Indonesia Bakal Gelar Lomba Paduan Suara Tingkat Dunia di 2026
JAKARTA, iNews.id - Indonesia akan menggelar festival paduan suara tingkat dunia, Penabur International Choir Festival (PICF) 2026. Ajang dua tahunan yang dihelat sejak 2013 ini akan digelar pada 6-12 September 2026.
Event tersebut akan mempertemukan pecinta paduan suara dari usia dini, anak, remaja, hingga dewasa dari berbagai belahan dunia untuk belajar bersama lewat workshop sekaligus berkompetisi.
Peluncuran PICF 2026 digelar di The Resonanz Music Studio, Balai Resital Erlangga, Jakarta Selatan, Sabtu (13/9/2025). Musisi Avip Priatna, pendiri Jakarta Concert Orchestra (JCO), Batavia Madrigal Singers (BMS), dan The Resonanz Children’s Choir (TRCC), kembali dipercaya sebagai art director.
“PICF adalah wadah untuk mengembangkan bakat generasi muda dan tempat berekspresi bagi semua kelompok paduan suara sesuai minat serta kemampuannya,” ujar Avip.
Dia menuturkan, 2026 akan menghadirkan konsep yang lebih segar. “Kami mempertahankan standar internasional dengan menghadirkan juri-juri berpengalaman dari berbagai negara, sekaligus menambahkan satu kategori baru yaitu ensemble vocal untuk mengakomodasi kelompok paduan suara kecil,” katanya.
Avip mengungkapkan, kompetisi ini akan menyuguhkan 15 kategori lomba, mulai dari musik klasik, pop, hingga musik sakral, tanpa lagu wajib agar peserta lebih kreatif. “Kami hanya memberikan arahan standar, misalnya kategori paduan suara campuran harus menampilkan dua lagu dengan periode tertentu. Kami menghindari lagu wajib supaya tidak membosankan dan peserta punya kebebasan menampilkan karya terbaik mereka,” ujar Avip.
PICF 2026 menargetkan 100 slot paduan suara pilihan dengan dua kategori besar : school categories (Kindergarten, Primary, Junior High, Senior High School) dan general categories (Children’s Choir, Mixed Youth Choir, Mixed Choir, Equal Voices, Folklore, Music of Religion, Pop & Jazz Choir, Gospel & Spiritual, hingga Ensemble Choir). Tahun sebelumnya, peserta dari Filipina turut meramaikan festival ini. Tahun depan diharapkan semakin banyak negara yang bergabung.
“Festival ini merupakan salah satu upaya mengoptimalkan potensi setiap peserta didik, bukan hanya di bidang akademis, tetapi juga non-akademis seperti paduan suara. Choir menjadi wadah yang menantang anak-anak untuk berkreasi, berkolaborasi dan bekerja sama,” ujar Kenny Lim, Ketua BPK Penabur Jakarta.
Kenny menjelaskan, kehadiran peserta mancanegara penting agar siswa-siswa Indonesia dapat mengasah kemampuan dan tampil lebih baik. “Kami mengundang peserta dari berbagai negara supaya kemampuan siswa kita bisa terus terasah dan mereka dapat belajar bersaing di level global,” katanya.
Dia menyebutkan PICF 2026 tidak hanya menjadi panggung kompetisi, tetapi juga sarana pembelajaran keterampilan abad ke-21 yang mencakup critical thinking, creativity, communication, collaboration, character, dan citizenship (6C).
“Tangguh, berlatih keras, dan disiplin menjadi syarat utama agar bisa tampil dengan performa terbaik. Aspek kerja sama, komunikasi, kreativitas dan karakter yang baik sangat penting untuk menciptakan kekompakan dalam sebuah tim paduan suara,” kata Kenny.
Editor: Dani M Dahwilani