Sukses Tampil di Austria dan Hongaria, Alfred Young Sugiri Diundang Konser di Eropa 2027
JAKARTA, iNews.id - Pianis Indonesia Alfred Young Sugiri menorehkan prestasi di panggung musik klasik Eropa. Setelah sukses tampil di Wina, Austria, dan Hongaria, pianis asal Bandung tersebut mendapat undangan untuk kembali tampil dalam rangkaian konser orkestra dan chamber music di Eropa pada 2027.
Penampilan Alfred mendapat apresiasi dari sejumlah tokoh musik Indonesia, di antaranya pakar etnomusikologi dan kritikus budaya Franki Raden, maestro konduktor Addie MS, serta pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Mereka menilai keberhasilan Alfred menjadi terobosan penting bagi perkembangan musik klasik Indonesia di panggung internasional.
Franki Raden menilai pencapaian Alfred merupakan bentuk promosi yang membanggakan bagi Indonesia. Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kegigihan, kedisiplinan, dan kesiapan mental dalam menghadapi tantangan di panggung dunia.
"Bagi saya penampilan Alfred itu sebuah breakthrough, sebuah promosi yang luar biasa. Alfred bisa jadi role model. Kegigihannya luar biasa, tidak kalah dengan seorang bintang film yang harus menurunkan berat badan, jaga pola makan untuk tampil maksimal. Dia sangat mengerti tantangannya,” ujar Franki Raden dalam keterangannya dilansir Kamis (15/10/2026).
Dia secara khusus menyoroti penampilan Alfred saat membawakan karya Wolfgang Amadeus Mozart di Wina, kota kelahiran komponis legendaris tersebut. Menurut dia, tampil di kota yang memiliki sejarah panjang dalam perkembangan musik klasik membutuhkan keberanian dan kemampuan musikal yang mumpuni.
“Butuh nyali besar dan mental yang kuat. Tampil di Wina, dengan membawa karya Mozart, jelas Alfred tidak sedang main-main,” kata Franki.
Dia juga melihat Alfred sebagai salah satu pianis Indonesia yang berpotensi melanjutkan tradisi musisi Tanah Air di panggung internasional. Franki menilai keberhasilan Alfred dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda yang ingin menekuni musik klasik secara profesional.
Sebelumnya, Alfred Young Sugiri tampil di gedung pertunjukan legendaris ORF Radiokulturhaus (Großer Sendesaal), Wina, Austria, Kamis (1/10/2026).
Dalam penampilan tersebut, pianis kelahiran Bandung 1991 itu menjadi solis utama dengan membawakan Mozart Piano Concerto in A Major No. 23, K. 488 selama sekitar 30 menit tanpa jeda.
Alfred tampil bersama Hungarian State Symphony Orchestra of Szolnok di bawah arahan konduktor Everett McCorvey. Penampilan tersebut juga melibatkan violinis Maria Solozobova.
Aksi Alfred mendapat sambutan meriah dari sekitar 2.000 penonton. Pertunjukan itu diakhiri dengan standing ovation sebagai bentuk apresiasi atas penampilannya.
Sebelum tampil di Austria, Alfred lebih dahulu menggelar konser privat eksklusif di Hongaria pada 28 September 2026. Kedua penampilan tersebut menjadi bagian dari kiprahnya di panggung musik klasik Eropa.
Maestro konduktor sekaligus pendiri Twilite Orchestra, Addie MS, menilai keberhasilan Alfred tampil di panggung internasional merupakan hasil dari proses panjang. Menurutnya, pencapaian di tingkat dunia membutuhkan disiplin, konsistensi, dan kerja keras.
"Alfred dan musisi-musisi Indonesia lainnya yang berhasil di panggung dunia bisa dipastikan telah melalui proses panjang, tantangan, dan kerja keras. Tidak ada jalan pintas di panggung dunia," ujar Addie MS.
Addie juga menyoroti perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam industri musik. Dia menilai, kemajuan teknologi tidak serta-merta menghilangkan keistimewaan pertunjukan musik secara langsung.
Dalam konser langsung, penonton tidak hanya menikmati komposisi dan permainan nada, tetapi juga ekspresi, gerak tubuh, serta komunikasi emosional yang dibangun musisi di atas panggung.
Sebab itu, kemampuan seorang pianis dalam menghadirkan pengalaman artistik secara langsung tetap menjadi aspek penting dalam pertunjukan musik klasik.
Apresiasi juga disampaikan pianis dan komponis Ananda Sukarlan. Dia menilai Alfred memiliki karakter musikalitas yang kuat dan mampu menghadirkan interpretasi personal dalam memainkan sebuah karya.
Ananda mengapresiasi keterbukaan Alfred terhadap beragam genre, mulai dari musik klasik konvensional seperti karya Beethoven hingga jazz dan musik klasik kontemporer.
"Alfred membuat musik itu hidup, bukan seperti musisi klasik yang sekadar 'baca partitur dan dipencet nadanya'. Kalau cuma begitu, mesin sekarang sudah sangat akurat. Semua komponis membutuhkan musisi yang berintegritas dan memiliki nilai artistik tinggi yang mampu menginterpretasikan musik dengan gayanya sendiri. Saya selalu mengagumi cara Alfred memainkan karya saya dengan karakternya yang kuat," ujar Ananda Sukarlan.
Menurut Ananda, interpretasi dan karakter artistik merupakan bagian penting yang membedakan seorang musisi dari sekadar memainkan nada sesuai partitur. Kemampuan tersebut membuat sebuah komposisi dapat disampaikan dengan karakter dan emosi yang kuat kepada pendengar.
Dia berharap Alfred dapat terus berkarya dan memperluas kiprahnya, termasuk melalui pertunjukan di Indonesia.
"Dan saya sangat menunggu konser Alfred di Jakarta serta kota-kota lainnya di Indonesia, juga karya-karya besar dan indah yang dihasilkannya," kata Ananda.
Undangan konser Eropa pada 2027 menjadi kesempatan bagi Alfred kembali menunjukkan kemampuannya di panggung internasional. Dukungan para tokoh musik Indonesia juga diharapkan dapat mendorong semakin banyak musisi Tanah Air untuk mengembangkan potensi dan memperkenalkan karya mereka kepada penikmat musik dunia.
Editor: Dani M Dahwilani