Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : 4 Musisi Cabut dari Tur Ed Sheeran usai Macklemore Dikeluarkan gegara Pro-Palestina
Advertisement . Scroll to see content

Kronologi Lengkap Ed Sheeran Diboikot gegara Diduga Pro-Israel hingga Buang Macklemore dari Tur

Rabu, 16 September 2026 - 09:01:00 WIB
Kronologi Lengkap Ed Sheeran Diboikot gegara Diduga Pro-Israel hingga Buang Macklemore dari Tur
Musisi Ed Sheeran diboikot gegara diduga pro-Israel. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Musisi dunia Ed Sheeran tengah menjadi sorotan setelah muncul seruan boikot terhadap rangkaian tur Loop Tour miliknya. Polemik tersebut bermula dari keputusan mencoret rapper Macklemore dari sisa tur setelah sang musisi menyuarakan dukungan terhadap Palestina di atas panggung.

Keputusan itu kemudian memicu efek domino. Empat musisi yang masih dijadwalkan tampil dalam rangkaian tur Ed Sheeran, yakni Finneas, Aaron Rowe, Lukas Graham, dan Beoga, memilih mundur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.

Di tengah situasi tersebut, kelompok pro-Palestina bahkan menyerukan agar tur Ed Sheeran diboikot. Salah satu seruan datang dari Palestinian Campaign for the Academic and Cultural Boycott of Israel (PACBI), yang meminta Ed Sheeran membatalkan konsernya.

Lantas, bagaimana awal mula kontroversi ini hingga Ed Sheeran akhirnya menjadi sasaran boikot? Simak informasi selengkapnya hanya di artikel ini. 

Kronologi Lengkap Ed Sheeran Diboikot gegara Diduga Pro-Israel

4 September 2026: Macklemore Serukan “Free Palestine

Polemik bermula ketika Macklemore tampil sebagai salah satu pengisi acara pembuka konser Ed Sheeran di MetLife Stadium, New Jersey.

Dalam penampilannya, Macklemore secara terbuka menyuarakan dukungan terhadap masyarakat Palestina. Ia menyerukan “Free Palestine” dan menyebut masyarakat di Gaza hingga Tepi Barat yang diduduki tidak dilupakan.

Macklemore kemudian membawakan lagu Hind’s Hall, karya yang dirilisnya pada 2024 sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan pro-Palestina. Penampilannya juga disertai visual mengenai Gaza dan demonstrasi pro-Palestina. 

Macklemore juga menyampaikan bahwa kritik terhadap pemerintah Israel, apartheid, dan tudingan genosida tidak seharusnya dipandang sebagai kritik terhadap masyarakat Yahudi.

Pernyataan tersebut langsung memicu reaksi dari sejumlah kelompok yang mengecam sikap Macklemore.

6 September: Tuntutan Macklemore Dikeluarkan dari Tur

Dua hari setelah penampilan tersebut, Israeli-American Council (IAC) menyerukan agar Macklemore dikeluarkan dari sisa rangkaian Loop Tour.

IAC bahkan membuat petisi yang ditujukan kepada Ed Sheeran dan pihak penyelenggara tur. Mereka mempersoalkan penggunaan panggung konser untuk menyampaikan pesan politik mengenai konflik Israel-Palestina.

IAC menyatakan konser Ed Sheeran seharusnya bukan menjadi ruang untuk kampanye politik. Mereka juga meminta pihak tur menetapkan batasan yang jelas mengenai penggunaan panggung oleh musisi pendukung.

Dengan munculnya tuntutan tersebut, nama Ed Sheeran mulai terseret langsung ke dalam kontroversi.

Sejumlah Venue Ikut Menolak Macklemore

Persoalan kemudian berkembang dari petisi menjadi masalah penyelenggaraan konser.

Sejumlah venue yang menjadi lokasi konser Ed Sheeran dilaporkan menyatakan keberatan jika Macklemore tetap berada dalam daftar pengisi acara. Promotor Messina Touring Group kemudian menghadapi ancaman pembatalan konser apabila Macklemore tetap tampil.

Salah satu tokoh yang paling banyak disebut dalam polemik tersebut adalah Robert Kraft, pemilik Gillette Stadium sekaligus pemilik New England Patriots.

Kraft kemudian mengonfirmasi bahwa Macklemore tidak akan tampil di Gillette Stadium. Pihak Kraft menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan apa yang mereka anggap sebagai retorika dan gambaran antisemitisme dalam sejumlah tindakan atau pernyataan Macklemore.

Macklemore sendiri kemudian mengatakan bahwa tekanan dari pemilik venue menjadi faktor utama dirinya dikeluarkan dari tur.

14 September: Macklemore Resmi Dicoret

Macklemore akhirnya tidak lagi menjadi bagian dari sisa rangkaian tur Loop Ed Sheeran di Amerika Serikat.

Pencoretan itu terjadi setelah sejumlah venue disebut menolak menggelar konser apabila Macklemore masih berada dalam lineup. Messina Touring Group kemudian mengambil keputusan untuk mengeluarkannya demi memastikan konser tetap berjalan.

Macklemore kemudian buka suara mengenai pencoretan tersebut. Ia mempertahankan sikapnya dalam menyuarakan dukungan terhadap Palestina.

Bagi Macklemore, persoalan tersebut bukan sekadar kehilangan jadwal tampil, tetapi juga menyangkut kebebasan seniman untuk menyampaikan pandangan mengenai isu kemanusiaan.

15 September: Ed Sheeran Buka Suara

Setelah kontroversi semakin besar, Ed Sheeran akhirnya memberikan penjelasan.

Pelantun Shape of You tersebut membantah anggapan bahwa dirinya secara langsung mengeluarkan Macklemore dari tur.

Ed Sheeran mengatakan keputusan tersebut merupakan keputusan promotor dan venue, bukan dirinya.

“Macklemore coming off tour was the promoter’s decision, it was not mine,” tulis Ed Sheeran dalam pernyataannya, dikutip Rabu (16/9/2026).

Ed mengaku selama sekitar satu pekan berusaha menjadi penengah dan mencari solusi agar Macklemore tetap dapat tampil. Namun, keputusan venue dan promotor pada akhirnya tidak dapat diubah.

Ed juga mengatakan dirinya menghormati Macklemore dan kebebasannya untuk menyuarakan keyakinan.

Di sisi lain, Ed Sheeran menegaskan dirinya memilih tidak menjadikan konser sebagai panggung politik. Ia ingin pertunjukannya menjadi ruang yang dapat dinikmati penonton dari berbagai latar belakang.

Empat Musisi Kompak Cabut

Penjelasan Ed Sheeran ternyata tidak menghentikan kontroversi.

Justru beberapa jam setelah Ed memberikan pernyataan, empat musisi yang menjadi pengisi acara dalam rangkaian turnya mengumumkan pengunduran diri.

Mereka adalah Finneas, Aaron Rowe, Beoga, dan Lukas Graham. Keempatnya menyatakan solidaritas terhadap Macklemore dan mengkritik situasi yang mereka pandang sebagai pembungkaman terhadap suara pro-Palestina.

Finneas secara terbuka mengatakan dirinya berdiri bersama Palestina dan rakyatnya.

Sementara Aaron Rowe mengaku keputusan tersebut tidak mudah karena memiliki hubungan dekat dengan Ed Sheeran. Namun, ia merasa perlu mengambil sikap berdasarkan latar belakang sejarah Irlandia.

Band Irlandia Beoga juga ikut mundur. Mereka merupakan band pengiring Ed Sheeran sekaligus salah satu bagian penting dalam pertunjukan langsungnya.

Lukas Graham kemudian menjadi musisi keempat yang meninggalkan tur.

Keputusan mereka membuat seluruh pengisi acara pendukung yang tersisa dalam rangkaian tur tersebut akhirnya mundur sebagai bentuk solidaritas kepada Macklemore.

Ed Sheeran Mulai Diboikot

Setelah Macklemore dikeluarkan dan empat musisi meninggalkan tur, tekanan terhadap Ed Sheeran berkembang menjadi seruan boikot.

PACBI, bagian dari gerakan BDS, menyerukan agar Ed Sheeran membatalkan rangkaian konsernya. Kelompok tersebut menilai pencoretan Macklemore karena menyuarakan “Free Palestine” merupakan bentuk pembungkaman terhadap ekspresi pro-Palestina.

Seruan tersebut kemudian mendapat dukungan dari sejumlah pihak yang menilai Ed Sheeran seharusnya mengambil sikap lebih tegas mengenai persoalan Palestina.

Di media sosial, sebagian pendukung Palestina juga mulai mengkritik Ed karena tetap melanjutkan tur setelah Macklemore dikeluarkan.

Inilah yang kemudian melahirkan narasi bahwa Ed Sheeran diduga berada di pihak pro-Israel atau dianggap memberikan ruang kepada tekanan kelompok pro-Israel.

Namun, tudingan tersebut perlu ditempatkan sebagai klaim dari pihak yang mengkritik Ed Sheeran, bukan fakta yang telah dibuktikan.

Ed Sheeran Bantah Terlibat Langsung

Di tengah tudingan tersebut, Ed Sheeran tetap menyatakan bahwa pencoretan Macklemore bukan keputusan pribadinya.

Ia mengatakan dirinya telah berusaha mencari jalan keluar setelah sejumlah venue menolak Macklemore. Namun, karena kontrak Macklemore berada dengan promotor, keputusan akhir berada pada pihak promotor dan venue.

Ed juga tidak menyatakan dirinya menentang Palestina. Sebaliknya, ia mengatakan dirinya prihatin terhadap penderitaan akibat konflik Israel-Palestina.

Sikap Ed lebih berfokus pada keinginannya untuk tidak menggunakan panggung konser sebagai ruang politik.

Polemik Kini Berubah Menjadi Isu Kebebasan Berekspresi

Kasus ini akhirnya berkembang jauh melampaui persoalan pergantian musisi pembuka.

Di satu sisi, kelompok yang mendukung pencoretan Macklemore menilai panggung konser tidak seharusnya digunakan untuk menyampaikan pesan politik yang dianggap sepihak.

Di sisi lain, Macklemore dan empat musisi yang meninggalkan tur melihat persoalan tersebut dari sudut pandang kebebasan berekspresi dan hak seniman menyuarakan penderitaan warga sipil.

Ed Sheeran sendiri mengambil posisi berbeda dengan memilih tidak menjadikan konsernya sebagai platform politik.

Dengan demikian, kronologi kontroversi ini bermula dari pidato pro-Palestina Macklemore, berlanjut dengan tekanan agar dirinya dikeluarkan, kemudian pencoretan dari tur, mundurnya empat musisi, hingga akhirnya muncul seruan boikot terhadap Ed Sheeran.

Sementara tudingan bahwa Ed Sheeran pro-Israel muncul dari interpretasi dan kritik terhadap sikapnya setelah Macklemore dikeluarkan. Ed sendiri membantah bahwa dirinya yang mengambil keputusan tersebut dan tidak menyatakan dukungan kepada Israel.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut