Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri, Keluarga, dan Orang Lain
JAKARTA, iNews.id - Niat zakat fitrah untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain perlu disimak. Zakat fitrah merupakan salah satu rukun Islam yang wajib ditunaikan oleh setiap orang Islam, termasuk bayi yang baru lahir.
Kewajiban menunaikan zakat fitrah ini termaktub dalam Al-Qur'an, yang berbunyi:
وَاَ قِيْمُواالصَّلٰوةَ وَاٰ تُواالزَّكٰوةَ وَا رْكَعُوْا مَعَ الرّٰكِعِيْنَ
Artinya: Dan laksanakanlah sholat, tunaikanlah zakat, dan rukuklah beserta orang yang rukuk. (QS. Al-Baqarah 2: 43).
Dalam pelaksanaannya, zakat fitrah akan diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. Adapun zakat yang diberikan berupa bahan makanan pokok di wilayah tersebut.
Berikut ini adalah syarat hingga niat zakat fitrah, yang dilansir iNews.id dari laman NU Online, Selasa (26/3/2024).
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an nafsii fardhon lillahi taala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta‘âlâ.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺯَﻭْﺟَﺘِﻲْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an zaujatii fardhon lillahi taala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِﻋَﻦْ ﺑِﻨْﺘِﻲْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an bintii (nama anak perempuan) fardhon lillahi taala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (nama anak), fardu karena Allah Ta‘âlâ.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻭَﻟَﺪِﻱْ ... ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an waladii (nama anak laki-laki) fardhon lillahi taala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (nama anak), fardu karena Allah Ta‘âlâ.
Niat ini dibaca jika Anda sendiri yang membayarkan zakat fitrah untuk semua anggota keluarga.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَنِّيْ ﻭَﻋَﻦْ ﺟَﻤِﻴْﻊِ ﻣَﺎ ﻳَﻠْﺰَﻣُنِيْ ﻧَﻔَﻘَﺎﺗُﻬُﻢْ ﺷَﺮْﻋًﺎ ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'anni wa 'an jamii'i maa yalzamunii nafaqootuhum syar'an fardhon lillahi taala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku, fardu karena Allah Ta‘âlâ.
ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ِﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
Nawaitu an ukhrija zakaatal fithri 'an (nama orang yang mewakilkan) fardhon lillahi taala.
Artinya: Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (nama orang yang mewakilkan) fardu karena Allah Ta‘âlâ.
Kesungguhan niat dalam menjalankan ibadah adalah bagian integral dari syarat diterimanya ibadah tersebut. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengingatkan, "Setiap amal bergantung pada niatnya" (HR. Bukhari dan Muslim). Jika seseorang beribadah tanpa kesungguhan hati, ibadahnya tidak akan diterima oleh Allah.
Niat adalah suatu tindakan yang berakar dalam hati. Oleh karena itu, penting untuk diingat bahwa melafalkan niat secara verbal saat menjalankan ibadah, termasuk ketika membayar zakat fitrah, tidaklah diperlukan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, sebagai teladan sempurna dalam beribadah, tidak pernah mengajarkan atau menggunakan kata-kata untuk menyatakan niat dalam pelaksanaan ibadah apapun.
Sementara itu, seseorang yang menerima zakat fitrah disunnahkan membaca doa berikut ini.
ﺁﺟَﺮَﻙ ﺍﻟﻠﻪُ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﻋْﻄَﻴْﺖَ، ﻭَﺑَﺎﺭَﻙَ ﻓِﻴْﻤَﺎ ﺍَﺑْﻘَﻴْﺖَ ﻭَﺟَﻌَﻠَﻪُ ﻟَﻚَ ﻃَﻬُﻮْﺭًﺍ
Ajarokallahu fiimaa a'thoita wabaaroka fiimaa abqoita wa ja'alahu laka thohuuroo.
Artinya: Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.
Itulah pembahasan mengenai niat zakat fitrah untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain. Semoga bermanfaat.
Editor: Komaruddin Bagja