atas panggung. Para penonton yang hadir pun terlihat bernyanyi dan berdansa bersama.
Kemudian Rizky Febian melanjutkan penampilannya dengan lagu Terlukis Indah. Kemudian, suasana mendadak haru saat Rizky Febian mengisahkan sebuah lagu tentang penyesalan.
Saat itu, Rizky Febian menceritakan penyesalan yang pernah dialami dalam hidupnya. Salah satunya tentang mendiang ibunda yang telah tiada.
"Saya pernah ada di titik penyesalan di hidup saya, pas meninggalnya mamah saya. Waktu itu saya sibuk kerja dan jarang ketemu, pas dia enggak ada, ngena banget karena belum bisa membahagiakan," ujar Rizky Febian dengan nada sendu.
Setelah itu, Rizky Febian kembali membawakan lagu-lagunya. "Saya pengen semoga lagu ini bisa bermanfaat bagi semua orang dan jangan sampai semua yang telah dilakukan menjadi sia-sia," katanya.
Rizky Febian lalu menyanyikan sejumlah hitsnya, seperti Hingga Tua Bersama, Indah Pada Waktunya, Seperti Kisah, Makna Cinta, Kesempurnaan Cinta dan ditutup dengan lagu Penantian Berharga.
Editor: Siska Permata Sari