Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Polisi Buru Wanita Viral Tanpa Busana Ludahi dan Hina Alquran!
Advertisement . Scroll to see content

Hukum Tajwid Surat Al Fath Ayat 1-4 yang Perlu Dipelajari Umat Muslim

Sabtu, 03 Agustus 2024 - 04:35:00 WIB
Hukum Tajwid Surat Al Fath Ayat 1-4 yang Perlu Dipelajari Umat Muslim
Hukum tajwid surat Al Fath ayat 1-4 (Foto: Istimewa)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hukum tajwid surat Al Fath ayat 1-4 jadi hal yang penting untuk diketahui umat Muslim. 

Mempelajari ilmu tajwid hukumnya fardhu kifayah bagi umat Muslim. Artinya, jika ada sebagian kaum Muslimin yang mempelajari ilmu tajwid, maka gugurlah kewajiban kaum Muslimin lainnya untuk mempelajarinya. 

Adapun, salah satu surat yang perlu diketahui ilmu tajwidnya adalah surat Al Fath memiliki arti Kemenangan. 

Surat Al Fath merupakan surat ke-48 dalam urutan mushaf Al-Qur'an. Surat ini terdiri dari 29 ayat dan masuk dalam kategori surah Madaniyah atau turun di Tanah Suci Madinah. 

Berikut iNews.id tampilkan Hukum tajwid surat Al Fath ayat 1-4 yang dilansir dari berbagai sumber, Kamis (1/8/2024). 

Hukum Tajwid Surat Al Fath Ayat 1-4

Surat Al Fath Ayat 1


اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ فَتۡحًا مُّبِيۡنًا


Latin: Innaa fatahnaa laka Fatham Mubeenaa.


Artinya: "Sungguh, Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata."


Hukum tajwidnya:


اِنَّا فَتَحۡنَا لَكَ


Innaa fatahnaa laka


1. Ghunnah, karena adanya nun bertasydid. Membaca huruf ini dengan  didengungkan antara 2–3 harakat.


2. Mad thabi'i, karena adanya huruf alif mati setelah fathah. Membaca huruf ini panjang 2 harakat.


فَتۡحًا مُّبِيۡنًا


Fatham Mubiinaa


3. Idgham bighunnah, karena adanya fathah tanwin bertemu huruf mim.


4. Mad thabi'i, karena adanya huruf ya mati setelah harakat kasrah. 

Surat Al Fath Ayat 2


لِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ مِنۡ ذَنۡۢبِكَ وَ مَا تَاَخَّرَ وَيُتِمَّ نِعۡمَتَهٗ عَلَيۡكَ وَيَهۡدِيَكَ صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًا


Latin: Liyaghfira lakal laahu maa taqaddama min zambika wa maa ta akhkhara wa yutimma ni'matahoo 'alaika wa yahdiyaka siraatam mustaqeema.


Artinya: "Agar Allah memberikan ampunan kepadamu (Muhammad) atas dosamu yang lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan menunjukimu ke jalan yang lurus,"


Hukum tajwidnya:


لِّيَـغۡفِرَ لَكَ اللّٰهُ مَا تَقَدَّمَ


Liyaghfira lakal laahu maa taqaddama


1. Tafkhim, karena adanya lam jalalah didahului fathah. Cara membacanya yakni dengan ditebalkan dengan panjang 1 alif.


2. Mad thabi'i, karena adanya huruf alif mati setelah fathah.


مِنۡ ذَنۡۢبِكَ


Min zambika


3. Ikhfa haqiqi, karena adanya nun sukun bertemu dengan huruf dzal.


4. Iqlab, karena adanya nun sukun bertemu dengan huruf ba.


وَ مَا تَاَخَّرَ


Wa maa ta akhkhara


5. Mad thabi'i, karena adanya huruf alif mati setelah harakat fathah.


نِعۡمَتَهٗ


Ni'matahuu


6. Mad shilah qashirah, karena adanya ha dlomir berharakat dhommah terbalik dan tidak menghadap huruf mad. Cara membacanya yakni 1 alif.


صِرَاطًا مُّسۡتَقِيۡمًا


Siraatam mustaqiima


7. Mad thabi'i, karena adanya huruf alif mati setelah fathah dan ya mati setelah kasrah.


8. Idgham bighunnah, karena adanya fathah tanwin bertemu dengan mim.


9. Mad iwadh, karena adanya huruf alif tanwin yang dibaca waqof. 

Surat Al Fath Ayat 3


وَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ نَصۡرًا عَزِيۡزًا


Latin: Wa yansurakal laahu nasran 'azeezaa.


