JAKARTA, iNews.id- Inilah khutbah Idul Fitri 2024 menyentuh hati yang bisa menjadi bahan saat mendapat tugas sebagai khotib. Khutbah Idul Fitri menjadi salah satu sarana untuk mengingatkan dan menyentuh hati kaum muslimin.
Dengan penuh kehangatan dan kedalaman, khutbah Idul Fitri 2024 diharapkan dapat memberikan pesan-pesan yang mendalam dan menggugah jiwa.
Bolehkah Poligami dengan Tujuan Menghalalkan Perselingkuhan? Simak Penjelasannya di Sini!
Dilansir dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov.Bengkulu tahun 1445/2024, berikut ini khutbah Idul Fitri 2024 menyentuh hati
Khutbah Idul Fitri 2024 Menyentuh Hati
KHUTBAH IDUL FITRI
TH.1445 H/2024 M
KEMBALI FITRAH DAN KEMENANGAN DI AKHIR RAMADHAN
Khutbah Jumat Akhir Ramadhan Menyentuh Hati: Langit-Bumi Menangis Ditinggalkan Bulan Suci
Khutbah Pertama
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ
Khutbah Jumat Menyambut Hari Raya Idul Fitri 2024
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللَّهُ لَقَدْ جَاءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِالْحَقِّ وَنُودُوا أَنْ تِلْكُمُ الْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
Contoh Khutbah Idul Fitri 2024 dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah: Rayakan Kemenangan dengan Akhlak
اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ، وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ وَالاَهُ أَمَّابَعْدُ؛
فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ، اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تَقْوَاهُ كَمَا قَالَ تَعَالَى:
Khutbah Jumat Singkat tentang Nuzulul Quran dan Hikmahnya bagi Umat Islam
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ، وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ، أَحَلَّ اللهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ، وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ، فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ ، فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ
اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ، اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الحَمْدُ
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD
Pada hari ini kita ucapkan selamat tinggal bulan Ramadhan tahun 1445 H. Tidak ada lagi yang dapat kita harapkan kecuali Ramadhan tahun yang akan datang, itupun jika kita masih diberi kesempatan untuk hidup di muka bumi yang fana ini, jika tidak, Ramadhan yang telah di lalui adalah merupakan Ramadhan terakhir bagi kita.
Pada hari kemenangan ini tak ada kata yang lebih indah, suci dan mulia yang patut kita ucapkan kecuali” TAQABBALALLAHU MINNA WA MINKUM, “BARAKALLAHU FIIKUM”, “Semoga Allah menerima amalku dan amalmu”, “semoga Allah memberkahi kepada kalian”,
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD.
Dengan berakhirnya bulan Ramadhan yang suci dan mulia ini, bukan berarti selesailah tugas dan kewajiban kita baik terhadap Allah maupun terhadap sesama manusia, namun masih terhampar tugas dan kewajiban kita yang harus kita lakukan.
Untuk menjadikan kita orang yang menang dan kembali kepada fitrah ada beberapa kewajiban yang harus kita lakukan:
Pertama puasa Ramadhan dengan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan oleh Allah dan Rasulnya, sebab apabila puasa Ramadhan telah kita lakukan sesuai dengan tuntunan maka Allah akan mengampuni dosa-dosa kita sesuai dengan sabda rasulullah :
Dari Abu Hurairah, ia berkata,
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan atas dasar iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760).
Kedua membayar zakat fitrah.
Zakat fitrah merupakan kewajiban bagi kaum muslimin di akhir Ramadhan dan juga berfungsi untuk membersihkan orang-orang yang berpuasa dari segala hal yang dapat mengurangi nilai-nilai amalan Ramadhan, serta dapat membantu para fakir-miskin. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW.
Artinya : dari Ibnu Abbas ia berkata : Rasulullah SAW. telah mewajibkan zakat fitrah untuk membersihkan bagi orang yang berpuasa dari perbuatan yang sia-sia dan perkataan yang kotor, dan untuk memberi makan fakir-miskin dan barang siapa melaksanakannya sebelum shalat Idul Fitri maka itulah zakat yang diterima, dan barang siapa yang menunaikannya setelah shalat Idul Fitri maka merupakan shadaqah biasa. (HR.Abu Daud dan Ibnu Majah)
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD.
Hadirin jemaah Idul Fitri Rahimakumullah.
Setelah menunaikan puasa dan zakat fitrah sesuai dengan tuntunan yang telah ditetapkan, maka berarti kita sudah memenuhi sebagian persyaratan untuk kembali kepada fitrah. Namun masih ada persyaratan yang
Ketiga Saling maaf-memaafkan.
Setelah berakhir puasa Ramadhan dan ditutup dengan zakat fitrah maka insya Allah semua dosa kita dapat diampuni oleh Allah, sehingga kita kembali bersih laksana bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta. Tetapi dosa terhadap sesama manusia Allah tidak akan mengampuni sebelum diantara keduanya saling maaf-memaafkan. Walaupun saling maaf-memaafkan tidak harus menunggu akhir ramadhan, kapan saja saja bila kita bersalah wajib saling maaf-memaafkan.
Timbul pertanyaan, kepada siapa kita harus saling maaf-memaafkan ?
Pertama Kepada suami-Istri.
Setelah berakhir bulan ramadhan tidak menutup kemungkinan banyak kesalahan antara suami-istri ,
maka tidak ada jalan lain kecuali kita saling maaf memaafkan, atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan, baik disengaja maupun tidak sengaja.
Kedua Kepada kedua ibu bapak.
Mari kita sambut kedua tangan ibu-bapak kita, seraya kita bersimpuh dihadapannya mohon maaf lahir dan bathin atas semua kesalahan yang pernah kita lakukan selama ini terhadap orang tua kita.
Jangan kita berbangga dengan kehebatan dan kesuksesan kita,karena kesuksesan kita tidak lepas dari doa dan ridho kedua orang tua kita. Ingatlah dari mana kita dilahirkan dan di besarkan. Kehidupan kita tidak akan pernah mendapat ridho dari Allah jika gerak dan langkah kita tidak diridhoi oleh orang tua kita. Karena ridha Allah tergantung kepada ridha kedua ibu-bapak kita. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW.
وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ.
Artinya, “Dari sahabat Abdullah bin Umar ra, dari Nabi Muhammad saw, ia bersabda, ‘Ridha Allah berada pada ridha kedua orang tua. Sedangkan murka-Nya berada pada murka keduanya,’” (HR At-Tirmidzi, Ibnu Hibban, dan Al-Hakim).
Hadirin Rahimakumullah.
Oleh karena itu tidak sepantasnya kita melupakan keduanya. yang telah mengandung, melahirkan dan menyusui kita, serta yang telah mendidik kita sampai dewasa.
Dan bagi kita orang tua yang sudah tiada, tidak ada langkah lain kecuali kita bermohon kepada Allah semoga dosa dan kesalahan mereka dapat diampuni dan dimaafkan oleh Allah SWT. Dan terhindar dari siksaan kubur dan api neraka serta dimasukan ke dalam syurga- Nya.
Ketiga Kepada sesama di mana kita berada.
Hadhirin Rahimakumullah. Sebelum melaksanakan puasa Ramadhan bangsa Indonesia, baru saja melaksanakan Pemilihan Umum untuk memilih Pemimpin dan wakil-wakil kita baik di daerah maupun tingkat pusat. Tentu pada waktu pemilihan umum yang telah lalu, pastilah ada diantara kita berbeda pilihan dan dukungan, oleh karena itu, mari kita setelah berakhir Ramadhan ini, kita saling maaf memaafkan, mari kita hilangkan rasa dendam diantara kita, kita tinggalkan lembaran lama yang penuh dengan noda dan dosa, mari
kita buka lembaran baru, insya Allah hari kemenangan dapat kita raih, sehingga kembali suci bagaikan bayi yang baru lahir dan kertas yang belum kena tinta.
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD.
Kaum muslimin Rahimakumullah.
Kita menginginkan hari kemenangan ini tidak hanya dirayakan oleh orang-orang kaya saja, akan tetapi orang- orang fakir-miskin juga merasakan nikmatnya hari kemenangan ini, sebagaimana yang kita rasakan pada saat ini. Oleh karena itu mari kita luruskan pandangan kita terhadap para fakir-miskin dan anak terlantar, mereka semua mengharapkan uluran tangan dari kita, jangan biarkan mereka terombang-ambing dalam kesedihan yang hanya ditemani tetesan air mata, mengharapkan bantuan dari kita semua.
ALLAHU AKBAR 3 X…. WALILLAHIL HAMD.
Hadirin Rahimakumullah. Tiada untaian kata dan doa melainkan semoga Allah diakhir Ramadhan ini dapat mengangkat derajat kita yang setinggi-tingginya dihadapan Allah. Dan menjadikan kita orang yang menang dan kembali fitrah dan selamat baik di dunia maupun di akhirat. Semoga khutbah idul fitri ini akan menggugah hati kita semua dan pada akhirnya dapat bermanfaat hendaknya amiiiiin ya Rabbal alamin.
DOA
Allahumma ya-Allah ya-rabbalal’alamin.
pada pagi ini kami seluruh kaum muslimin dan muslimat menyampaikan puji dan syukur kehadirat-Mu ya Allah, karena atas rahmat dan ridho-Mu, pada pagihari ini kami segenap jemaah shalat idul fitri dapat berkumpul di tempat yang sangat mulia ini dalam rangka melaksanakan shalat berjemaah idul fitri. kiranya Engkau dapat menerima kehadiran kami pada pagi hari ini dengan sifat-Mu yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Allahumma ya-Allah tuhan yang maha perkasa.
Jadikanlah hidup kami ya-Allah, hidup yang berguna; amal yang mulia. yang selalu dalam naungan ridho-mu ya-Allah, namun sekiranya kami khilaf dalam melaksankan tugas dan tanggung jawab, taufik dan hidayah serta ampunan sangat kami harapkan, oleh karena itu ya-Allah jika kelak tiba saatnya ajal merenggut nyawa, jadikanlah kematian kami sebagai hamba-Mu yang taqwa; selamatkan kami dari azab api neraka ya-Allah. masukkan kami bersama anbiya’ dan syuhada’ ke dalam syurga-Mu yang telah Engkau janjikan kepada hamba-Mu.
Allahumma ya-Allah, tuhan yang maha pengampun.
Ampunilah semua dosa dan kesalahan kami, orang tua kami. orang yang telah melahirkan kami, membesarkan serta mendidikan kami, kami tak-kan mungkin bisa membalas jasa mereka, oleh karena itu ampuni mereka , kasih sayangilah mereka seperti mereka mengasih-sayangi kami semasa kami masih kecil.. ampuni dosa para guru kami. pemimpin bangsa dan negara kami, serta para pehlawan bangsa dan negara kami yang telah gugur di hadapan-mu ya allah ya rabbal alamin.
Allahumma ya Allah terimalah semua doa dan pinta kami ya allah. hari ini kami segenap jemaah shalat idul fitri dapat berkumpul di tempat yang sangat mulia ini dalam rangka melaksanakan shalat berjemaah idul fitri. kiranya Engkau dapat menerima kehadiran kami pada pagi hari ini dengan sifat-Mu yang maha pengasih lagi maha penyayang.
Allahumma ya-Allah tuhan yang maha perkasa.
Jadikanlah hidup kami ya-Allah, hidup yang berguna; amal yang mulia. yang selalu dalam naungan ridho-mu ya-Allah, namun sekiranya kami khilaf dalam melaksankan tugas dan tanggung jawab, taufik dan hidayah serta ampunan sangat kami harapkan, oleh karena itu ya-Allah jika kelak tiba saatnya ajal merenggut nyawa, jadikanlah kematian kami sebagai hamba-Mu yang taqwa; selamatkan kami dari azab api neraka ya-Allah. masukkan kami bersama anbiya’ dan syuhada’ ke dalam syurga-Mu yang telah Engkau janjikan kepada hamba-Mu.
Allahumma ya-Allah, tuhan yang maha pengampun.
Ampunilah semua dosa dan kesalahan kami, orang tua kami. orang yang telah melahirkan kami, membesarkan serta mendidikan kami, kami tak-kan mungkin bisa membalas jasa mereka, oleh karena itu ampuni mereka , kasih sayangilah mereka seperti mereka mengasih-sayangi kami semasa kami masih kecil.. ampuni dosa para guru kami. pemimpin bangsa dan negara kami, serta para pehlawan bangsa dan negara kami yang telah gugur di hadapan-mu ya allah ya rabbal alamin.
Allahumma ya Allah terimalah semua doa dan pinta kami ya allah.
Khutbah Kedua
اَللهُ أَكْبَرُ
(7x)
اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ.
فَيَاعِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ كِتَابِهِ اْلعَظِيْمِ “إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِيِّ, يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا”.
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
اللَّهُمَّ اكْفِنَا بِحَلاَلِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ وَجَمِيعِ سَخَطِكَ
اللَّهُمَّ إنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ اْلأَسْقَامِ
اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنَ العَجْزِ وَالكَسَلِ ، والبُخْلِ والهَرَمِ ، وَعَذَابِ القَبْرِ ، اللَّهُمَّ آتِ نُفُوْسَنَا تَقْوَاهَا ، وَزَكِّها أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا ، أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلاَهَا ، اللَّهُمَّ إِنَّا نَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لا يَنْفَعُ؛ وَمِنْ قَلْبٍ لاَ يَخْشَعُ ، وَمِنْ نَفْسٍ لاَ تَشْبَعُ ؛ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
يَا مُقَلِّبَ القُلُوْبِ ثَبِّتْ قُلُوْبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ
اللهمّ أحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِي الأُمُورِ كُلِّهَا، وَأجِرْنَا مِنْ خِزْيِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ
رَبَنَا ءَاتِنَا فِي الدّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النّارِ.
Taqobbalallahu minna wa minkum, shalihal a’maal, kullu ‘aamin wa antum bi khairin.
Wassalaamu ‘alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.
Demikianlah khutbah Idul Fitri 2024 menyentuh hati. Semoga artikel ini memudahkan Anda yang bertugas sebagai khotib.
Editor: Komaruddin Bagja
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku