Get iNews App with new looks!
inews
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Contoh Teks Khutbah Jumat Jumadil Awal Bikin Merinding, Lengkap dengan Doa Penutup
Advertisement . Scroll to see content

Pengertian Istidraj, Ciri-ciri, dan Dalilnya dalam Al Quran, Umat Muslim Perlu Tahu!

Rabu, 29 November 2023 - 22:35:00 WIB
Pengertian Istidraj, Ciri-ciri, dan Dalilnya dalam Al Quran, Umat Muslim Perlu Tahu!
Pengertian Istidraj, Ciri-ciri, dan Dalilnya dalam Al Quran (Foto: Pixabay)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Pengertian istidraj, ciri-ciri, dan dalilnya dalam Al Quran jadi informasi penting yang patut untuk diketahui umat Islam. Istidraj mungkin belum dipahami oleh sebagian masyarakat.

Sebab, istilah ini jarang digunakan pada percakapan sehari-hari. Adapun, istilah tersebut merujuk kepada ujian yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wata'ala kepada manusia. 

Lantas, apa itu pengertian Istidraj, ciri-ciri, dan dalilnya dalam Al Quran? Berikut iNews.id akan berikan ulasan mengenai hal tersebut dirangkum dari berbagai sumber, Rabu (29/11/2023). 

Pengertian Istidraj, Ciri-ciri, dan Dalilnya dalam Al Quran

Pengertian Istidraj

Melansir buku berjudul Masya Allah, Hidupmu Luar Biasa, karya Robi Afrizan Saputra (2018), menyebut istidraj merupakan kondisi di mana seorang manusia memiliki banyak harta, namun ia justru jauh dari Allah Subhanahu Wata'ala dan sering melakukan perbuatan maksiat. 

Istidraj merupakan kata serapan dari Bahasa Arab, yakni daraja yang artinya naik dari satu tingkatan ke tingkatan berikutnya. Secara istilah, kondisi itu merupakan azab berwujud kenikmatan. 

Tatkala seorang Muslim mendapatkan kenikmatan dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala, namun dirinya justru jarang melakukan ibadah. Tak hanya itu, setiap harinya bahkan ia kerap melakukan berbagai kemaksiatan dan kemungkaran. 

Ciri-ciri Istidraj

Berikut merupakan ciri-ciri istidraj dilansir dari buku Mengeluhlah Karena Kita MembutuhkanNya, karya Hendarsah (2021). 

1. Selalu Mendustakan Ayat-ayat dan Nikmat Allah

Ciri-ciri istidraj yang pertama adalah selalu mendustakan ayat-ayat dan nikmat Allah Subhanahu Wata'ala.

Sebab, seorang Muslim tersebut tidak menyadari bahwa nikmat yang didapatkannya selama ini berasal dari Sang Maha Pencipta. 

Hal itu selaras dengan firman Allah Subhanahu Wata'ala pada Al-Qur'an surat Al'Araf ayat 182, 

وَالَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰيٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُوْنَ

Latin: 

Wal-lażīna każżabū bi'āyātinā sanastadrijuhum min ḥaiṡu lā ya‘lamūn(a).

Artinya: 

Orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (menuju kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui.

2. Lupa Bahwa Harta yang Diberikan Berasal dari Allah 

Salah satu ciri seorang Muslim mendapatkan istidraj adalah lupa bahwa harta yang dimilikinya selama ini merupakan pemberian Allah Subhanahu Wata'ala. 

Allah Subhanahu Wata'ala berfirman pada Al-Qur'an surat Al-Mu'minun ayat 55-56, 

سَبُوْنَ اَنَّمَا نُمِدُّهُمْ بِهٖ مِنْ مَّالٍ وَّبَنِيْنَ. نُسَارِعُ لَهُمْ فِى الْخَيْرٰتِۗ بَلْ لَّا يَشْعُرُوْنَ

Latin: 

Ayaḥsabūna annamā numidduhum bihī mim māliw wabanīn(a).Nusāri‘u lahum fil-khairāt(i), bal lā yasy‘urūn(a).

Artinya: 

Apakah mereka mengira bahwa apa yang Kami berikan kepada mereka berupa harta dan anak-anak. (itu berarti bahwa) Kami bersegera memberikan kebaikan-kebaikan kepada mereka? (Tidaklah demikian,) tetapi mereka tidak menyadarinya.

3. Enggan Bersedekah dengan Hartanya

Enggan bersedekah dengan hartanya merupakan salah satu ciri-ciri seorang Muslim terkena istidraj. Sebab, ia hanya meyakini jika harta yang selama ini didapatkannya karena hasil kerja kerasnya sendiri, bukan dari Allah Subhanahu Wata'ala.

Hal tersebut selaras dengan Al-Qur''an surat Al-Humazah, ayat 1-3. 

وَيْلٌ لِّكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍۙ. ۨالَّذِيْ جَمَعَ مَالًا وَّعَدَّدَهٗۙ. يَحْسَبُ اَنَّ مَالَهٗٓ اَخْلَدَهٗۚ

Latin: 

Wailul likulli humazatil-lumazah(tin). Allażī jama‘a mālaw wa ‘addadah(ū). Yaḥsabu anna mālahū akhladah(ū).

Artinya: 

Celakalah setiap pengumpat lagi pencela. Yang mengumpulkan harta dan menghitung-hitungnya. Dia (manusia) mengira bahwa hartanya dapat mengekalkannya.

Dalil dalam Al-Qur'an Tentang Istidraj

Adapun , dalil dalam Al-Qur'an tentang istidraj, berikut ulasannya: 

1. Surah Az-Zumar ayat 49,

فَاِذَا مَسَّ الْاِنْسَانَ ضُرٌّ دَعَانَاۖ ثُمَّ اِذَا خَوَّلْنٰهُ نِعْمَةً مِّنَّاۙ قَالَ اِنَّمَآ اُوْتِيْتُهٗ عَلٰى عِلْمٍ ۗبَلْ هِيَ فِتْنَةٌ وَّلٰكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ 

Latin: 

Fa'iżā massal-insāna ḍurrun da‘ānā ṡumma iżā khawwalnāhu ni‘matam minnā, qāla innamā ūtītuhū ‘alā ‘ilm(in), bal hiya fitnatuw wa lākinna akṡarahum lā ya‘lamūn(a).

Artinya: 

"Apabila ditimpa bencana, manusia menyeru Kami. Kemudian, apabila Kami memberikan nikmat sebagai anugerah Kami kepadanya, dia berkata, "Sesungguhnya aku diberikan (nikmat) itu hanyalah karena kepintaranku." Sebenarnya, itu adalah ujian, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(-nya)."

2. Surah Ali Imran ayat 178,

وَلَا يَحْسَبَنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اَنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ خَيْرٌ لِّاَنْفُسِهِمْ ۗ اِنَّمَا نُمْلِيْ لَهُمْ لِيَزْدَادُوْٓا اِثْمًا ۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّهِيْنٌ 

Latin: 

Wa lā yaḥsabannal-lażīna kafarū annamā numlī lahum khairul li'anfusihim, innamā numlī lahum liyazdādū iṡmā(n), wa lahum ‘ażābum muhīn(un).

Artinya:

"Jangan sekali-kali orang-orang kafir mengira bahwa sesungguhnya tenggang waktu yang Kami berikan kepadanya baik bagi dirinya. Sesungguhnya Kami memberinya tenggang waktu hanya agar dosa mereka makin bertambah dan mereka akan mendapat azab yang menghinakan."

3. Surah Al-An'am ayat 44,

فَلَمَّا نَسُوْا مَا ذُكِّرُوْا بِهٖ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ اَبْوَابَ كُلِّ شَيْءٍۗ حَتّٰٓى اِذَا فَرِحُوْا بِمَآ اُوْتُوْٓا اَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً فَاِذَا هُمْ مُّبْلِسُوْنَ 

Latin: 

Falammā nasū mā żukkirū bihī fataḥnā ‘alaihim abwāba kulli syai'(in), ḥattā iżā fariḥū bimā ūtū akhażnāhum bagtatan fa iżā hum mublisūn(a).

Artinya: 

"Maka, ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan pintu-pintu segala sesuatu (kesenangan) untuk mereka, sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

Demikianlah pengertian istidraj, ciri-ciri, dan dalilnya dalam Al Qur'an. Semoga bermanfaat!

Editor: Komaruddin Bagja

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut