Hasil Live Showcase Indonesian Idol XIV: Aruna Tampil Cute, BCL Beri Pujian!
JAKARTA, iNews.id - Penampilan Aruna di panggung Live Showcase Indonesian Idol XIV sukses mencuri perhatian para juri. Peserta asal Semarang itu membawakan lagu Akad milik Payung Teduh dengan aransemen yang lebih ceria.
Aruna tampil percaya diri di atas panggung besar yang menurutnya berbeda dari panggung biasa.
"Rasanya excited banget. Di sini tuh kayak beda banget sama panggung-panggung biasanya. Ini tuh gede banget," ujar Aruna usai tampil, Selasa (20/1/2026).
Bunga Citra Lestari (BCL) menjadi salah satu juri yang memberikan komentar positif atas karakter vokal Aruna. Ia menilai Aruna memiliki warna suara yang unik serta pembawaan yang rileks dan menggemaskan di atas panggung.
"Aku suka karakter suara kamu, it’s very unique. Gaya kamu nyanyi kelihatan percaya diri, gemesnya dapet, cute-nya dapet, very relaxed," kata BCL.
Namun BCL juga mengingatkan Aruna untuk lebih memperhatikan tempo lagu. Menurutnya, tempo 'kejar-kejaran' di beberapa bagian sempat mengganggu penampilan Aruna.
"Walaupun suara kamu enak dan karakternya kuat, tapi kalau temponya enggak pas, jadi agak keganggu. Tapi aku suka cara kamu membawakan diri di panggung, ada aura bintangnya," lanjut BCL.
Komentar serupa juga disampaikan Judika. Ia mengaku penasaran melihat Aruna tampil di panggung besar tanpa menonjolkan teknik yodel yang selama ini menjadi ciri khasnya.
"Menurut aku bagus, tapi harusnya bisa lebih bagus dari ini. Kayaknya kurang panas saja. Di belakang itu dinginnya minta ampun, adrenalin naik, jadi harus lebih fokus lagi," ujar Judika.
Untuk aksi panggung, Aruna mendapat pujian dari Soleh Solihun. Menurut Kang Soleh, Aruna mampu menghidupkan nuansa ceria dari lagu Akad yang telah diaransemen sedemikian rupa.
"Dia tahu bahwa dia bernyanyi bukan cuma buat kamera atau juri, tapi juga buat penonton," kata Soleh.
Aruna mengaku sudah melakukan pemanasan sejak pagi hari untuk teknik vokalnya. Terkait teknik yodel yang menjadi ciri khasnya, ia mengatakan sudah mempelajarinya setahun terakhir.
Editor: Muhammad Sukardi