Artinya: "Dan agar Allah menolongmu dengan pertolongan yang kuat (banyak)."


Hukum tajwidnya:


وَّ يَنۡصُرَكَ اللّٰهُ


Wa yansurakal laahu


1. Ikhfa haqiqi, karena adanya nun mati bertemu dengan huruf shad.


2. Tafkhim, karena adanya lam jalalah didahului dengan harakat fathah.


نَصۡرًا عَزِيۡزًا


Nasran 'aziizaa


3. Izhar halqi, karena adanya fathah tanwin bertemu dengan huruf 'ain.


4. Mad thabi'i karena adanya huruf ya mati setelah kasrah.


5. Mad iwadh, karena adanya huruf alif tanwin yang dibaca waqof. 

Surat Al Fath Ayat 4


هُوَ الَّذِىۡۤ اَنۡزَلَ السَّكِيۡنَةَ فِىۡ قُلُوۡبِ الۡمُؤۡمِنِيۡنَ لِيَزۡدَادُوۡۤا اِيۡمَانًا مَّعَ اِيۡمَانِهِمۡ ؕ وَلِلّٰهِ جُنُوۡدُ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِؕ وَكَانَ اللّٰهُ عَلِيۡمًا حَكِيۡمًا


Latin: Huwal laziii anzalas sakiinata fii quluubil mu'miniina liyazdaaduuo iimaanamma'a iimaanihim; wa lillaahi junuudus samawaati wal ard; wa kaanal laahu 'Aliiman Hakiimaa.


Artinya: "Dialah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin untuk menambah keimanan atas keimanan mereka (yang telah ada). Dan milik Allah-lah bala tentara langit dan bumi, dan Allah Maha Mengetahui, Mahabijaksana."


Hukum tajwidnya:


هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ


1. Mad jaiz munfashil, sebab adanya mad thabi'i yang menghadapi huruf hamzah pada lain kata. Panjang mad jaiz munfashil yakni antara 2–5 harakat.


2. Ikhfa haqiqi, karena adanya nun mati bertemu dengan huruf za.


السَّكِيْنَةَ


3. Alif lam syamsiyah, karena adanya alif lam menghadapi huruf sin, tandanya ada tasydid. 


Cara membaca alif lam syamsiyah di Surat Al Fath Ayat 4 yakni huruf lam diidghamkan ke dalam huruf sin. Jadinya bunyi huruf lam tidaklah tampak.


4. Mad thabi'i, sebab adanya huruf ya mati setelah fathah.


فِيْ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ


5. Mad thabi'i, sebab adanya huruf ya mati setelah kasrah, dan wawu mati setelah dlommah.


6. Alif lam qomariyah, sebab adanya alif lam menghadapi huruf mim, tandanya ada sukun.


لِيَزْدَا دُوْۤا اِيْمَا نًا مَّعَ اِيْمَا نِهِمْ ۗ


7. Mad thabi'i (mad ashli), karena adanya huruf alif mati setalah fathah dan ya mati setelah kasrah.


8. Mad jaiz munfashil, sebab adanya mad thabi'i (wawu dlommah) menghadapi huruf hamzah di lain kata.


9. Idgham bighunnah (idgham ma’al ghunnah), sebab adanya tanwin fathah menghadapi huruf mim.


وَلِلّٰهِ


10. Tarqiq (tipis), sebab adanya lam jalalah didahului oleh kasrah. Dibaca dengan panjang 1 alif.


جُنُوْدُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ ۗ


11. Mad thabi'i (mad ashli), sebab adanya huruf wawu mati setelah dlommah. Fathah berdiri diatas huruf mim dan wawu.


12. Alif lam syamsiyah, sebab adanya huruf alif lam menghadapi huruf sin.


13. Alif lam qomariyah, sebab adanya alif lam bertemu dengan huruf hamzah.


وَكَا نَ اللّٰهُ


14. Mad thabi’i, sebab adanya huruf alif mati setelah tanda fathah.


15. Tafkhim, sebab adanya lam jalalah yang didahului oleh tanda fathah.


عَلِيْمًا حَكِيْمًا


16. Mad thabi’i, sebab adanya huruf ya mati setelah tanda kasrah.


17. Idzhar halqi, sebab adanya tanwin fathah bertemu dengan huruf ha.


18. Mad ‘iwadl, sebab adanya huruf alif tanwin fathah yang dibaca waqaf.


Demikian ulasan mengenai hukum tajwid surat al fath ayat 1-4. Semoga bermanfaat!

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut