JAKARTA, iNews.id - Tata cara sholat Isyroq perlu diketahui oleh setiap umat muslim. Sholat ini merupakan sholat sunnah 2 rakaat yang dikerjakan di pagi hari setelah sholat Subuh atau saat matahari mulai terbit.
Secara harfiah, isyroq atau syuruq dalam bahasa Arab berarti akhir waktu Subuh. Oleh sebab itu, sholat ini kerap disamakan dengan sholat Dhuha yang waktu pelaksanaannya juga di saat matahari mulai terbit hingga menjelang Dhuhur.
Anjuran Berpuasa di Bulan Rajab, Ini Dalil-dalilnya!
Meskipun demikian, beberapa ulama, seperti Imam al-Ghazali, Imam as-Suyuthi, dan Syekh Alil Muttaqi al-Hindi menganggap shalat Isyraq bukan shalat Dhuha. Dengan demikian, pelaksanaan sholat ini harus dipisahkan dengan sholat Dhuha.
Adapun penjelasan mengenai tata cara sholat Isyroq, yang dilansir iNews.id dari laman NU Online, Kamis (23/11/2023), adalah sebagai berikut.
Bacaan Wirid Pendek Setelah Sholat Fardhu, Amalan yang Membawa Kebaikan dan Pahala
Dalil Keutamaan Sholat Isyroq
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ». قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ –صلى الله عليه وسلم- « تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ »
Artinya: Dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah bersabda, “Barangsiapa Mengerjakan Sholat Shubuh Berjamaah, lalu dia duduk Berdzikir sampai matahari Terbit, Kemudian Mengerjakan Shalat 2 Rakaat, maka ia akan Mendapatkan Pahala Haji dan Umrah. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan, “sempurna, Sempurna, Sempurna (Pahalanya).” (HR. At-Tirmidzi II/481 no.586).
5 Keajaiban Sholat Hajat Sebelum Tidur, Yuk Rutin Diamalkan
عَنْ أَبِي أُمَامَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمْ:”مَنْ صَلَّى صَلاةَ الصُّبْحِ فِي مَسْجِدِ جَمَاعَةٍ يَثْبُتُ فِيهِ حَتَّى يُصَلِّيَ سُبْحَةَ الضُّحَى، كَانَ كَأَجْرِ حَاجٍّ، أَوْ مُعْتَمِرٍ تَامًّا حَجَّتُهُ وَعُمْرَتُهُ”.
Artinya: Dari Abu Umamah Radhiyallahu anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang Mengerjakan Sholat Shubuh di Masjid secara Berjamaah, lalu dia tetap berada di dalam Masjid sampai melaksanakan shalat sunnah (di waktu, pent) Dhuha, Maka (Pahala) Amalannya itu seperti Pahala Orang yang Menunaikan ibadah Haji atau Umroh secara Sempurna.” (HR. Thobroni VIII/154 no.7663).
Tata Cara Sholat Jenazah Laki-Laki dan Perempuan, Jangan Sampai Salah
Pukul Berapa Sholat Isyroq Dilaksanakan?
Sholat Isyroq dilaksanakan di awal waktu Dhuha atau saat matahari telah meninggi sekitar satu tombak (tujuh hasta atau 2,5 meter). Sementara itu, berakhirnya waktu sholat ini adalah ketika masuknya waktu siang (falaqin nahâr).
Jumlah Rakaat Sholat Isyroq
Berdasarkan hadits tentang keutamaan sholat Isyroq, dapat disimpulkan bahwa amalan sunnah ini dikerjakan dengan 2 rakaat 1 salam.
Keutamaan Sholat Hajat 7 Hari Berturut-turut, Doa Cepat Terkabul!
Niat Sholat Isyroq
أُصَلِّيْ سُنَّةَ الإِشْرَاقِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatal isyrâq rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: Saya menyengaja shalat sunnah Isyraq dua rakaat karena Allah ta’ala.
Tata Cara Sholat Isyroq
Pada dasarnya, pelaksanaan sholat Isyroq hampir mirip dengan sholat sunnah 2 rakaat lainnya. Sholat ini diawali dengan niat dan takbiratul ihram serta diakhiri dengan salam.
Rakaat pertama
Niat
Takbiratul ihram
Membaca doa Iftitah
Membaca surat Al Fatihah
Membaca surat pendek
Ruku’
I’tidal
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Sujud
Berdiri untuk rakaat kedua sambil mengucapkan takbir.
Rakaat kedua
Membaca surat Al Fatihah
Membaca surat pendek
Ruku’
I’tidal
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Sujud
Tahiyyat akhir.
Salam.
لّهُمَّ يَا نُوْرَ النُّوْرِ بِالطُّوْرِ وَكِتَابٍ مَسْطُوْرٍ فِيْ رِقٍّ مَنْشُوْرٍ وَالبَيْتِ المَعْمُوْرِ، أَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنِيْ نُوْرًا أَسْتَهْدِيْ بِهِ إِلَيْكَ وَأَدُلُّ بِهِ عَلَيْكَ وَيَصْحَبُنِيْ فِيْ حَيَاتِيْ وَبَعْدَ الْاِنْتِقَالِ مِنْ ظَلاَم مِشْكَاتِيْ، وَأَسْأَلُكَ بِالشَّمْسِ وَضُحَاهَا وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا، أَنْ تَجْعَلَ شَمْسَ مَعْرِفَتِكَ مُشْرِقَةً بِيْ لَا يَحْجُبُهَا غَيْمُ الْأَوْهَامِ وَلَا يَعْتَرِيْهَا كُسُوْفُ قَمَرِ الوَاحِدِيَّةِ عِنْدَ التَّمَامِ، بَلْ أَدِمْ لَهَا الْإِشْرَاقَ وَالظُهُوْرَ عَلَى مَمَرِّ الْأَيَّامِ وَالدُّهُوْرِ. وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ خَاتِمِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ. وَالْحَمْدُ لِلهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. اَللهم اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِإِخْوَاِننَا فِي اللهِ أَحْيَاءً وَأَمْوَاتًا أَجْمَعِيْنَ.
Allâhumma yâ nûrannûri bit thûr wa kitâbim masthûrin fî riqqim mansyûrin wal baitil ma’mur, as-aluka an tarzuqanî nûran astahdî bihi ilaika wa adullu bihi ‘alaika wa yashhabunî fi hayâtî wa ba’dal intiqâli min dhalâmi misykâtî, wa as-aluka bissyamsi wa dhuhâha wa nafsin wa mâ sawwâha, an taj’ala syamsa ma’rifatika musyriqatam bî lâ yahjubuhâ ghaimul auhâmi walâ ya’tarîhâ kusûful qamaril wâhidiyyati ‘indat tamâm, bal adim lahâl Isyraqa wad dhuhûra ‘alâ mamarril ayyâmi wad duhûr. Wa shallillâhumma ‘alâ Sayyidinâ Muhammadin khâtamil anbiyâ-i wal mursalîn. Wal hamdulillâhi rabbil ‘âlamîn. Allâhummaghfir lanâ wa liwâlidîna wa li-ikhwâninâ fillâhi ahyâ-an wa amwâtan ajma’în.
Artinya: Ya Allah, Wahai Cahayanya Cahaya, dengan wasilah bukit Thur dan Kitab yang ditulis pada lembaran yang terbuka, dan dengan wasilah Baitul Ma'mur, aku memohon padamu atas cahaya yang dapat menunjukkanku kepada-Mu. Cahaya yang dapat mengiringi hidupku dan menerangiku setelah berpindah (ke alam lain; bangkit dari kubur) dari kegelapan liang (kubur) ku. Aku meminta kepada-Mu dengan wasilah matahari beserta cahayanya di pagi hari, dan dengan jiwa dan kesempurnaannya, agar Engkau menjadikan matahari ma’rifat kepada-Mu yang seperti matahari cerahnya bersinar menerangiku, tidak tertutup oleh mendung-mendung keraguan, tidak pula terlintasi gerhana pada rembulan kemahaesaan di kala purnama. Tapi jadikanlah padanya selalu bersinar dan selalu tampak, seiring berjalannya hari dan tahun. Berikanlah rahmat ta'dzim Wahai Allah kepada junjungan kami Muhammad, sang pamungkas para nabi dan rasul. Segala Puji hanya milik Allah Tuhan penguasa alam. Ya Allah ampunilah kami, kedua orang tua kami serta kepada saudara-saudara kami seagama seluruhnya, baik yang masih hidup ataupun yang telah meninggal.
Editor: Simon Iqbal Fahlevi
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku