Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kontingen SEA Games 2025 Tiba di Istana, bakal Dilepas Presiden Prabowo 
Advertisement . Scroll to see content

Ikut The Voice Indonesia, Ope ingin Wujudkan Impian dan Bahagiakan Ibu

Jumat, 21 Desember 2018 - 16:30:00 WIB
Ikut The Voice Indonesia, Ope ingin Wujudkan Impian dan Bahagiakan Ibu
Ope ingin bahagiakan orang tuanya. (Foto: Istimewa).
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Babak Blind Audition The Voice Indonesia semalam berlangsung sangat seru. Bahkan ada peserta yang sampai sujud syukur dan menangis ketika keempat coach menekan tombolnya.

Peserta tersebut adalah Taufik Hidayat asal Bali yang menyanyikan lagu Benci Untuk Mencinta yang dipopulerkan oleh Naif. Para coach memuji vokalnya yang unik sehingga mereka memperebutkan agar pemuda yang akrab dipanggil Ope ini masuk ke dalam timnya.

Ope mengenal musik sedari kelas 5 SD saat melihat kakaknya bermain gitar. Dia tertarik dan akhirnya belajar memainkan gitar hingga SMP dia diajak ngeband oleh kakaknya. Dari bermain gitar Ope pun diminta untuk mengisi drum, hal ini membuatnya belajar secara otodidak.

Kesukaannya akan musik membuat Ope terus bermain band saat kuliah. Dia bersama teman-temannya membentuk band kampus. Band ini berjalan hingga akhirnya vokalis memutuskan untuk keluar. Ope pun diminta untuk mengisi vokal, hal yang belum pernah ia lakukan selama bermusik.

Menurut temannya, suara Ope memiliki karakter, padahal tak pernah ada yang tahu dia bernyanyi sebelumnya. Di situlah awal mula Ope terjun ke dunia bernyanyi hingga saat ini.

Keikutsertaanya dia ajang The Voice Indonesia adalah untuk membahagiakan Mamaknya. Dia ingin membalas budi kepada ibunya yang selama ini telah merawatanya seorang diri. 2 tahun belakangan ini Sang Mamak dan Sang Kakak mulai merintis usaha, namun bangkrut karena ditipu orang yang akhirnya sampai sekarang Sang Mamak harus menanggung beban hutang yang lumayan banyak.

Itu sangat membuat Ope merasa sedih dan terpuruk beberapa waktu lalu. Karena tidak tega melihat Sang Mamak harus menghadapi semuanya sendiri, namun Ope bersyukur dengan adanya kondisi ini dirinya menjadi sadar dan tahu tugas sebagai seorang anak laki-laki yang harus bertanggung jawab atas oang tuanya.

Peristiwa tragis mengubah hidup keluarga Ope. Dari kelas 6 SD Ayahnya telah lebih dulu dipanggil Allah SWT, Ayahnya meninggal dunia karena kecelakaan dan pada saat kejadian itu Ope pun berada di dalam mobil tersebut bersama keluarga yang lain. Hal ini membuat Ope trauma dan hingga sekarang belum bisa mengendarai mobil.

Ope memiliki impian besar yang ingin sekali diwujudkannya sejak kecil. Dia berharap bisa berkontribusi di belantika musik Indonesia dan memperdengarkan karya ciptaannya kepada semua orang. Dengan bergabung di tim Coach Armand yang memiliki pengalaman banyak, tentunya sebuah jalan untuk menuju impian telah terbuka.

Editor: Adhityo Fajar

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut