JAKARTA, iNews.id - Teks Khutbah Jumat Ahlussunnah wal Jamaah berikut ini membahas tentang Kenabian dan Kerasulan Muhammad SAW.
Dalam kalender Hijriah, Rabiul awal merupakan bulan ketiga dan menjadi salah satu bulan teristimewa karena di bulan itu, Nabi Muhammad SAW, manusia agung pembawa risalah seluruh alam dilahirkan.
Kisah Hikmah : Ketika Orang Saleh Berhenti Membaca Selawat, Apa yang Terjadi?
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Abi Qatadah disebutkan bahwa Rasulullah SAW telah bersabda:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ الْأَنْصَارِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ الِاثْنَيْنِ فَقَالَ فِيهِ وُلِدْتُ وَفِيهِ أُنْزِلَ عَلَيَّ
Khutbah Jumat Maulid Nabi tentang Bersuka Cita Sambut Kelahiran Rasulullah SAW
Artinya: Dari Abu Qatadah Al Anshari radliallahu anhu, bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari Senin, maka beliau pun menjawab: "Di hari itulah saya dilahirkan, dan pada hari itu pula, wahyu diturunkan atasku." (HR. Muslim) [No. 1162 Syarh Shahih Muslim] Shahih.
Bulan Rabiul awal identik dengan perayaan Maulid Nabi SAW. Perayaan itu sudah ada dan telah lama dilakukan oleh umat Islam. Benihnya sudah ditanam sendiri oleh Rasulullah SAW berdasarkan hadits di atas.
Teks khutbah jumat ahlussunnah wal jamaah
Berikut ini teks khutbah jumat singkat mengenai Kenabian dan Kerasulan Muhammad SAW dilansir dari laman pcnuponorogo.
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.
Ma’asyiral muslimin, hadaniayyallahu wa iyyakum
Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah swt dengan sebenar-benar taqwa, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan-Nya.
Bulan Rabiul Awal adalah bulan di mana Rasulallah SAW dilahirkan, bulan di mana beliau hijrah ke Madinah. Sekaligus bulan Rasulullah diwafatkan. Bulan yang telah Allah pilih untuk lahir padanya pemimpin seluruh umat manusia dan alam semesta, yaitu Rasulallah Muhammad saw.
Nabi Muhammad SAW tidak hanya diutus untuk umatnya saja, namun juga rahmat bagi sekalian alam.
Nabi SAW merupakan penutup para nabi dan rasul dengan membawa risalah Islam sebagai penyempurna agama sebelumnya.
Ada beberapa aspek kenabian dan kerasulan Muhammad saw yang terkandung dalam hadits berikut:
إِنِّى عِنْدَ اللَّهِ فِى أُمِّ الْكِتَابِ لَخَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ, وَإِنَّ آدَمَ لَمُنْجَدِلٌ فِى طِيْنَتِهِ, وَسَأُنَبِّئُكُمْ بِتَأْوِيْلِ ذَلِكَ, دَعْوَةِ أَبِى إِبْرَاهِيْمَ وَبِشَارَةِ عِيْسَى قَوْمَهُ وَرُؤْيَا أُمِّى الَّتِى رَأَتْ أَنَّهُ خَرَجَ مِنْهَا نُوْرٌ أَضَائَتْ لَهُ قُصُوْرُ الشَّامِ (رواه أحمدُ)
“Sungguh aku di sisi Allah dalam ummul kitab (lauh mahfudh) adalah penutup para nabi. Sungguh pada waktu itu Adam masih berada di dalam tanah yang menjadi bahan penciptaannya. Aku akan menjelaskan kepada kalian takwilnya. Aku adalah doa ayahku Ibrahim, bisyarah (kabar gembira) Isa kepada kaumnya, dan mimpi ibuku yang melihat cahaya keluar dari dirinya sehingga terlihat jelas baginya istana-istana Syam.” (HR. Ahmad)
Dari hadits di atas para ulama’ menyimpulkan beberapa pelajaran penting sebagai berikut:
Pertama, penetapan kenabian Muhammad saw terjadi sebelum penciptaan Adam sebagai manusia. Dalam riwayat lain, Abu Hurairah ra menuturkan:
قَالُوْا يَارَسُوْلَ اللَّهِ مَتَى وَجَبَتْ لَكَ النُّبُوَّةُ, قَالَّ: وَآدَمُ بَيْنَ الرُّوْحِ وَالْجَسَدِ (رواه الترميذيُّ)
“Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulalloh, kapan kenabian ditetapkan untukmu? Beliau menjawab, “Pada waktu Adam masih berada diantara ruh dan jasad.” (HR. Tirmidzi).
Kedua, nabi Muhammad saw adalah penutup para nabi dan rasul. Jadi tidak ada nabi dan rasul setelah beliau. Disebutkan dalam al-Qur’an:
مَا كَانَ مُحَمَّدٌ اَبَآ اَحَدٍ مِّنْ رِّجَالِكُمْ وَلٰكِنْ رَّسُوْلَ اللّٰهِ وَخَاتَمَ النَّبِيّٖنَۗ وَكَانَ اللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمًا
“Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu tetapi dia adalah Rasulallah dan penutup nabi-nabi.” (QS. Al-Ahzab 40)
Dalam sebuah hadits dijelaskan:
عَنْ اَنَسِ بْنِ ماَلِكٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ اِنَّ الرِّسَالَةَ وَالنُّبُوَّةَ قَدْ اِنْقَطَعَتْ فَلاَ رَسُوْلَ بَعْدِى وَلاَ نَبِيَّ. (رواه احمد)
Dari Anas bin Malik bahwa ia berkata,“Rasulullah bersabda, Kerasulan dan kenabian telah terputus, tidak ada lagi rasul dan nabi sesudahku.” (HR. Ahmad).
Ma’asyirol muslimin yang Dirahmati Allah
Ketiga, kenabian Muhammad saw itu adalah berkah doa nabi Ibrahim as. Allah swt berfirman:
رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْهُمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيْهِمْ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ ࣖ
“Ya Robb kami, utuslah untuk mereka seorang rasul dari kalangan mereka, yang akan membacakan kepada mereka al-Kitab (al-Qur’an) dan al-Hikamh (as-Sunnah) serta mensucikan mereka. Sesungguhnya Engkaulah yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana.” (QS. Al-Baqarah 129)
Allah swt mengabulkan doa nabi Ibrahim as dan mengutus seorang nabi dan rasul yang memiliki sifat-sifat seperti yang dimohonkannya.
Keempat, kenabian dan kerasualan Muhammad saw sudah dikabarkan Isa bin Maryam as kepada kaumnya. Allah berfirman:
وَاِذْ قَالَ عِيْسَى ابْنُ مَرْيَمَ يٰبَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ اِنِّيْ رَسُوْلُ اللّٰهِ اِلَيْكُمْ مُّصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيَّ مِنَ التَّوْرٰىةِ وَمُبَشِّرًاۢ بِرَسُوْلٍ يَّأْتِيْ مِنْۢ بَعْدِى اسْمُهٗٓ اَحْمَدُۗ
“Dan (ingatlah), ketika Isa ibnu Maryam berkata,”Hai bani israil, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab sebelumku, yaitu Taurat, dan memberi kabar gembira dengan (datangnya) seorang rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (QS. Ash-Shaff 6)
Kelima, mimpi ibunda nabi Muhammad saw ketika melahirkan beliau, bahwa ia melihat cahaya keluar dari dirinya, sehingga dari cahaya itu, ia dapat melihat dengan jelasa istana-istana Syam.
Demikian ulasan teks khutbah jumat ahlussunnah wal jamaah mengenai Kenabian dan Kerasulan Muhammad SAW.
Wallahu A'lam
Editor: Kastolani Marzuki
- Sumatra
- Jawa
- Kalimantan
- Sulawesi
- Papua
- Kepulauan Nusa Tenggara
- Kepulauan Maluku