Doa Ulang Tahun untuk Diri Sendiri
JAKARTA, iNews.id - Doa Ulang Tahun untuk diri sendiri patut dipanjatkan ketika seorang Muslim yang telah diberikan kenikmatan berupa bertambahnya umur atau usia.
Doa tersebut dipanjatkan sebagai rasa syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan keberkahan usia untuk terus beribadah kepada-Nya.
Muslim juga boleh mengucapkan selamat ulang tahun kepada saudaranya. Kebolehan ini sebagaimana telah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW ketika mendoakan panjang umur kepada sahabat Anas bin Malik.
Dalam sebuah hadis yang disebutkan oleh Ibnu Abi Khaitsamah dari Anas bin Malik, dia berkisah;
ذَهَبَتْ بِي أُمِّي إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، فَقَالَتْ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، خُوَيْدِمُكَ ادْعُ اللَّهَ لَهُ ، قَالَ اللَّهُمَّ أَكْثِرْ مَالَهُ ، وَوَلَدَهُ ، وَأَطِلْ عُمْرَهُ ، وَاغْفِرْ ذَنْبَهُ
Ibuku pergi bersamaku menuju Rasulullah saw. Kemudian ibuku berkata kepada Rasulullah saw, ‘Wahai Rasulullah, pelayan kecilmu, doakanlah kepada Allah untuknya. Kemudian Rasulullah saw berdoa; ‘Ya Allah, perbanyaklah harta dan anak Anas bin Malik, dan panjangkan umurnya serta ampuni dosanya.
1. Doa Panjang Umur
اَللَّهُمَّ طَوِّلْ عُمُورَنَا وَصَحِّحْ أَجْسَادَنَا وَنَوِّرْ قُلُوْبَنَا وَثَبِّتْ إِيْمَانَنَا وَأَحْسِنْ أَعْمَالَنَا وَوَسِّعْ أَرْزَقَنَا وَإِلَى الخَيْرِ قَرِّبْنَا وَعَنِ الشَّرِّ اَبْعِدْنَا وَاقْضِ حَوَائِجَنَا فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالۤاخِرَةِ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ قَدِيْرٌ
Latin: Allahumma thowwil 'umuurona, wa shohhih ajsaadana, wa nawwir quluubana, wa tsabbit iimaananaa wa ahsin a’maalanaa, wa wassi’ arzaqonaa, wa ilal khoiri qorribnaa wa ‘anisy-syarri ab’idnaa, waqdhi khawaa-ijana fiddiini waddunyaa wal aakhirati innaka ‘alaa kulli syai-in qodiirun.
"Ya Allah! Panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami, dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu."
2. Doa Syukur Nikmat
رَبِّ اَوْزِعْنِيْٓ اَنْ اَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِيْٓ اَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلٰى وَالِدَيَّ وَاَنْ اَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضٰىهُ وَاَصْلِحْ لِيْ فِيْ ذُرِّيَّتِيْۗ اِنِّيْ تُبْتُ اِلَيْكَ وَاِنِّيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Rabbi auw z'nii an asykura ni'matakal latiii an'amta 'alayya wa 'ala waa lidayya wa an a'mal shoolihang tardhoohu wa ashlih lii fii dzurriyyatii innii tubtu ilaika wa innii minalmuslimiin.
Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat Engkau yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat berbuat amal yang saleh yang Engkau ridai; berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku Sesungguhnya aku bertobat kepada Engkau dan sesungguhnya aku temasuk orang-orang yang berserah diri.(QS: Al Ahqaf: 15)
3. Doa Keluasan Rezeki
اللَّهُمَّ اجْعَلْ أَوْسَعَ رِزْقِكَ عَلَيَّ عِنْدَ كِبَرِ سِنِّي , وَانْقِطَاعِ عُمْرِي , وَقُرْبِ أَجَلِي
Allohummaj’al rizqika ‘alayya ‘inda kibari sinni wanqitho’i ‘umri wa qurbi ajali.
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah keluasan rizki-Mu padaku di saat usia senjaku, di saat putusnya umurku dan di saat dekatnya ajalku.”
Hakikat Umur Panjang
Dalam ajaran Islam, umur atau usia termasuk di antaranya jodoh dan rezeki seseorang memang sudah ditentukan oleh Allah SWT. Karena itu, doa umur panjang sejatinya bentuk permohonan agar diberikan keberkahan umur selama menjalani hidup.
Dalam Alquran, Allah SWT berfirman:
وَمَنْ نُّعَمِّرْهُ نُنَكِّسْهُ فِى الْخَلْقِۗ اَفَلَا يَعْقِلُوْنَ - ٦٨
Dan barangsiapa Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada awal kejadian(nya). Maka mengapa mereka tidak mengerti? (QS. Yasin: 68)
Allah menegaskan bahwa barang siapa yang dipanjangkan umurnya, niscaya akan dikembali kepada awal kejadiannya. Artinya, mereka kembali lemah dan kurang akal seperti anak kecil. Tidak kuat lagi melakukan ibadah-ibadah yang berat dan mulai banyak lupa, sehingga tidak banyak dapat melakukan ibadah dengan baik.
Pada akhir ayat ini, Allah mempertanyakan mengapa mereka tidak mengerti dan menggunakan kesempatan selagi masih muda dan kuat. Nabi saw menerangkan hal ini dalam hadisnya yang berbunyi: Pergunakan kesempatan yang lima sebelum datang yang lima: waktu luangmu sebelum waktu sibukmu, waktu kayamu sebelum waktu miskinmu, waktu sehatmu sebelum waktu sakitmu, waktu mudamu sebelum waktu tuamu, dan waktu hidupmu sebelum waktu matimu.(Riwayat al-hakim dari Ibnu 'Abbas)
Orang-orang yang tidak beriman juga mendapat nikmat serupa. Allah telah memberinya umur yang cukup kepada mereka untuk dapat berbuat banyak, beramal saleh, menuntut ilmu yang cukup, beribadah dengan baik, dan sebagainya. Akan tetapi, mereka tidak mempergunakan umur itu dengan sebaik-baiknya.
Karena itu, agar mendapat keberkahan umur ada beberapa amalan yang perlu dilakukan di antaranya:
1. Rajin Bersedekah
2. Menjalin Silaturahmi
3. Beribadah dengan sungguh-sungguh
4. Puasa Sunnah
Nabi Muhammad SAW menjalankan puasa Senin sebagai bentuk rasa syukur atas kelahirannya di mana Nabi Muhammad SAW dilahirkan pada hari Senin. Hal ini sebagaimana hadis yang bersumber dari Aisyah radhiyallahu anha yang diriwayatkan oleh Imam An Nasa’i
“Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam biasa menaruh pilihan berpuasa pada hari Senin dan hari Kamis” (HR. An-Nasai)
Wallahu A'lam Bishshawab.
Editor: Kastolani Marzuki