Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Advertisement
Aa Text
Share:
Read Next : Profil Ha Young, Bintang Our Sticky Love yang Terseret Kontroversi Leluhur Pro-Jepang
Advertisement . Scroll to see content

10 Fakta Kontroversi Ha Young Punya Buyut Pro-Jepang, Nomor 8 Menggemparkan!

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:31:00 WIB
10 Fakta Kontroversi Ha Young Punya Buyut Pro-Jepang, Nomor 8 Menggemparkan!
Sosok Ha Young yang viral gegara punya kakek buyut Pro-Jepang. (Foto: Instagram)
Advertisement . Scroll to see content

JAKARTA, iNews.id - Aktris Korea SelatanHa Young mendadak berada di tengah badai kontroversi. Bintang Our Sticky Love itu sebelumnya dikenal lewat kemampuan aktingnya dan tengah menikmati popularitas yang meningkat.

Namun, sebuah cerita mengenai keluarga yang disampaikannya di televisi justru membuka kembali sejarah kelam sang kakek buyut. Sosok yang diceritakan Ha Young sebagai dokter dengan kiprah luar biasa ternyata memiliki catatan sejarah yang kemudian dikaitkan dengan aktivitas pro-Jepang pada masa pendudukan Korea.

Kontroversi bahkan semakin panas setelah agensi Ha Young sempat membantah tudingan tersebut, lalu hanya dalam hitungan hari membalikkan pernyataan dan mengakui adanya catatan sejarah.

Kini, Ha Young telah meminta maaf. Tetapi kontroversinya belum berhenti. Berikut 10 fakta kontroversi Ha Young yang tengah menjadi sorotan.

10 Fakta Kontroversi Ha Young yang Punya Kakek Buyut Pro-Jepang

1. Semuanya Berawal dari Cerita Ha Young di Televisi

Kontroversi bermula ketika Ha Young tampil dalam program KBS2 Problem Child in House pada 7 Agustus 2026. Dalam acara tersebut, Ha Young bercerita mengenai keluarganya yang memiliki tradisi profesi dokter selama empat generasi.

Ia mengungkapkan bahwa kakek buyutnya merupakan seorang dokter yang belajar ilmu kedokteran Barat di Jepang.

Ha Young juga mengatakan sang leluhur pernah membuka klinik bergaya Barat di Seoul dan disebut pernah menangani Kaisar Gojong.

Pernyataan itu awalnya terdengar seperti cerita mengenai kebanggaan keluarga. Tak disangka, cerita tersebut justru menjadi pintu masuk munculnya kontroversi besar.

2. Sosok yang Dibicarakan Ternyata Ahn Sang-ho

Publik kemudian menelusuri siapa sosok yang dimaksud Ha Young. Nama Ahn Sang-ho (1872-1927) kemudian muncul.

Ahn Sang-ho memang tercatat sebagai dokter yang memiliki peran dalam sejarah perkembangan kedokteran modern Korea. Ia belajar di Tokyo Jikei Medical School dan pada 1902 menjadi orang Korea pertama yang memperoleh lisensi dokter Jepang.

Setelah kembali ke Korea, ia membuka praktik medis di Seoul. Ia juga tercatat pernah menangani Kaisar Gojong bersama dokter Jepang pada 1919.

Namun, sisi lain kehidupan Ahn Sang-ho kemudian kembali terbuka.

3. Nama Ahn Sang-ho Tercatat di Organisasi yang Dikaitkan dengan Jepang

Inilah titik yang membuat kontroversi meledak. Nama Ahn Sang-ho ditemukan dalam daftar anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.

Organisasi tersebut didirikan di Seoul pada masa pendudukan Jepang dan dikenal sebagai kelompok yang mendorong hubungan atau integrasi antara Jepang dan Korea.

Sejumlah tokoh pro-Jepang terkenal, termasuk Yi Wan-yong, juga tercatat terkait dengan organisasi tersebut.

Temuan inilah yang kemudian menjadi dasar tudingan bahwa Ahn Sang-ho memiliki aktivitas pro-Jepang.

4. Agensi Ha Young Awalnya Membantah

Ketika isu tersebut mulai viral, agensi Ha Young, Bistus Entertainment, tidak langsung mengakui tudingan tersebut.

Pada 10 Agustus, agensi mengakui bahwa Ahn Sang-ho memang merupakan kakek buyut Ha Young. Namun, mereka menyebut tudingan mengenai aktivitas pro-Jepang sebagai tidak berdasar.

Pernyataan itu ternyata tidak bertahan lama. Sebab, sehari kemudian, agensi justru mengakui bahwa terdapat dokumen sejarah yang mencantumkan nama Ahn Sang-ho.

5. Agensi Mendadak Membalik Pernyataan

Pada 11 Agustus, Bistus Entertainment mengeluarkan klarifikasi baru. Agensi mengakui bahwa setelah melakukan pemeriksaan tambahan, mereka menemukan catatan Ahn Sang-ho sebagai anggota dewan Daejeong Chinmokhoe pada 1916.

Agensi juga meminta maaf karena sebelumnya terlalu cepat menyatakan tudingan tersebut tidak berdasar tanpa melakukan verifikasi secara menyeluruh.

Perubahan pernyataan dalam waktu hanya sehari membuat kontroversi semakin panas.

Publik kemudian tidak hanya mempertanyakan sejarah Ahn Sang-ho, tetapi juga bagaimana informasi tersebut sebelumnya dipahami oleh keluarga Ha Young.

