Ratusan Karya Kreatif Musisi Muda Warnai Dare To Be The Next Superstar Season 2
JAKARTA, iNews.id – Ajang kontestasi karya musik dan seni visual bertajuk Dare To Be The Next Superstar (DTBTNS) Season 2 masuk babak penjurian. Tercatat ratusan karya dari kategori musik maupun visual art telah sampai ke meja dewan juri sejak pendaftaran ditutup pada 14 Maret 2022.
Selain animo yang tinggi, karya dari para peserta DTBTNS Season 2 ini dinilai semakin menarik, variatif, dan berkualitas. Perwakilan Supermusic, Nathaniel W Utomo, pada wartawan, Selasa (15/3/2022), mengatakan dari ratusan karya para finalis tersebut nantinya dikurasi dan akan mengikuti sesi coaching bersama para expert di masing-masing kategori.
“Kami mengapresiasi setinggi-tingginya untuk setiap karya yang telah masuk ke DTBTNS Season 2 ini. Meski proses submission sempat kami perpanjang karena situasi pandemi, ini justru memunculkan lebih banyak karya-karya yang menarik dan berkualitas di setiap kategori,” ujar Nathaniel.
Harapan yang tinggi terhadap para finalis juga diungkapkan Rekti Yoewono yang ditunjuk sebagai salah satu juri di kategori musik. Menurut vokalis The SIGIT ini, karya-karya yang semakin bervariatif dari para finalis diharapkan bisa menjadi angin segar bagi dunia musik Indonesia ke depan. Dia menyebut, para musisi muda berbakat ini perlu terus didorong agar semakin dikenal luas dan memiliki kesempatan berkembang.
“Seingat saya DTBTNS tahun lalu didominasi oleh musik pop, pop punk dan rock. Tahun ini saya perhatikan ada banyak band metal, bahkan ada musik electronic juga,” kata Rekti.
Rekti menambahkan, karya yang semakin beragam dan berkualitas di Dare To Be The Next Superstar Season 2, membuat para juri tertantang dan menjadi ekstra selektif untuk mengkurasi karya terbaik dari yang terbaik. Tak dipungkiri pula jika nantinya akan terjadi perdebatan alot di kursi juri.
“Cukup menantang buat para juri sepertinya ya. Saya sebisa mungkin tidak bias terhadap genre musik yang saya gemari saja. Untungnya banyak talenta menarik yang punya potensi untuk bisa dinikmati khalayak, tanpa memandang aliran musiknya,” ucap Rekti.
Hal senada diungkapkan Oom Leo yang menjadi juri di kategori visual art. Pria bernama asli Narpati Awangga ini mengaku harus menguras energi dan pikiran saat menilai karya-karya visual art yang kualitasnya di atas rata-rata.
“Antusiasme para peserta sangat luar biasa. Banyak yang cukup menyita perhatian baik dari segi teknis, konsep dan ide, serta artistik yang mengagumkan. Enggak cuma satu atau dua karya, banyak yang bikin gue kelimpungan untuk memilih kandidat juara DTBTNS Season 2 ini,” kata Oom Leo.
Pada fase penjurian, selain proses kurasi juga akan ada sesi coaching di mana para juri akan berbagi ilmu serta pengalaman mereka kepada para finalis DTBTNS Season 2. Rekti dan Oom Leo pun sudah menyiapkannya materi agar sesi ini berjalan stimulus dan menjadi bekal untuk finalis mengembangkan diri maupun karya mereka.
Di tahap coaching mendatang, Rekti pribadi akan lebih menekankan terkait performance karena merupakan poin penting bagi seorang performer. Mulai dari bagaimana cara menampilkan diri di atas panggung, hingga cara berkomunikasi yang tepat dengan audience. Kalau Oom Leo cenderung fokus kepada proses awal penggarapan sebuah karya visual art.
“Pendalaman konsep dan ide dasar penciptaan karya. Kalau untuk urusan teknis, nampaknya gak banyak yang harus dikulik lebih dalam. Karena skill rata-rata para finalis udah sangat oke banget,” timpal Oom Leo
Sementara itu, duo asal Jakarta bernama Wantang, salah satu peserta dari kategori musik mengatakan DTBTNS Season 2 adalah ajang yang tepat untuk musisi pendatang baru menjadi the next rising star. Menurut grup musik beranggotakan Bintang Gemilau dan Ridwan Hafidz ini, DTBTNS menjadi wadah aspirasi, sarana komunikasi dan berekspresi bagi seniman-seniman muda, khususnya di bidang musik & visual art.
Editor: Elvira Anna