10 Keutamaan Puasa Syawal Bagi Umat Islam, Nomor 5 Pahalanya Setara Setahun
JAKARTA, iNews.id - Keutamaan puasa Syawal bagi umat Islam sangat besar dan menjadi salah satu amalan yang paling dianjurkan pasca-Ramadhan. Puasa sunnah enam hari di bulan Syawal ini memiliki keistimewaan luar biasa, di mana Muslim yang mengerjakannya akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat berlipat ganda.
Berdasarkan tuntunan syariat, puasa Syawal ini baru boleh dikerjakan selepas tanggal 1 Syawal atau tepatnya mulai tanggal 2 Syawal hingga akhir bulan.
Puasa sunnah ini boleh dilaksanakan enam hari berturut-turut. Boleh juga dilakukan tidak berurutan asalkan masih berada di Bulan Syawal. Jumhur ulama yakni mazhab Syafi'i, Hanbali dan Hanafi menyatakan hukum berpuasa enam hari di bulan Syawal adalah sunnah. Sedangkan Mazhab Maliki menghukumi makruh.
Keutamaan ibadah yang pahalanya dilipatgandakan ini merupakan rahmat dari Allah SWt kepada umat Nabi Muhammad SAW. Sebab, umur umat Nabi SAW memang pendek-pendek tidak seperti umat para nabi sebelumnya yang panjang-panjang.
Jadwal Buka Puasa Hari Ini Banjarmasin 20 Maret 2026, Hari Terakhir Ramadhan
Umat Nabi SAW diberi rahmat serta anugerah Allah SWT yakni amal sedikit pahalanya banyak. Salah satu hikmahnya untuk menandingi dosa yang diperbuat.
1. Tanda meningkat iman dan takwanya karena itulah disebut “Syawal”, bulan peningkatan.
2. Menutupi kekurangan selama puasa Ramadlan.
3. Menjadi orang yang ikhlas, gemar dengan amal sunnah.
4. Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW sebagai sarana untuk menjadi umat terbaiknya.
5. Pahala Setara Satu Tahun
Salah satu keutamaan puasa enam hari di bulan Syawal adalah pahalanya yang setara dengan puasa selama satu tahun. Anggapan ini memiliki dalil yang shahih seperti disebutkan dalam hadits berikut:
من صام رمضان ثم أتبعه بست من شوال كان كصيام الدهر” رواه مسلم
“Barangsiapa yang telah melaksanakan puasa Ramadlan, kemudian dia mengikutkannya dengan berpuasa selama 6 (enam) hari pada bulan Syawal, maka dia (mendapatkan pahala) sebagaimana orang yang berpuasa selama satu tahun.” (HR. Imam Muslim).