Rizky Febian Buka-bukaan soal Peluncuran Album Barunya
JAKARTA, iNews.id - Setelah sebelumnya membuat album kompilasi bersama beberapa temannya, kini Rizky Febian mengaku sedang mempersiapkan album barunya. Setengah lagu di album tersebut adalah buatannya. Dia pun meminta doa dari fans agar karyanya kali ini dapat diterima dengan baik.
Putra pertama dari komedian Entis Sutrisna ini mengaku, lagu dalam albumnya kali ini sudah ada. Kini, pihak manajemennya menunggu waktu yang pas untuk meluncurkan karya terbarunya ke masyarakat.
"Talent management cari waktu yang pas untuk keluarin. Benar-benar diteliti luar biasa, harus dipikirin. Jadi, enggak sembarangan," katanya di MNC Studios, Jakarta Barat, Selasa (28/8/2018).
Iki -sapaan akrab Rizky Febian- mengaku, albumnya kali ini masih menonjolkan warna musik yang selama ini diusungnya. Sebagian besar lagu dalam album kali ini akan bercerita tentang segala warna dalam kehidupan percintaan.
"Masih tentang musik Rizky Febian, tentang percintaan. Kalau perjalanan cinta seperti apa, rasa sedih seperti apa, sedih, sakit, diputusin, pahit, manis, buruk, tentang cinta," ucapnya.
Dirinya menampik bahwa lagu-lagunya kali ini merupakan ungkapan perasaan atau cerminan dari mahligai rumah tangga orangtuanya. Rizky merasa bahwa terlalu egois jika lagunya bercerita soal perceraian ayah dan ibunya, karena tak semua masyarakat memiliki cerita serupa.
"Enggak ada, saya berusaha universal yang ada di masyarakat. Saya egois dong, kalau universal kan mereka merasa 'gue banget ya'. Saya pikir seperti itu," ujarnya.
Walaupun sudah merintis karier sejak usia muda, pria 20 tahun tersebut tak merasa terbebani. Bahkan, dia bersyukur saat ini telah menjadi salah satu idola masyarakat dan meraih impiannya sebagai penyanyi profesional.
"Kalau saya, masa muda saya sangat tidak kepikiran nongkrong. Di umur 15 tahun, mikir gimana cara punya pekerjaan sendiri dan dapat yang terbaik, serta mampu membantu orangtua. Alhamdulillah bersyukur, menghilangkan masa remaja, enggak buat Iki rugi. Malah sekarang bisa bikin musik," katanya.
Editor: Tuty Ocktaviany