Kenapa Bulan Syaban Disebut Bulannya Nabi Muhammad SAW? Berikut Penjelasannya
JAKARTA, iNews.id - Simak penjelasan mengenai kenapa bulan Syaban disebut sebagai bulannya Nabi Muhammad SAW. Syaban merupakan salah satu bulan yang sangat mulia.
Bulan Syaban diapit dua mulia, yakni Rajab sebagai salah satu dari Asyhurul Hurum, bulan yang dimuliakan, dan Ramadhan.
Kemuliaan Syaban juga karena disebut sebagai bulan Nabi Muhammad saw. Hal demikian disampaikan langsung oleh Rasulullah saw, bahwa Rajab sebagai bulan Allah, Ramadhan sebagai bulan umat Nabi Muhammad saw, sedangkan Syaban adalah bulannya.
Karenanya, sudah sepatutnya di bulan syaban ini, umat Islam perlu untuk memperbanyak bershalawat kepada Nabi Muhammad saw. Terlebih, Sayid Muhammad bin Alawi al-Maliki al-Hasani dalam kitabnya yang berjudul Ma Dza fi Syaban, menerangkan bahwa perintah bershalawat juga datang pada bulan syaban.
Puasa Nisfu Syaban 2023 Jatuh pada Tanggal Berapa? Berikut Jadwal dan Bacaan Niatnya
Hal tersebut ditandai dengan turunnya Al-Qur’an Surat Al-Ahzab, ayat 56 berikut.
اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا
3 Hal yang Perlu Dipersiapkan Jelang Ramadhan di Bulan Rajab
“innallâha wa malâ'ikatahû yushallûna ‘alan-nabiyy, yâ ayyuhalladzîna âmanû shallû ‘alaihi wa sallimû taslîmâ”
Artinya, “Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”
Apa Manfaat Membaca Yasin di Malam Nisfu Syaban?
Bahkan, Ibnu Abi Al-Shayf al-Yamani, sebagaimana dikutip Sayid Muhammad, mengatakan bahwa syaban merupakan bulannya Shalawat kepada Nabi Muhammad saw. Hal ini mengingat turunnya ayat di atas pada bulan syaban.
Hal serupa juga dinyatakan oleh Imam Syihabuddin Al-Qusthulani dalam kitabnya yang berjudul Al-Mawahib.
Kiai Muda Pendukung Ganjar Gelar Silaturahmi dengan Jemaah Tarekat Naqsyabandiyah
Bagi Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam (SAW), Syaban adalah bulan yang istimewa. Beliau SAW selalu menjadikan bulan sebagai momen memperbanyak puasa dan menyempurnakan ibadah.
1. Syin: syarafatun atau syafa'atun yang berarti kemuliaan dan syafaat.
2. 'Ain: Al 'izzah wa karomah yang berarti kemenangan dan karomah.
3. Ba': Al Birru yang artinya kebaikan.
4. Alif: Ulfah yang berarti rasa belas kasihan.
5. Nun: Nur yang artinya cahaya.
Sedangkan menurut istilah syaban berasal dari kata Syi'b yang berarti kelompok. Dinamakan begitu karena ketika masuk bulan syaban, orang-orang Arab kembali ke kelompok (suku) mereka masing-masing.
Mereka berkelompok lagi untuk berperang setelah sebelumnya pada bulan Rajab mereka duduk di rumah masing-masing.
Ulama Salaf Abu Bakar Al-Warroq Al-Balkhi rahimahullah pernah berkata: "Bulan Rajab adalah bulan untuk menanam, bulan syaban adalah bulan menyirami tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan panen tanaman tersebut".
Nabi Muhammad SAW menjadikannya sebagai bulan penyempurna ibadah dan beliau mengisi syaban dengan banyak berpuasa seperti yang dikatakan Sayyidah 'Aisyah radhiallahu 'anha: "Aku sama sekali belum pernah melihat Rasulullah berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasa yang beliau lakukan di bulan syaban, di dalamnya beliau berpuasa sebulan penuh." Dalam riwayat lain, "Beliau berpuasa di bulan syaban, kecuali sedikit hari." (HR. Muslim).
Dari Usamah bin Ziyad, ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, Aku tidak melihatmu banyak berpuasa seperti di bulan Syaban? Beliau menjawab, 'syaban adalah bulan yang dilupakan manusia, letaknya antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itu amal manusia diangkat (ke langit) oleh Allah dan aku menyukai saat amal diangkat aku dalam keadaan berpuasa." (HR. An-Nasai).
Editor: Komaruddin Bagja