6. Muncul Catatan yang Jauh Lebih Mengejutkan

Kontroversi tidak berhenti pada daftar organisasi tahun 1916. Catatan dari Maeil Shinbo, surat kabar yang digunakan pemerintahan kolonial Jepang, pada 1918 juga kembali menjadi sorotan.

Dalam laporan tersebut, Ahn Sang-ho digambarkan sebagai seseorang yang keluarganya telah mengikuti gaya hidup Jepang.

Ia disebut mengenakan pakaian Jepang, menikah dengan perempuan Jepang, dan bahkan tidak menggunakan bahasa Korea di rumah.

Catatan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan mengapa dugaan aktivitas pro-Jepang terhadap Ahn Sang-ho semakin disorot. 

7. Ayah Ha Young Ikut Memberikan Penjelasan

Di tengah kontroversi, ayah Ha Young juga ikut memberikan penjelasan mengenai sejarah keluarga.

Ia mengaku selama ini memahami Ahn Sang-ho sebagai sosok yang mendukung Yi Gang, Pangeran Kekaisaran Ui, yang dikenal memiliki keterkaitan dengan gerakan kemerdekaan Korea.

Karena pemahaman tersebut, keluarga disebut tidak pernah mengira Ahn Sang-ho akan dikaitkan dengan kontroversi pro-Jepang. Namun, penjelasan keluarga tersebut tidak serta-merta menghentikan perdebatan.

Pasalnya, catatan sejarah mengenai Ahn Sang-ho tetap menjadi perhatian publik.

8. Disebut 'Memang Pro-Jepang'

Kontroversi semakin meledak pada 13 Agustus 2026.

Salah satu penulis Dictionary of Pro-Japanese Collaborators memberikan penilaian bahwa Ahn Sang-ho memang dapat disebut sebagai tokoh pro-Jepang.

Pernyataan tersebut membuat perdebatan semakin panas karena sebelumnya masih terdapat perbedaan pandangan mengenai bagaimana sejarah Ahn Sang-ho seharusnya diklasifikasikan. Namun, pada hari yang sama, sejarawan Shim Yong-hwan kembali menyampaikan pandangan berbeda.

Ia menilai bahwa langsung melabeli Ahn Sang-ho sebagai 'pro-Jepang' secara akademis perlu kehati-hatian dan konteks sejarah yang lebih lengkap.

Dengan demikian, yang kini terjadi bukan hanya kontroversi keluarga Ha Young, tetapi juga perdebatan mengenai bagaimana tindakan Ahn Sang-ho harus ditempatkan dalam konteks sejarah kolonial Korea.

9. Dampaknya Mulai Merembet ke Karier Ha Young

Kontroversi tersebut muncul ketika Ha Young sedang berada dalam momentum besar.

Drama Our Sticky Love yang dibintanginya bersama Jung Hae-in baru saja dirilis dan mendapat perhatian besar di Netflix Korea. Namun, agenda promosi drama ikut terdampak.

Netflix membatalkan wawancara Ha Young yang sebelumnya dijadwalkan pada 14 Agustus.

Sementara itu, produksi drama SBS The Long Shot Trial, yang telah menyelesaikan sebagian besar proses syuting dan juga dibintangi Ha Young, dilaporkan ikut memantau perkembangan situasi.

Bahkan, aktivitas promosi Our Sticky Love kini lebih banyak mengandalkan Jung Hae-in seorang diri.

10. Ha Young Akhirnya Tulis Surat Permintaan Maaf

Setelah kontroversi semakin meluas, Ha Young akhirnya buka suara secara pribadi. Pada 12 Agustus 2026, ia menyampaikan permintaan maaf melalui surat tulisan tangan.

Ha Young mengaku menyesal karena sebelumnya hanya mengetahui kisah mengenai kakek buyutnya berdasarkan cerita keluarga. Ia juga menyadari bahwa pembicaraannya mengenai sang leluhur di televisi telah menimbulkan kontroversi.

Ha Young kemudian meminta maaf kepada publik dan menyatakan akan menerima persoalan tersebut dengan serius. Namun, permintaan maaf itu belum membuat kontroversi benar-benar padam.

Justru pada 13 Agustus, muncul kembali informasi dan perdebatan baru mengenai sejarah Ahn Sang-ho.

Bahkan, sebuah tulisan anonim dari seseorang yang mengaku sebagai keturunan Ahn Sang-ho juga kembali viral setelah pertama kali muncul sekitar 13 tahun lalu.

Ha Young Bukan Pelaku Aktivitas Pro-Jepang

Di tengah panasnya kontroversi, ada satu hal yang harus ditegaskan. Ha Young tidak dituduh melakukan aktivitas pro-Jepang. Yang menjadi sorotan adalah sejarah Ahn Sang-ho, kakek buyutnya.

Kontroversi muncul setelah Ha Young membicarakan sang leluhur dalam sebuah acara televisi, kemudian publik menemukan berbagai catatan sejarah mengenai aktivitas Ahn Sang-ho pada masa pendudukan Jepang.

Karena itu, persoalan ini lebih tepat disebut sebagai kontroversi mengenai sejarah keluarga Ha Young dan responsnya terhadap sejarah tersebut, bukan tuduhan bahwa Ha Young adalah orang pro-Jepang.

Editor: Muhammad Sukardi

Follow WhatsApp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow

Related News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut