Punya Single Perdana, Glenn Samuel Bawa Nuansa Era 90-an
JAKARTA, iNews.id - Terhenti di babak Top 8 Indonesian Idol 2018, tak membuat seorang Glenn Samuel berhenti mengejar cita-citanya menjadi musisi. Usai tereliminasi di ajang pencarian bakat, Glenn tetap konsisten bermusik hingga mengeluarkan single perdananya, baru-baru ini.
Lagu 'Jadi Apa Lagi' menjadi single perdananya menyusul rekan-rekannya sesama karantina Idol 2018, seperti Marion Jola, Bianca Jodie, Ayu Putri Sundari, dan Ghea Indrawari yang telah memiliki single perdana setelah ajang Indonesian Idol kesembilan berakhir.
Di single perdana ini, Glenn mengatakan bahwa dirinya tetap berada di jalur genre yang dikenal di Idol, yaitu funk, RnB, dan pop. Dia juga menjelaskan, nuansa era 1990-an ini sangat kental di musiknya yang berkolaborasi dengan musisi Eka Gustiwana. Tak hanya musik, tetapi juga di segi video klip.
"Mengapa 90-an? Karena tema musik era 90-an itu lebih nyambung sama aku. Di Idol juga aku dikenal dengan musik yang funk seperti Bruno Mars, kayak gitu-gitu," kata Glen saat ditemui iNews.id, Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, baru-baru ini.
Single perdananya itu, kata Glenn, tak lepas dari karakternya selama di Idol, salah satunya adalah Rap-nya. Pun juga di lagu ini, Glenn memasukkan unsur Rap yang liriknya dibuat dengan bahasa Inggris.
"Aku ingin buat lagu Indonesia yang musiknya berbeda dengan musik-musik yang ada, tapi tak menghilangkan cita rasa yang bikin orang ingin dengar terus," kata dia.
Sementara itu di segi lirik, Glenn mengaku itu digarapnya sendiri dan dikerjakan selama tiga bulan sebelum benar-benar masuk ke dapur rekaman.
"Jadi ini single yang aku buat sendiri, story-nya juga berasal dari story line aku sendiri, berdasarkan kisah nyata," ucapnya.
'Jadi Apa Lagi', kata dia, menceritakan tentang seorang pria yang sudah lama dekat dengan seorang wanita yang diidamkan. Namun di tengah proses pendekatan itu, ada pria lain yang membuat si wanita berpikir dua kali untuk dekat dengan pria yang sebelumnya mendekati dia.
"Intinya tentang cinta segitiga sih," ujarnya.
Editor: Tuty Ocktaviany