Doa Malam Lailatul Qadar dan 9 Amalan Menjemput Kemuliaan 1.000 Bulan
JAKARTA, iNews.id - Doa Malam Lailatul Qadar dipanjatkan agar mendapat ampunan dan kemuliaan. Lailatul qadar merupakan malam yang paling dinanti umat Islam di Bulan Ramadhan karena keutamaannya melebihi 1.000 bulan.
Namun, kapan datangnya Lailatul Qadar tak seorang pun mengetahuinya. Nabi Muhammad SAW hanya mengisyaratkan dalam haditsnya untuk mencari lailatul qadar di 10 hari terakhir Ramadhan.
Rasulullah menganjurkan kepada umatnya untuk memperbanyak ibadah khususnya di 10 hari terakhir Ramadhan agar bisa mendapatkan anugerah Lailatul Qadar.
Dari Jabir ibnu Abdullah, bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:
«إِنِّي رَأَيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ فَأُنْسِيتُهَا وَهِيَ فِي العشر الأواخر من لياليها وهي طَلْقَةٌ بِلُجَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةٌ كَأَنَّ فِيهَا قَمَرًا لَا يَخْرُجُ شَيْطَانُهَا حَتَّى يُضِيءَ فَجْرُهَا»
Sesungguhnya aku telah melihat malam Lailatul Qadar, lalu aku dijadikan lupa kepadanya; malam Lailatul Qadar itu ada pada sepuluh terakhir (bulan Ramadan), pertandanya ialah cerah dan terang, suhunya tidak panas dan tidak pula dingin, seakan-akan padanya terdapat rembulan; setan tidak dapat keluar di malam itu hingga pagi harinya.
Dalam hadits lain yang diriwayatkan Imam Bukhori dari Aisyah Radhiya Allahu’anha. Rasulullah SAW bersabda:
“Carilah Lailatul Qadar di malam ganjil dari 10 malam terakhir di bulan Ramadan”. (HR Bukhori).
Ketua Aswaja NU Center Jombang, Ustaz Yusuf Suharto menjelaskan, kata “Laila” artinya adalah malam, sedangkan kata “Qadar” artinya ketentuan.
"Jadi Lailatu Qadar adalah malam ketentuan. Mengapa? Karena pada malam itu, Allah SWT menetapkan ketentuan segala macam urusan, hukum atau peraturan Allah, rizqi, ajal (batas usia semua orang), dan segala apa yang terjadi pada malam itu sampai Lailatul Qadar pada tahun yang akan datang," katanya dikutip iNews.id dari laman tebuireng.online.
Pada malam Lailatul Qadar atau Malam ketentuan-ketentuan Allah SWT juga melahirkan dan menampakkan kesemuanya itu kepada para malaikat, sekaligus memberikan tugas kepada mereka sesuai dengan fungsinya masing-masing, yaitu agar menulis apa-apa yang telah ditentukan oleh Allah SWT dalam masa tahun itu, dan Allah SWT mengenalkan mereka pada ketentuan-ketentuan tersebut.
"Maksudnya dalam pengenalan ketentuan Allah SWT itu bukan untuk merubahnya, karena ketentuan-ketentuan Allah SWT telah ditentukan pada zaman azali yakni sebelum terciptnya langit dan bumi," papar Ustaz Yusuf.
Lantas doa dan amalan apa saja menjemput Lailatul Qadar? Berikut bacaan doa dan sembilan amalan yang bisa dilakukan Muslim menjemput lailatul qadar:
1. Membaca Ayat Kursi
Menurut Ustaz Yusuf, bagi orang-orang yang kurang mampu untuk beribadah dalam waktu yang panjang di malam hari, hendaklah memilih bacaan-bacaan pendek yang mempunyai pahala besar, semisal ayat kursi. Ayat kursi merupakan ayat yang paling utama dalam Al Quran.
بِسم الله الرحمن الرحيم، اللهم اني اقدم اليك بين يدي كل نفس ولمـحمة وطرفة يطرف بها أهل المسوات وأهل الارض وكل شيء هو فى علمك كائن او قد كان أقدم اليك بين يدي، اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَلَا نَوْمٌ لَهُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِشَيْءٍ مِنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَاءَ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَلَا يَئُودُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ
Barang siapa membaca akhir surat al Baqarah di malam hari, maka ayat tersebut akan mencukupinya/menjaminya ia tercatat telah qiyamul lail.
لله مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ وَإِنْ تُبْدُوا مَا فِي أَنْفُسِكُمْ أَوْ تُخْفُوهُ يُحَاسِبْكُمْ بِهِ اللَّهُ فَيَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (284) آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ (285) لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا اكْتَسَبَتْ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَا إِنْ نَسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِنَا رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنْتَ مَوْلَانَا فَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
2. Membaca Surat az Zalzalah
Membaca surat Az Zalzalah satu kali pahalanya sebanding dengan membaca separuh dari al Qur’an. Dibaca 2 kali:
إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا (1) وَأَخْرَجَتِ الْأَرْضُ أَثْقَالَهَا (2) وَقَالَ الْإِنْسَانُ مَا لَهَا (3) يَوْمَئِذٍ تُحَدِّثُ أَخْبَارَهَا (4) بِأَنَّ رَبَّكَ أَوْحَى لَهَا (5) يَوْمَئِذٍ يَصْدُرُ النَّاسُ أَشْتَاتًا لِيُرَوْا أَعْمَالَهُمْ (6) فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ (7) وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ (8
3. Membaca surat Al Kafirun satu kali sama halnya membaca seperempat Al Qur’an, dibaca 4 kali.
قُلْ يَا أَيُّهَا الْكَافِرُونَ (1) لَا أَعْبُدُ مَا تَعْبُدُونَ (2) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (3) وَلَا أَنَا عَابِدٌ مَا عَبَدْتُمْ (4) وَلَا أَنْتُمْ عَابِدُونَ مَا أَعْبُدُ (5) لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ (6
4. Membaca surat al Ikhlas satu kali sama halnya membaca sepertiga Al Qur’an.
قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ , اللَّهُ الصَّمَدُ , لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ, وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ
5. Membaca Tasbih
Bacaan tasbih ini ringan diucapkan, berat dalam timbangan amal, disukai dzat yang maha rohman.
سبْحَانَ اللهِ وَالحَمدُ لله وَلاَ الَه إِلَا اللهُ وَاللهُ أَكْبَر
6. Membaca istighfar
Istighfar ini diampuni dosanya sebanyak mukmin dan mukminat sebanyak 27 kali.
استغفر الله للمؤمنين والمؤمنات
7. Membaca Selawat
Umat yang paling dikenal Nabi dan paling berhak mendapat syafaat beliau adalah mereka yang paling banyak membaca shalawat. Barang siapa membaca shalawat satu kali maka Allah menulisnya sepuluh kebaikan. Doa ini dibaca 100 kali.
اللهم صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْ
8. Membaca Kalimat Tahlil
Barang siapa membaca kalimat ini tiga kali setiap malam, maka seolah ia menemukan pahalanya yang sama dengan Lailatul Qadar dan dibaca 3 kali setiap malam.
لَا إله إِلَّا اللهُ الْحَلِيْمُ الْكَرِيْمُ سُبْحَانَ اللهِ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيْمِ
9. Membaca doa Lailatul Qadar
Doa ini merupakan do’a di malam Lailatul Qadar dengan dibaca 100x
اللهم إِنَّكَ أَنْتَ عَفْوٌ كَرِيْمٌ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّا يَا كَرِيْمُ
mam Turmuzi, Imam Nasai, dan Imam Ibnu Majah telah meriwayatkannya melalui jalur Kahmas ibnul Hasan, dari Abdullah ibnu Buraidah, dari Aisyah yang telah bertanya, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah pendapatmu jika aku mengetahui malam kemuliaan, lalu apakah yang harus aku ucapkan padanya?" Rasulullah Saw. menjawab:
«قُولِي اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي»
Ucapkanlah, "Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf, suka memaaf, maka maafkanlah daku.”
Hadis ini menurut lafaz yang ada pada Imam Turmuzi. Kemudian ia mengatakan bahwa hadis ini hasan sahih.
Wallahu A'lam Bishowab
Editor: Kastolani Marzuki