Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Kenang Doddy Katamsi, Atiek CB: Musisi Super Energik dan Rocker Sejati!
Advertisement . Scroll to see content

Realita Musisi Muda Zaman Now, Jago Musik Ternyata Tak Cukup!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:47:00 WIB
Realita Musisi Muda Zaman Now, Jago Musik Ternyata Tak Cukup!
Bintang Muda Lokananta. (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Perjalanan menjadi musisi profesional di era sekarang tidak cukup hanya bermodal bakat dan kemampuan menciptakan lagu. Di tengah industri musik yang terus berkembang, musisi muda juga dituntut memahami proses produksi rekaman, distribusi karya, pengelolaan karier, hingga bisnis musik agar bisa bertahan dan bersaing.

Kemampuan bermusik memang menjadi modal utama. Namun, karya yang sudah selesai dibuat masih membutuhkan proses panjang agar bisa menjangkau pendengar dan membuka peluang karier bagi penciptanya.

Tantangan tersebut turut menjadi perhatian Lokananta, institusi rekaman musik bersejarah di Surakarta yang kini juga menjadi ruang pengembangan talenta baru. Melalui program Bintang Muda Lokananta (BML), musisi muda tidak hanya mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan bermusik, tetapi juga mengenal berbagai aspek di balik industri musik profesional.

CEO Lokananta Wendi Putranto mengatakan, menjaga warisan musik Indonesia tidak cukup hanya dengan merawat karya-karya dari masa lalu. Regenerasi musisi juga menjadi bagian penting agar industri musik terus melahirkan karya baru.

"Namun, bagi kami, merawat warisan musik bukan sekadar menjaga apa yang telah dihasilkan pada masa lalu, melainkan juga membuka jalan bagi lahirnya karya-karya besar berikutnya," ujar Wendi dalam keterangannya, Kamis (29/10/2026).

Menurut dia, talenta muda perlu mendapatkan bekal yang lebih luas agar dapat membangun perjalanan karier yang berkelanjutan. Bekal tersebut tidak hanya berupa kemampuan bermusik, tetapi juga pengetahuan, jejaring, dan kesempatan untuk berkembang di industri.

"Bintang Muda Lokananta adalah wujud nyata dari semangat tersebut. Kami ingin Lokananta menjadi tempat di mana talenta muda tidak hanya ditemukan dan direkam, tetapi juga dibekali pengetahuan, jejaring, serta kesempatan untuk membangun karier yang berkelanjutan," katanya.

Gambaran mengenai pentingnya pengalaman di luar kemampuan bermusik juga disampaikan Dwiki dari Barmy Blokes, band yang menjadi finalis Bintang Muda Lokananta Vol. 2. 

Dia menilai, pengalaman mengikuti program tersebut memberikan kesempatan bagi band yang sedang merintis perjalanan di industri musik untuk memperluas wawasan.

"Melalui rangkaian workshop, rekaman profesional, hingga tur promosi, program ini memberikan kesempatan untuk menambah wawasan, memperluas jaringan, dan mendapatkan pengalaman baru. Barmy Blokes menjadi salah satu band yang beruntung bisa menjalani proses tersebut," ujar Dwiki.

Pengalaman itu memperlihatkan bahwa perjalanan musisi tidak berhenti ketika sebuah lagu selesai direkam. Proses belajar, membangun relasi, dan memahami cara memperkenalkan karya kepada publik turut menjadi bagian dari perjalanan menuju industri musik profesional.

Tantangan Musisi Muda Membangun Karier

Kebutuhan untuk memahami berbagai aspek industri tersebut menjadi salah satu hal yang melatarbelakangi penyelenggaraan Bintang Muda Lokananta Vol. 3. Program yang digagas PT Perusahaan Pengelola Aset (Persero) atau PPA itu kembali dibuka untuk memberikan kesempatan kepada musisi dari Solo dan berbagai daerah di Indonesia.

Peserta akan melalui sejumlah tahapan, mulai dari kurasi, Lokananta Studio Gigs, mentoring bersama praktisi industri musik, rekaman profesional, perilisan karya, hingga tur promosi.

Dalam pelaksanaannya, program ini melibatkan sejumlah musisi dan profesional industri sebagai juri maupun mentor, di antaranya Iga Massardi, Lafa Pratomo, Kukuh Rizal, Endah Widiastuti, Ferry Dermawan, dan Satria Ramadhan.

Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa pengembangan musisi muda membutuhkan proses yang lebih menyeluruh. Selain mengasah kemampuan menciptakan dan membawakan lagu, mereka juga perlu mengenali proses produksi, memahami pengelolaan karier, serta mengetahui bagaimana karya dapat diperkenalkan kepada pendengar.

Direktur Utama PPA M Teguh Wirahadikusumah mengatakan, pengembangan talenta baru menjadi salah satu cara untuk menjaga agar Lokananta tetap memiliki peran dalam perkembangan industri musik Indonesia.

"Lewat BML, Lokananta kembali melakukan hal yang dulu membuatnya besar: menemukan musisi, merekam karya baru, dan membawanya ke publik," ujar Teguh.

Bagi musisi muda, tantangan berikutnya adalah menerapkan pengetahuan tersebut dalam perjalanan berkarya masing-masing. Sebab, kemampuan bermusik merupakan titik awal, sedangkan membangun karier membutuhkan proses belajar dan adaptasi yang terus berlangsung.

Bintang Muda Lokananta Vol. 3 membuka pendaftaran secara gratis pada 29 Oktober hingga 31 Desember 2026 melalui situs resminya. Program ini ditujukan bagi musisi dari Solo maupun berbagai daerah di Indonesia yang ingin mengikuti proses inkubasi dan pengembangan karier musik.

Di tengah persaingan industri yang terus berubah, kesempatan belajar dan memperluas pengalaman menjadi bagian dari perjalanan musisi muda. Bukan hanya soal seberapa baik sebuah lagu dimainkan atau diciptakan, tetapi juga bagaimana karya tersebut diproduksi, diperkenalkan, dan menjadi pijakan untuk membangun karier jangka panjang.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut