Nasib Musisi Lawas Indonesia: Terhimpit Masalah Ekonomi hingga Menderita Penyakit Ganas
JAKARTA, iNews.id - Terkuak nasib musisi lawas Indonesia yang hidupnya kini terbilang cukup memprihatinkan. Banyak dari mereka yang terhimpit masalah ekonomi atau menderita penyakit mematikan.
Padahal dulunya, para musisi tersebut memiliki karier mentereng di blantika musik tanah air.
Namun karena tidak mendapat apresiasi atau royalti yang layak dari sejumlah musik yang telah diciptakan, mereka pun harus menjalani hari tuanya seperti demikian.
Hal itu pula yang akhirnya membuat Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) tergerak untuk memberikan donasi di awal tahun 2022. Adapun lima musisi yang dimaksud, seperti dilansir iNews.id dari situs DJKI pada Sabtu (12/11/2022) adalah sebagai berikut.
Jimmie Manopo adalah pentolan band legendaris The Rollies dan Jimmie Manoppo Band. Ia juga pernah merilis album solo bertajuk ‘Album Perdana’ pada tahun 1980 yang akhirnya melejitkan namanya.
Namun sayangnya, kondisi sang musisi saat ini begitu membuat penggemar merasa cemas. Jimmie Manopo diketahui baru saja menjalani prosedur medis berupa amputasi kaki akibat penyakit diabetes yang dideritanya.
Rudy Rampengan adalah pencipta lagu-lagu hits di tahun 80-an dan 90-an. Beberapa lagu ciptaannya adalah Jerit Anak Manusia yang dipopulerkan oleh Nicky Astria, Hati Seteguh Karang oleh Jamal Mirdad, Adu Kamu yang dinyanyikan oleh Rano Karno, dan masih banyak lagi.
Alih-alih hidup berkecukupan dari royalti lagu-lagu yang diciptakannya, Rudy Rampengan kini justru terhimpit masalah ekonomi.
Ia bahkan hanya tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana.
Di masa mudanya, Andi Mapajalos telah menciptakan ratusan lagu. Lagu-lagu tersebut termasuk lagu Jumpa Pertama yang dipopulerkan oleh Chrisye.
Namun kehidupan Andi Mapajalos di masa tua tidak seindah yang dibayangkan. Ia diketahui terhimpit masalah ekonomi. Tak berhenti di situ, ia bahkan tidak bisa beraktivitas dengan normal usai terkena penyakit stroke.
Iskandar adalah musisi di balik terciptanya lagu Bulan Depan Ke Penghulu yang dinyanyikan oleh Nia Daniaty, Cinta yang Ternoda oleh Iis Dahlia, hingga Untuk Apalagi yang dipopulerkan oleh Rano Karno. Meskipun demikian, ia juga mengalami keterpurukan ekonomi di hari tuanya.
Iskandar bahkan hanya tinggal di rumah kontrakan yang sangat sederhana. Tak hanya itu, ia juga sempat menderita penyakit jantung dan stroke sebelumnya.
Agoes Djumhari adalah keyboardist populer yang sempat berjaya di Indonesia. Tak hanya di dalam negeri, ia bahkan sempat dikontrak untuk melayani keluarga Kerajaan Brunei Darussalam.
Sama seperti musisi-musisi lainnya, Agoes Djumhari juga terhimpit masalah ekonomi di masa senjanya. Ia bahkan diketahui hanya tinggal di sebuah rumah petak kontrakan di kawasan Jakarta Selatan.
Itulah nasib musisi lawas Indonesia yang terbilang cukup memprihatinkan. Para musisi tersebut juga berharap agar masyarakat Indonesia lebih bisa menghargai karya seni untuk kedepannya.
Editor: Komaruddin Bagja