Mau Jajal Profesi Sound Engineer, Ini Keahlian yang Perlu Dimiliki
JAKARTA, iNews.id - Profesi sound engineer tentu sudah tak asing di Indus hiburan, khususnya musik. Sound engineering adalah bidang yang penting di industri musik modern.
Sound engineer bertanggung jawab untuk menciptakan, merekam, mengedit, dan memproses suara agar terdengar optimal sesuai dengan kebutuhan artis atau klien.
Sound engineer menjadi profesi yang cukup menjanjikan di industri musik Indonesia. Hal itu juga diikuti dengan banyaknya studio rekaman dan perusahaan produksi.
Lantas, apa saja sih keahlian yang harus dimiliki untuk menjadi seorang sound engineer?
Deretan Artis Indonesia Jebolan Ajang Pencarian Bakat di Luar Negeri, Nomor 4 Dipuji Seksi oleh Bintang Hollywood
Hal tersebut dipaparkan Sound Engineer MNC Radio Network Muhammad Nur Fajriansyah. Dia mengatakan, keahlian pertama yang harus dimiliki adalah bisa bermain instrumen alat musik.
“Karena untuk membuka pengetahuan dia mengetahui frekuensi. Harus peka frekuensi gitar, dari situ ke bass, drum, dan vokal. Makanya 98 persen basicnya dari anak band yang lebih banyak jadi sound engineering,” kata Fajriansyah seperti dikutip dari Podcast Aksi Nyata Bertajuk ‘Mengenal Profesi Sound Engineer dan Perannya di Industri Kreatif’, Selasa (25/7/2023).
5 Artis Cantik Kepincut Pesona Atlet, Nomor 4 Tetap Menikah meski Beda Agama
Selain itu, menjadi seorang engineer harus fasih mendengar beberapa speaker. Sebab, saat di lapangan, akan menemukan alat-alat dengan kualitas suara yang berbeda.
“Karena setiap merk kualitas suaranya beda jadi harus tahu alatnya agar bisa sinkronisasi,” ujar dia.
Intip Potret Diana Pungky Artis Lawas Era 80-an, Awet Muda Jelang Usia 50 Tahun hingga Dipuji Mirip Barbie
Fajriansyah mengaku, seorang sound engineer pasti pernah membuat karya yang monoton. Namun dia memiliki siasat untuk mengatasi hal itu.
“Pertama audio itu intinya balik lagi ke informasi, misanya indormasi artikulasinya jelas nggak sih, ada yang harus diulang nggak, baru mikriin estetik. Gue utamain isi pesannya dulu. Kalau VO-nya (voice over) udah aman baru estetiknya,” katanya.
Editor: Siska Permata Sari