JAKARTA, iNews.id - Dzikir Nabi Yunus ‘alaihissalam merupakan salah satu amalan yang bisa kamu amalkan. Nabi Yunus ‘alaihissalam, terkenal dengan kisahnya berada dalam perut paus, mengajarkan kepada umatnya tentang pentingnya bertaubat dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah Azza wa jalla melalui dzikir.
Dzikir ini tidak hanya menjadi simbol kepatuhan kepada Allah dalam menghadapi ujian hidup, tetapi juga sebagai pengingat akan kebesaran-Nya dan kemurahan-Nya terhadap hamba-Nya yang bertaubat.
Kasus Perselingkuhan Ramai Lagi, Begini Hukumnya dalam Islam
Dilansir iNews.id dari laman Muslim, berikut dzikir Nabi Yunus yang bisa Anda simak:
Dzikir Nabi Yunus
Doa dan Dzikir Nabi Yunus ‘alaihissalam
Allah ‘Azza Wajalla menyebutkannya dalam Al-Qur’an,
10 Keutamaan Bulan Muharram, Dari Hijrah Nabi hingga Peristiwa Hari Asyura
وَذَا النُّوْنِ اِذْ ذَّهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ اَنْ لَّنْ نَّقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادٰى فِى الظُّلُمٰتِ اَنْ لَّآ اِلٰهَ اِلَّآ اَنْتَ سُبْحٰنَكَ اِنِّيْ كُنْتُ مِنَ الظّٰلِمِيْنَ ۚ
“(Ingatlah pula) Zun Nun (Yunus) ketika dia pergi dalam keadaan marah, lalu dia menyangka bahwa Kami tidak akan menyulitkannya. Maka, dia berdoa dalam kegelapan yang berlapis-lapis, ‘Tidak ada tuhan yang berhak disembah, selain Engkau. Mahasuci Engkau. Sesungguhnya aku termasuk orang-orang zalim.’” (QS. Al-Anbiya: 87).
10 Peristiwa Penting di Bulan Muharram, Salah Satunya Persiapan Hijrahnya Nabi Muhammad
Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallama bersabda dalam sebuah hadis,
دعوةُ ذي النُّونِ إذ دعا وهو في بطنِ الحوتِ لا إلهَ إلَّا أنتَ سبحانَك إنِّي كنتُ من الظالمينَ فإنَّه لم يدعُ بها رجلٌ مسلمٌ في شيءٍ قطُّ إلَّا استجاب اللهُ له
Doa Nabi Yunus ‘alaihissalam tatkala beliau terperangkap di perut ikan adalah “laa ilaaha illa anta subhaanaka inni kuntu minadz dzaalimiin”. Sungguh, tidaklah seorang muslim membacanya terus menerus, kecuali Allah akan kabulkan keinginannya.” (HR. At-Tirmidzi no. 3505).
3 Contoh Teks Khutbah Idul Adha 2024, Meneladani Keteladanan Nabi Ibrahim AS dalam Berkurban
Manfaat Membaca Doa Nabi Yunus 'alaihissalam
Doa ini mengandung makna yang sangat istimewa, yaitu pengakuan seorang hamba terhadap keesaan dan keagungan Ilahi Allah 'Azza Wajalla.
Seperti yang disampaikan oleh Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’diy rahimahullahu,
فأقر لله تعالى بكمال الألوهية، ونزهه عن كل نقص، وعيب وآفة، واعترف بظلم نفسه وجنايته
“Di dalam doa ini, Nabi Yunus ‘alaihissalam mengakui kesempurnaan dan keesaan Allah dalam hal peribadahan yang khusus untuk-Nya, menyucikan-Nya dari segala macam bentuk kekurangan, aib, dan cacat. Serta mengakui diri sendiri sebagai seorang yang berlaku zalim (berbuat salah).” (Tafsir As-Sa’diy, hal. 529).
Tidak ada yang lebih mulia daripada pengakuan seorang hamba terhadap kesatuan Allah 'Azza Wajalla atau tauhid-Nya.
Al-Hakim At-Tirmidzi rahimahullahu menyebutkan keutamaan doa ini,
العَبْد إِذا وَحده وَنفى عَنهُ الشّرك ثمَّ نزهه عَمَّا رَآهُ عَلَيْهِ من السوء واعترف بِأَنَّهُ من الظَّالِمين تكرم عَلَيْهِ ربه وتفضل على العَبْد فَلم يخيبه فِيمَا أمل وَرَجا وَكَذَلِكَ وعد الله فِي تَنْزِيله الْكَرِيم
“Tatkala seorang hamba mengesakan Allah, tidak melakukan kesyirikan, kemudian menyucikannya dari segala macam keburukan, dan mengakui dirinya sebagai hamba yang zalim, maka Allah akan muliakan ia dan beri keutamaan, Allah tidak akan menyia-nyiakan harapan dan keinginannya. Demikianlah yang Allah janjikan di dalam Al-Qur’an yang mulia.” (Nawadir Al-Ushul fii Ahadits Al-Rasul, 2: 24).
Itulah dzikir Nabi Yunus 'alaihissalam. Semoga Allah mudahkan kita untuk senantiasa berdzikir mengingatNya. Wallahu a’lam.
Editor: Komaruddin Bagja
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku