Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Comeback, Momo Gesiha Bakal Manggung di Synchronize Fest 2026
Advertisement . Scroll to see content

Rayakan 1 Dekade, Synchronize Fest 2026 Bawa Semangat Musik Lintas Genre

Kamis, 01 Oktober 2026 - 14:16:00 WIB
Rayakan 1 Dekade, Synchronize Fest 2026 Bawa Semangat Musik Lintas Genre
Synchronize Fest 2026. (Foto: Ravie Wardani)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Sepuluh tahun perjalanan Synchronize Fest menjadi momentum untuk kembali melihat bagaimana festival musik tersebut berkembang bersama para pelaku dan penikmat musik di Indonesia. 

Memasuki satu dekade, Synchronize Fest 2026 akan membawa kembali semangat musik lintas genre yang sejak awal menjadi bagian penting dari perjalanannya.

Semangat tersebut terangkum dalam tagline 'It’s Not Just a Festival, It’s a Movement'. Bagi penyelenggara, Synchronize Fest tidak hanya menjadi ruang untuk menyaksikan penampilan musisi, tetapi juga tempat bertemunya berbagai genre, komunitas, generasi, hingga latar belakang musik yang berbeda.

Director Synchronize Fest, David Karto, mengatakan tema tersebut kembali diangkat setelah pihaknya melakukan refleksi terhadap perjalanan Synchronize Fest selama satu dekade.

"Setelah perayaan satu dekade, kami merasa harus kilas balik dan mengingat semua pergerakan kami. Kami mau belajar kembali untuk menyempurnakan 10 tahun atau 10 perayaan ke belakang. Kayaknya sudah saatnya kami kembalikan lagi bahwa it’s not just a festival, it’s a movement," ujar David Karto dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (30/9/2026).

Menurut David, perjalanan selama 10 tahun menjadi kesempatan untuk melihat kembali nilai yang sejak awal ingin dibawa Synchronize Fest. Salah satunya adalah membuka ruang bagi berbagai warna musik untuk hadir dalam satu perayaan.

Semangat tersebut juga dianggap relevan dengan kondisi penonton Synchronize Fest saat ini. Director of Communication Synchronize Fest, Aldila Karina, mengatakan regenerasi penonton membuat festival ini perlu kembali mengingatkan generasi muda mengenai alasan Synchronize Fest dibentuk.

"Sekarang Synchronize Fest didominasi dengan generasi yang jauh lebih muda, di mana mereka kala itu di tahun 2016 belum pernah datang. Kami membawa tema tersebut sebagai pengingat dan meneruskan message kenapa festival ini dibuat. Ini jadi penanda pengingat untuk generasi muda," tutur Dila.

Sejak awal, Synchronize Fest memang mencoba menghapus batas-batas yang memisahkan genre musik. Musisi dari berbagai skena ditempatkan dalam satu ruang sehingga penonton dapat menemukan pengalaman musik yang beragam.

"Dulu festival kan selalu berbicara tentang genre. Kami satukan semua genre-nya di Synchronize. Sekarang di saat semua sudah bersatu, kita jadikan Synchronize Fest sebagai perayaan persatuan. Tidak ada lagi klasifikasi level musisi komersial atau bawah tanah, semua menyatu," kata Dila.

Konsep tersebut kembali terlihat dalam rangkaian program Synchronize Fest 2026. Salah satunya melalui Emo Revival yang membawa kembali atmosfer skena emo dan post-hardcore era 2000-an.

Panggung tersebut akan menghadirkan Alone At Last, Friends Of Mine, Killed By Butterfly (2006 Era), Killing Me Inside Re:Union, Side-B (Thirteen 2009 Era), hingga The Side Project.

Tak hanya mengangkat nostalgia musik era 2000-an, Synchronize Fest 2026 juga memberikan ruang bagi musisi dari kawasan timur Indonesia melalui Timur Basudara.

Panggung ini akan mempertemukan Ecko Show, Silet Open Up, Toton Caribo, Jacson Zeran, Faris Adam, Fahmy Fay, Anadok, Bringin Home, DJ Desa, hingga Vendetta Rap.

Sementara itu, Reggae Gang akan menghadirkan suasana berbeda lewat penampilan Day Afternoon, Dhyo Haw, Momonon, Sejedewe, Uncle Djink & Fahmi Aziz, serta Varid Putra Mbah Surip.

Selain itu, terdapat pula panggung kurasi dan reuni unik yang mempertemukan musik dari berbagai era. ANTINRML menjadi salah satu nama yang masuk dalam rangkaian tersebut, bersama pertunjukan terkurasi di Gigs Stage, Panggung Getarrr, hingga Oleng Upuk.

Beragam program itu memperlihatkan upaya Synchronize Fest untuk mempertahankan karakter festival sebagai ruang pertemuan berbagai musik. Genre yang berbeda tidak ditempatkan sebagai batas, melainkan menjadi bagian dari satu perayaan.

Memasuki usia satu dekade, Synchronize Fest 2026 pun tidak hanya melihat perjalanan yang sudah dilalui, tetapi juga mencoba meneruskan semangat tersebut kepada generasi penonton berikutnya.

Melalui pertemuan musik lintas genre dan generasi, Synchronize Fest kembali menegaskan gagasan bahwa festival musik dapat menjadi ruang yang lebih luas bagi pertukaran karya, komunitas, dan kebudayaan.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut