Kisah Mbah Wahab Pimpin Diplomasi Dunia demi Selamatkan Makam Rasulullah SAW
JAKARTA, iNews.id – Sosok pendiri sekaligus penggerak Nahdlatul Ulama (NU), KH Abdul Wahab Hasbullah atau yang akrab disapa Mbah Wahab, bukan sekadar ulama. Mbah Wahab juga dikenal diplomat ulung hingga berhasil menyelamatkan makam Rasulullah SAW yang kala itu akan dibongkar.
Kisah dan sosok Mbah Wahab ini terungkap dalam acara Bedah Buku KH Abdul Wahab Hasbullah dan Sarasehan Alim Ulama yang digelar di Jakarta Pusat, Sabtu (14/2/2026).
Putri Mbah Wahab, Nyai Hj Hizbiyah Rochim mengungkapkan, Mbah Wahab dinilai sebagai figur kunci yang berhasil menyelaraskan nilai agama dan kebangsaan. Mbah Wahab membuktikan bahwa menjadi muslim yang taat dan warga negara yang nasionalis adalah sebuah harmoni.
Hizbiyah menilai sang ayah bukan hanya sekadar ulama, melainkan arsitek modernisasi dan diplomat yang andal. Melalui perjuangan Mbah Wahab, umat Islam diajarkan bagaimana mengelola perbedaan dengan damai tanpa menggoyahkan prinsip Ahlussunnah wal Jamaah.
"Beliau membuktikan bahwa menjadi Muslim yang taat dan menjadi warga negara yang nasionalis bukanlah hal yang bertentangan. Pancasila dan Islam adalah harmoni yang membuat Indonesia tetap kokoh berdiri sampai hari ini," ujar Hizbiyah.
Menag: NU Seperti Keluarga Besar, Penuh Dinamika tetapi Tetap Sakinah
Dalam skala global, Hizbiyah menyebut dunia Islam berutang budi pada keberanian Mbah Wahab. Pasalnya, Mbah Wahab pernah memimpin diplomasi tingkat tinggi untuk menyelamatkan makam Rasulullah SAW yang kala itu terancam dibongkar.
"Berkat peran luar biasa beliau, hari ini seluruh umat Islam sedunia bisa berziarah ke makam Rasulullah SAW dalam rangkaian menjalankan ibadah haji maupun umrah," tuturnya.
Menurut Hizbiyah, prinsip Fiqh Siyasah yang dijalankan Mbah Wahab mencerminkan Islam moderat yang tetap teguh menjaga nilai-nilai kebangsaan.
Sebagai Ketua PW Muslimat NU Jakarta, Hizbiyah berharap nilai-nilai yang ditinggalkan Mbah Wahab tidak hanya menjadi sejarah, tetapi juga menjadi jawaban atas tantangan zaman saat ini.
"Bagi kami, KH. Wahab Hasbullah adalah amanah. Kami berharap muncul gagasan-gagasan segar tentang bagaimana nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dapat terus menjawab tantangan zaman," katanya
Editor: Kastolani Marzuki