Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Berapa Zakat Fitrah 2025 Per Orang? Amil Zakat Wajib Tahu Besarannya dari BAZNAS 
Advertisement . Scroll to see content

Hukum Zakat Fitrah Online

Selasa, 11 Mei 2021 - 07:15:00 WIB
Hukum Zakat Fitrah Online
Hukum zakat fitrah online sah dan boleh menurut ulama. (Foto: Antara)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Hukum zakat fitrah online menurut ulama sah dan dibolehkan. Terlebih di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, menunaikan atau membayarkan zakat bisa dilakukan dengan virtual baik melalui mobile bangking, ATM, dan aplikasi lainnya untuk mencegah penyebaran Covid-19. 

Selain itu, membayar zakat fitrah online juga memudahkan masyarakat sehingga tidak harus repot-repot datang ke tempat pembayaran zakat fitrah.

Dikutip dari laman bincangsyariah.com, ada dua alasan mengapa membayar zakat fitrah secara online ini boleh dan sah dilakukan.

Pertama, yang dijadikan ukuran dalam pembayaran zakat adalah niat dari orang yang membayar zakat. Selama orang yang membayar zakat fitrah sudah berniat untuk membayar zakat fitrah, kemudian ia memberikan kepada mustahik atau amil zakat, meskipun ia tidak memberitahukan kepada mustahik atau amil zakat bahwa itu adalah zakat fitrah, maka hukumnya boleh dan sah.

Hal ini sebagaimana disebutkan dalam kitab Tuhfatul Muhtaj berikut;

يَجُوزُ دَفْعُهَا لِمَنْ لَمْ يَعْلَمْ أَنَّهَا زَكَاةٌ؛ لِأَنَّ الْعِبْرَةَ بِنِيَّةِ الْمَالِكِ

Boleh menyerahkan zakat kepada orang yang tidak tahu bahwa itu sesungguhnya adalah zakat. Hal ini karena yang menjadi ukuran adalah niat dari pemilik zakat.

Kedua, dalam pembayaran zakat tidak disyaratkan adanya ijab dan kabul atau serah terima secara langsung antara muzakki dan mustahik atau amil zakat. Yang terpenting dalam zakat adalah menyerahkannya kepada mustahik atau amil zakat. 

Jika mustahik atau amil zakat sudah menerimanya sehingga terjadi perpindahan kepemilikan, maka hal itu  sudah cukup dan pembayaran zakat sudah dinilai sah.

Disebutkan dalam kitab Tharhu Al-Tatsrib fi Syarh Al-Taqrib berikut;

لَا يُشْتَرَطُ فِي كُلٍّ مِنْ الْهَدِيَّةِ وَالصَّدَقَةِ الْإِيجَابُ وَالْقَبُولُ بِاللَّفْظِ بَلْ يَكْفِي الْقَبْضُ وَتُمْلَكُ بِهِ

Tidak disyaratkan di dalam pemberian hadiah dan sedekah (zakat) adanya lafadz ijab dan qabul. Akan tetapi yang terpenting dan sudah mencukupi adalah serah terima dan sekaligus terjadinya perpindahan kepemilikan.

Melalui dua alasan di atas, maka dapat diketahui bahwa membayar zakat fitrah secara online hukumnya boleh. Selama muzakki sudah berniat untuk membayar zakat fitrah, lalu dia memberikannya kepada mustahik atau amil zakat, meskipun secara online, maka hal itu sudah dinilai cukup dan sah.

Direktur utama BAZNAS, M Arifin Purwakananta mengatakan,  hukum zakat online telah banyak dibahas oleh para Ustaz dan ulama bahwa hukumnya dibolehkan. 

Apa pun yang memudahkan seseorang menunaikan kewajiban zakatnya tanpa melanggar hal-hal yang syar’i maka pada dasarnya hukumnya adalah boleh termasuk dalam hal ini adalah membantu memudahkan zakat secara online. 

“Zakat secara online tidak mengurangi syarat sahnya berzakat. BAZNAS telah menyediakan sistem sedemikian rupa, untuk menjawab keraguan praktik ibadah zakat dengan sistem online. Zakat online juga masih dapat dilakukan dengan akad zakat, kemudian penerimaan zakat dan doa yang diberikan secara online dari petugas zakat,” tuturnya. 

Editor: Kastolani Marzuki

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut